Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Rektor UPGRIS Minta Wisudawan Berdampak bagi Masyarakat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Rektor UPGRIS Minta Wisudawan Berdampak bagi Masyarakat

R. Izra
Last updated: Oktober 13, 2026 11:22 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
WISUDA UPGRIS: Mahasiswa didampingi orang tua mengikuti Wisuda Ke-84 UPGRIS di gerung Balairung, Selasa (13/10/2026). (bae)
WISUDA UPGRIS: Mahasiswa didampingi orang tua mengikuti Wisuda Ke-84 UPGRIS di gerung Balairung, Selasa (13/10/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Dr. Sapto Budoyo, meminta para lulusan tidak hanya mengandalkan gelar akademik setelah menyelesaikan pendidikan.

Sapto berpesan, wusuda ini menjadi momentum bagi para wisudawan untuk memasuki kehidupan baru, termasuk menghadapi dunia kerja dan mengamalkan ilmu yang mereka pelajari.

“Wisuda ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah awal para lulusan untuk mulai menempuh kehidupan baru,” ujar Sapto saat Wisuda ke-84 UPGRIS, Selasa (13/10/2026).

“Kami berharap apa yang didapat di Universitas PGRI Semarang selama pembelajaran dapat memberikan dampak kepada masyarakat,” imbuhnya.

Bacaaja: Wisuda UPGRIS Kukuhkan 1.255 Sarjana dan Magister
Bacaaja: Rektor UPGRIS Minta Maba Tak Jadi Mahasiswa Kupu-kupu: Perluas Pengalaman

Ia menjelaskan, UPGRIS membekali mahasiswa dengan kemampuan teknis atau hard skill serta kemampuan nonteknis atau soft skill.

Kedua kemampuan tersebut diharapkan membantu lulusan menghadapi kebutuhan dunia kerja sekaligus beradaptasi dengan lingkungan baru.

Salah satu upaya yang dilakukan kampus, lanjut Sapto, yakni menerapkan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan ini menitikberatkan pada capaian pembelajaran yang harus dikuasai mahasiswa selama menempuh pendidikan.

“Kurikulumnya sudah berbasis OBE. Berikutnya, para lulusan juga diberikan bekal soft skill dan hard skill supaya setelah lulus bisa segera mendapatkan pekerjaan,” katanya.

Meski begitu, Sapto mengingatkan bahwa kemampuan akademik dan keterampilan kerja saja tidak cukup. Para lulusan juga perlu menjaga etika dan menerapkan nilai-nilai yang mereka pelajari selama berada di lingkungan kampus.

Ia menyebut empat nilai yang menjadi budaya UPGRIS, yakni adab, adaptif, antusias, dan integritas. Sapto berharap para lulusan tetap memegang nilai-nilai tersebut ketika memasuki dunia kerja maupun berinteraksi dengan masyarakat.

Dalam Wisuda ke-84, UPGRIS meluluskan 1.255 mahasiswa yang mengikuti prosesi dalam dua tahap pada 13 dan 14 Oktober 2026.

Sebagian lulusan mengikuti wisuda secara daring, termasuk mahasiswa program afirmasi melalui kementerian yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menempuh pendidikan tinggi. (bae)

You Might Also Like

SPMB Belum Mulai, Ombudsman Sudah Cium “Bau” Ribetnya

Dari Hama Jadi Cuan: BEM FEB Undip Bikin Ikan Red Devil Jadi Produk Hits Desa Asinan

Sekolah Gratis Jateng Makin Luas Ribuan Kursi Siap Menampung Siswa Baru

DPR RI: SMKN Jateng Jadi Prototipe Pendidikan

Langkah Berani Presiden untuk Buka Jalan Tenaga Medis

TAGGED:berdampakrektor upgrissarjanawisuda upgriswisudawan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PERIKSA RUMAH WARGA - Tim gabungan Ditreskrimsus Polda Jateng dan DLH Jateng memeriksa tiga rumah warga yang dilaporkan terdampak pada Senin (12/10/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Polda Jateng Periksa Tiga Rumah Warga Gombel Lama, Tindak Lanjut Laporan Dugaan Kerusakan Lingkungan
Next Article PRABOWO WARGA NU - Presiden Subianto menerima Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) yang berlaku seumur hidup. Kartanu diserahkan langsung Rais Aam KH Miftachul Akhyar saat rangkaian acara penutupan Muktamar NU di Jombang. Survei Celios: 75 Persen Responden Stres Hadapi Kebijakan Pemerintahan Prabowo

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

November Mulai Basah, Musim Hujan Jateng Bisa 8 Bulan

Demi Challenge Rp1 Juta, Pemuda Bondowoso Lecehkan Al Quran

Jejak Karier Nanang Haryono, Kapolresta Seumur Jagung

Belum Genap 24 Jam Pimpin Sleman, Nanang Langsung Dimutasi

COD Emas Batangan Rp250 Juta Berujung Perampokan di Kediri

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Puan Minta Penjelasan Menbud soal Hari Kebudayaan Nasional: Jangan Eksklusif, Harus Milik Semua

Juli 15, 2025
Pendidikan

Nawal Yasin Ajak Pesantren Hidupkan Lagi “DNA Literasi”

April 7, 2026
Sejumlah “calon haji cilik” dari TK Roudlotul Abidin Blanten, Nyatnyono, Ungaran Barat yang sedang menjalani manasik haji di Fatimah Zahra Semarang.
Pendidikan

Gemes Maksimal! Puluhan ‘Calon Haji Cilik’ Ini Bikin Suasana Manasik Jadi Super Seru

Februari 12, 2026
Pendidikan

Daya Tampung Siswa Baru Kota Semarang Naik 15 Persen

Maret 9, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Rektor UPGRIS Minta Wisudawan Berdampak bagi Masyarakat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?