Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 609 Hasil Riset Masuk Meja Pemprov Jateng
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

609 Hasil Riset Masuk Meja Pemprov Jateng

T. Budianto
Last updated: Oktober 16, 2026 5:46 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
SERAHKAN PENGHARGAAN: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyerahkan piala dan penghargaan Anugerah Karya Riset Pembangunan (AKRP) Jateng 2026 kepada para pemenang di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (15/10/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Riset sering berakhir tragis: dibuat dengan serius, dibaca saat presentasi, lalu berdebu di rak dokumen. Pemprov Jateng ingin memutus nasib semacam itu. Sebanyak 609 karya riset dan 263 naskah artikel dikumpulkan untuk menjadi bahan merumuskan kebijakan pembangunan daerah.

Dari ratusan karya tersebut, lahir 51 policy brief atau ringkasan kebijakan berisi rekomendasi untuk membantu pemerintah menentukan arah pembangunan. Isunya beragam, mulai dari ketahanan pangan, lingkungan, ekonomi dan UMKM, hingga kesehatan.

Kumpulan gagasan itu dihimpun melalui Gelar Karya Riset Pembangunan dan Menulis Berdampak 2026, yang digelar Pemprov Jateng bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Program ini melibatkan peneliti dan penulis dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari akademisi perguruan tinggi hingga masyarakat umum.

Baca juga: Pemprov Jateng Suntik Dana Rp16,6 M buat Kampus Swasta, Siap Buka Keran Kolaborasi!

Puncak kegiatan sekaligus penyerahan Anugerah Karya Riset Pembangunan (AKRP) Jateng dan Menulis Berdampak 2026 berlangsung di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, kemarin.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi berharap karya-karya tersebut tidak berhenti sebagai dokumen akademis, tetapi bisa diterjemahkan menjadi solusi konkret untuk menjawab persoalan masyarakat dan mengembangkan potensi wilayah.

“Basis pembangunan di tempat kita adalah riset, sehingga hasil riset ini akan kita kumpulkan dan nantinya akan menjadi terobosan kreatif untuk pengembangan wilayah,” kata Luthfi.

Menurut dia, pembangunan berbasis riset penting agar kebijakan tidak sekadar berangkat dari perkiraan atau kebiasaan. Hasil penelitian diharapkan membantu pemerintah mengenali persoalan, menyusun langkah yang lebih tepat, sekaligus memitigasi dampak negatif suatu program sejak awal.

Siap Kolaborasi

Luthfi juga menegaskan bahwa riset tidak cukup berhenti pada konsep. Peneliti diharapkan siap berkolaborasi dengan Pemprov Jateng maupun pemerintah provinsi lain untuk mendukung pengembangan wilayah. “Dengan adanya riset, minimal dapat memitigasi dampak negatif program lebih awal. Ini yang kami hargai dan apresiasi,” jelasnya.

Sebanyak 51 policy brief yang dihasilkan menjadi salah satu jembatan antara temuan penelitian dan kebutuhan pemerintah. Rekomendasi tersebut mencakup sejumlah isu strategis, termasuk ketahanan pangan, lingkungan, kesehatan, serta pengembangan ekonomi dan UMKM.

Bagi sektor ekonomi, riset yang tepat dapat membantu pemerintah membaca persoalan usaha, mengidentifikasi peluang pengembangan produk lokal, hingga merancang program yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM. Di bidang pangan dan lingkungan, hasil penelitian juga berpotensi menjadi pijakan untuk memperkuat ketahanan daerah dan mengantisipasi risiko pembangunan.

Baca juga: LLDIKTI VI: Saatnya Kampus Swasta Naik Kelas

Namun, banyaknya karya yang terkumpul baru menjadi langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memilah rekomendasi yang relevan, menguji kelayakannya, menentukan prioritas, serta memastikan ada tindak lanjut dalam program dan penganggaran pemerintah.

Sebab, ukuran keberhasilan riset bukan semata-mata berapa banyak penelitian yang terkumpul atau penghargaan yang dibagikan. Yang lebih penting, apakah hasilnya mampu membuat kebijakan lebih tepat sasaran, anggaran lebih efektif, dan persoalan warga benar-benar teratasi.

Riset boleh dimulai dari laboratorium, kampus, atau meja kerja peneliti. Namun, hasil akhirnya semestinya sampai ke kehidupan masyarakat. Jangan sampai 609 karya sudah terkumpul, 51 rekomendasi sudah disusun, tetapi yang paling cepat berkembang justru tumpukan berkasnya. (tebe)

You Might Also Like

Wisuda Mewah SMP di Purwokerto Bikin Wali Murid Meradang, Dinas Pendidikan Reaksinya Begini

Hati-Hati Ya, Mudik Lebaran 2026 Cuacanya Masih Ekstrem

Jateng Kejar Target Sejuta Vaksin HPV

Naikkan IPM 2025, Jateng Andalkan Dokter Keliling dan Sekolah Rakyat

35 Peserta Lolos Tes Potensi Calon Komisi Informasi Jateng

TAGGED:ahmad luthfipemprov jatengriset jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Singapura Usut Perusahaan Penyebab Karhutla, bakal Ambil Langkah Hukum soal Kabut Asap
Next Article Kredit Air Jadi Peluang Bisnis BPR/BKK

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PROTES KARHUTLA - Mahasiswa Unissula Semarang menggelar aksi demonstrasi memprotes tak seriusnya penangaan pemerintah atas peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di depan kantor Perhutani, Kota Semarang, Jumat (16/10/2026). (dul)

Mahasiswa Unissula Semarang Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla Jadi Bencana Nasional

SIDANG KORUPSI: Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq (kemeja biru) menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (15/10/2026). (bae)

KPK Kembangkan Kasus Korupsi Pekalongan, Siapa Tersangka Berikutnya?

DPR Tantang Prabowo Buka 52 Perusahaan Terkait Karhutla

ISPA Karhutla Tembus 283 Ribu, DPR Desak KLB Nasional

SEKJEN PDIP - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. (ist)

PDIP Sentil Pemerintah, Minta Konversi Hutan Disetop

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tumbuh

Jateng Jadi “Laboratorium” Energi Lemhannas

September 9, 2026
Info

Kebagian Rp42 Miliar, Jalur Pacitan-Ponorogo Masuk Prioritas

Juni 16, 2026
Daerah

Gedung Sekolah Jadi ‘Mesin Uang’? Cara Jateng Bikin Aset Jadi Sumber Cuan

Maret 28, 2026
Pendidikan

Ratusan Dosen Digembleng Jadi Agen Pancasila

Februari 25, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 609 Hasil Riset Masuk Meja Pemprov Jateng
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?