MATAHARI perlahan turun di ufuk barat Pantai Tirang, Kota Semarang. Langit mulai berwarna jingga, sementara angin laut berembus melewati dermaga kecil yang memanjang dari tepian pantai ke arah laut.
Pemandangan itu menjadi salah satu daya tarik Pantai Tirang menjelang petang. Sejumlah pengunjung memilih menghabiskan waktu di atas dermaga.
Mereka duduk berjajar di tepi dermaga dengan kaki menggantung di atas air. Lainnya asyik berbincang bersama teman, atau mengarahkan kamera ke matahari yang mulai memerah.
Bacaaja: Pantai Tirang, Destinasi Murah Meriah di Barat Semarang
Bacaaja: Semarang Punya Sunset, Punya Pantai, Tapi Kok Belum Jadi Primadona?
Bagi pengunjung yang ingin mencari suasana berbeda setelah seharian beraktivitas, menikmati ujung sore di sini bisa menjadi pilihan sederhana.
Ketika cuaca cerah, pemandangan matahari terbenam menjadi daya tarik tersendiri. Cahaya keemasan yang memantul di permukaan air menciptakan lanskap yang menarik untuk diabadikan.
Namun, menikmati senja di Pantai Tirang tak selalu berarti mencari ketenangan atau suasana romantis.
Dermaga yang menjadi tempat favorit pengunjung justru kerap ramai, terutama menjelang sore. Bahkan, selain wisatawan, ada orang yang datang dengan tujuan memancing.
Bagi pengunjung yang mengharapkan suasana sepi untuk menikmati matahari terbenam bersama pasangan mungkin perlu menyesuaikan ekspektasi.
Ada lagi kekurangan tempat wisata ini. Akses menuju Pantai Tirang masih berlubang dan kurang mulus. Ketika musim kemarau, debu juga beterbangan saat kendaraan melintas.
Kondisi tersebut membuat perjalanan membutuhkan perhatian ekstra, terutama bagi pengendara sepeda motor. (bae)

