BACAAJA, SEMARANG – Pemeriksaan imigrasi di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang kini menggunakan autogate. Sebanyak 10 mesin autogate resmi digunakan untuk mempercepat proses pemeriksaan penumpang.
Autogate tersebut diresmikan Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko, Rabu (30/9/2026) petang. Sepuluh unit itu terdiri dari empat mesin di area keberangkatan dan enam mesin di area kedatangan.
Hendarsam mengatakan penggunaan autogate membuat proses pemeriksaan lebih praktis. Sistem ini juga terus dikembangkan agar penumpang bisa melewati pemeriksaan dalam waktu singkat.
Bacaaja: Bandara Ahmad Yani Kini Dilengkapi Penunjuk Digital
Bacaaja: Polaman Kelak Bertabur Bunga, Bandara A Yani Tanam 500 Pohon Tabebuya
Sistem autogate di Bandara Ahmad Yani sebelumnya sudah diuji coba sekitar dua bulan. Dalam uji coba itu, masih ditemukan kendala saat banyak orang berada di sekitar kamera sehingga sistem terkadang kesulitan membaca wajah.
Imigrasi kini menyiapkan sistem biometrik untuk mempercepat proses tersebut. Dengan sistem ini, WNI nantinya bisa melewati pemeriksaan tanpa pemindaian tambahan.
“Saat ini autogate di sini sudah bisa (memeriksa per orang) 15 detik. Teknologi terus berkembang, akan kita terus update sistem autogate ini,” ujarnya.
Selama masa uji coba pada 2 Juni hingga 25 September 2026, sebanyak 6.932 penumpang tercatat menggunakan autogate. Sementara sepanjang Januari hingga 25 September 2026, ada 363.634 perlintasan melalui layanan tersebut.
Hendarsam mengatakan peningkatan layanan diperlukan karena Bandara Ahmad Yani memiliki mobilitas penumpang internasional yang cukup tinggi. Pada Januari hingga September 2026, tercatat sekitar 122 ribu perlintasan internasional.
Bandara Ahmad Yani saat ini melayani penerbangan internasional, antara lain ke Malaysia dan Singapura. Menurut Hendarsam, kemudahan pemeriksaan imigrasi juga menjadi bagian dari dukungan terhadap pariwisata dan investasi di Jawa Tengah.
Ditjen Imigrasi juga menyiapkan standardisasi autogate di seluruh bandara internasional Indonesia. Saat ini sekitar 298 unit autogate telah terpasang di berbagai bandara.
Salah satu penumpang, Meylinda Ikasari, mengaku proses pemeriksaan menggunakan autogate cukup cepat. Ia yang bekerja di industri perjalanan juga pernah menjumpai sistem serupa di sejumlah negara.
“Iya tadi pakai autogate. Cepet kok, setelah scan, nggak lama, indikator sudah hijau,” ujarmya. (bae)

