BACAAJA, GROBOGAN– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi terus mendorong pelayanan publik yang transparan, informatif, dan mudah diakses. Salah satunya melalui sosialisasi layanan kunjungan bagi keluarga maupun masyarakat yang hendak bertemu warga binaan.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi Erik Murdiyanto, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka KPLP), Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Kamtib), serta jajaran petugas Lapas Purwodadi.
Dalam sosialisasi tersebut, petugas menjelaskan berbagai hal terkait layanan kunjungan. Mulai dari mekanisme, prosedur, ketentuan hingga alur pelayanan yang harus dilalui pengunjung.
Baca juga: Warga Binaan Lapas Purwodadi Belajar Jadi Barista
Informasi tersebut diberikan agar masyarakat, khususnya keluarga warga binaan, tidak lagi bingung ketika hendak melakukan kunjungan. Pengunjung juga diharapkan memahami hak sekaligus kewajibannya selama menggunakan layanan.
Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi Erik Murdiyanto mengatakan, keterbukaan informasi menjadi salah satu bagian penting dalam membangun pelayanan publik yang berkualitas.
“Kami ingin seluruh masyarakat, khususnya keluarga warga binaan, mendapatkan informasi yang jelas dan mudah dipahami mengenai layanan kunjungan. Pelayanan harus dilaksanakan secara terbuka, sesuai prosedur, dan tanpa adanya pungutan biaya,” ujar Erik, Rabu (30/9/2026).
Berikan Kepastian
Menurutnya, informasi yang jelas diharapkan dapat mencegah kesalahpahaman sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat terkait layanan yang tersedia di Lapas Purwodadi.
Di sisi lain, aspek keamanan dan ketertiban tetap menjadi perhatian. Ka KPLP Lapas Purwodadi mengatakan, pelayanan kunjungan harus berjalan beriringan dengan penerapan aturan keamanan di lingkungan lapas.
“Kami terus memastikan pelaksanaan kunjungan berjalan tertib dan aman. Setiap pengunjung diharapkan mengikuti seluruh ketentuan yang telah ditetapkan, sehingga pelayanan dapat berjalan dengan baik tanpa mengurangi aspek keamanan di dalam Lapas,” ungkapnya.
Baca juga: Lapas Purwodadi Usul Pelatihan Khusus Anti-Narkoba
Sosialisasi tersebut sekaligus menjadi upaya Lapas Purwodadi untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan masyarakat. Dengan mengetahui prosedur sejak awal, pengunjung diharapkan dapat mengikuti layanan tanpa harus bolak-balik mencari informasi atau menebak-nebak aturan yang berlaku.
Karena di lapas, yang boleh bikin deg-degan seharusnya cuma momen bertemu orang tercinta. Soal prosedur, mestinya jangan ikut dibuat misterius, apalagi kalau sudah ada informasi yang bisa dibuka terang-terangan. (tebe)

