Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Gus Mus hingga Wantimpres Desak Prabowo Tetapkan Karhutla Jadi Bencana Nasional
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Gus Mus hingga Wantimpres Desak Prabowo Tetapkan Karhutla Jadi Bencana Nasional

R. Izra
Last updated: Oktober 14, 2026 2:27 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sebagian wilayah Indonesia. Mulai dari hampir seluruh Pulau Kalimantan, sebagian Pulau Sumatra, Pulau Bangka, dan lainnya. Bahkan, asap karhutla di Indonesia ‘diekspor’ hingga negara tetangga. Asap karhutla sampai ke Malaysia, Singapura, juga Filipina.

Gerakan Nurani Bangsa (GNB), yang diinisiasi sejumlah tokoh bangsa, mendesak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menetapkan karhutla sebagai bencana nasional. Langkah tersebut penting agar penanganan karhutla lebih serius dan hak-hak warga terdampak segera terpenuhi.

GNB merupakan gerakan etis nonpartisan yang melibatkan sejumlah tokoh, di antaranya istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Nyai Sinta Nuriyah Wahid yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres); KH Mustofa Bisri alias Gus Mus; Franz Magnis-Suseno; M. Quraish Shihab (anggota Wantimpres); serta Ignatius Kardinal Suharyo.

Bacaaja: Leonardo DiCaprio Angkat Karhutla, Orangutan Ikut Jadi Sorotan
Bacaaja: DPR Dorong Karhutla Kalimantan Naik Status Nasional

Dalam keterangannya pada Selasa (13/10/2026) malam, GNB mendesak pemerintah menetapkan karhutla sebagai bencana nasional dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

“Negara harus segera menetapkan kebakaran hutan dan lahan sebagai Bencana Nasional, sehingga hak-hak dasar warga negara terdampak bisa cepat terpenuhi,” demikian pernyataan GNB.

Menurut GNB, penetapan status tersebut dapat mendorong penanganan karhutla yang lebih terarah, menyeluruh, dan terintegrasi. Desakan ini muncul karena kebakaran berlangsung dalam skala luas dan belum menunjukkan perbaikan yang signifikan.

GNB juga menyoroti dampak karhutla terhadap kehidupan masyarakat, terutama kesehatan warga yang tinggal di sekitar wilayah terdampak. Pemerintah diminta meningkatkan layanan kesehatan, khususnya bagi perempuan, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya.

Tak hanya soal pemadaman, GNB turut menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil dan transparan. Penindakan, menurut mereka, harus menyasar siapa pun yang terbukti bertanggung jawab, termasuk korporasi besar yang memiliki kewajiban mencegah kebakaran dan menjaga lingkungan.

GNB juga Kritik Komunikasi Pemerintah

GNB juga mengkritik komunikasi publik pemerintah yang dinilai perlu diperbaiki. Pemerintah pusat dan daerah diminta tidak sekadar menyalahkan faktor alam dalam menjelaskan karhutla.

“Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah segera memperbaiki komunikasi publiknya dan berhenti untuk menyalahkan faktor alam,” tulis GNB dalam pernyataannya.

Selain itu, GNB mendorong pemerintah membuka akses bagi negara sahabat dan lembaga bantuan internasional yang ingin membantu penanggulangan karhutla. Pemerintah juga diminta menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangga yang ikut terdampak asap.

Untuk mencegah kejadian serupa berulang, GNB meminta pemerintah mengambil langkah tegas terhadap penggunaan api untuk membuka lahan pertanian dan perkebunan berskala besar.

Ratusan Hektare Lahan Masih Terbakar

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melaporkan dalam rapat bersama Presiden Prabowo Subianto pada Senin (12/10/2026) malam bahwa masih ada 639,23 hektare lahan yang terbakar dan dalam proses pemadaman di enam provinsi.

Dua provinsi yang menjadi fokus penanganan adalah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Suharyanto juga mengungkap temuan kebakaran baru seluas 513,89 hektare di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

Dalam rapat tersebut, Prabowo menegaskan bahwa pemadaman karhutla menjadi salah satu prioritas utama pemerintah. Ia meminta jajaran terkait mengerahkan segala upaya agar kebakaran segera teratasi. Presiden juga meminta para pejabat menyampaikan kebutuhan yang diperlukan dalam proses pemadaman, sehingga langkah penanganan bisa dilakukan secara maksimal.

Di tengah kebakaran yang masih berlangsung, desakan GNB menambah sorotan terhadap penanganan karhutla. Selain mempercepat pemadaman, pemerintah dituntut memastikan perlindungan kesehatan warga, penegakan hukum, dan pencegahan kebakaran berjalan beriringan. (*)

You Might Also Like

MBG Disorot, Belasan Siswa Mendadak Tumbang, Keracunan!

Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi 2025, Kapolres Banjarnegara Ingatkan Soal Ini

Modal Haram, Mimpi Tumbang: Duit Jalan, Kursi Bupati Nggak Nyampe

55 WN China Diamankan Imigrasi di BSD

“Jangan Sampai Ping Telu!”, Luthfi: Pengadaan Barang-Jasa Harus Transparan

TAGGED:bencana nasionalgerakan nurani bangsaGNBgus musheadlinekarhutlaquraish shihabsinta nuriyahwantimpres
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Baru 64 Persen Koperasi Merah Putih di Jateng yang Beroperasi
Next Article Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. (Foto: Ist) Agustina Ajak Warga Tengok Perjuangan 81 Tahun Silam

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pemprov Lanjutkan Program Listrik Gratis

Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) cum Pembina YPLP PT PGRI Semarang, Dr Muhdi. (dul)

UPGRIS bakal Buka Fakultas Kedokteran? Muhdi: Mudah-mudahan Segera Kita Realisasikan

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. (Foto: Ist)

Agustina Ajak Warga Tengok Perjuangan 81 Tahun Silam

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Gus Mus hingga Wantimpres Desak Prabowo Tetapkan Karhutla Jadi Bencana Nasional

Baru 64 Persen Koperasi Merah Putih di Jateng yang Beroperasi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.
Info

Luhut Akui MBG Dijalankan Tanpa Persiapan Matang: Banyak yang Harus Dibenahi

Juni 26, 2026
CUCI KAKI IBU - Terpidana anak membasuh kaki ibu pada peringatan Hari Anak Nasional 2026.
Info

Hari Anak Nasional, 34 Anak Binaan di Jateng Dapat ‘Diskon’ Masa Pidana

Juli 24, 2026
Info

HUT ke-81 RI di Jateng Tak Cuma Upacara

Agustus 16, 2026
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Ekonomi

Bocoran Soal Gaji ASN, Menkeu Sepertinya Masih Injak Rem Awal 2026

Desember 31, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Gus Mus hingga Wantimpres Desak Prabowo Tetapkan Karhutla Jadi Bencana Nasional
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?