BACAAJA, JAKARTA – Polemik soal riwayat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka belum sepenuhnya mereda. Di tengah sorotan publik terhadap dokumen pendidikannya, relawan Gibran menyebut ijazah sang wapres bakal diperlihatkan dalam waktu dekat.
Ketua Umum Relawan Militan Gibran 08 Nusantara, Andi Azwan, meminta masyarakat menunggu langkah Gibran untuk menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang. Dia memastikan dokumen tersebut nantinya akan ditunjukkan kepada publik, meski belum menyebut kapan waktunya.
“Yang jelas, as soon as possible, nanti akan diperlihatkan oleh Mas Gibran. Jadi, tunggu tanggal mainnya,” kata Andi di Solo, Senin, 12 Oktober 2026.
Relawan Jelaskan Dokumen Pendidikan Gibran
Andi juga menanggapi perdebatan mengenai Certificate of Attendance yang dikaitkan dengan perjalanan pendidikan Gibran di luar negeri. Menurut dia, dokumen tersebut tidak semestinya dinilai secara terpisah karena merupakan bagian dari rangkaian pendidikan yang ditempuh Gibran.
Dia menegaskan, dokumen itu bukan sekadar bukti kehadiran seperti yang selama ini dipahami sebagian orang. Andi meminta masyarakat melihatnya dalam konteks jalur pendidikan yang dijalani Gibran sebelum melanjutkan ke jenjang berikutnya.
“Certificate of Attendance, itu ada satu kesatuan. Bukan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Andi kemudian menjelaskan bahwa sistem pendidikan di luar negeri memiliki tahapan yang berbeda dengan sistem pendidikan di Indonesia. Karena itu, menurut dia, dokumen pendidikan Gibran perlu dipahami berdasarkan jalur akademik yang berlaku di institusi tempatnya belajar.
Dia mencontohkan Orchid Park Secondary School, tempat Gibran menempuh pendidikan di Singapura. Sekolah tersebut menerapkan jalur O-Level yang, menurut penjelasannya, berada pada tahapan sebelum siswa melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
Andi menyebut O-Level berkaitan dengan tahapan setara kelas 10 menuju kelas 11 dalam sistem yang dia jelaskan. Adapun Certificate of Attendance disebut sebagai bagian dari pathway atau jalur pendidikan, bukan sertifikat kelulusan akhir.
“Memang pathway itu bukan sertifikat kelulusan. Sertifikat kelulusan itu nanti digabungkan dengan dia masuk di program D3 atau di program S1,” jelasnya.
Singgung Diploma hingga Gelar Sarjana
Untuk memperjelas riwayat pendidikan Gibran, Andi turut memaparkan pendidikan yang disebut telah ditempuh putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo tersebut setelah menyelesaikan tahap pendidikan di Singapura.
Menurut Andi, Gibran melanjutkan pendidikan hingga meraih Advanced Diploma melalui Management Development Institute of Singapore (MDIS). Dia menyebut kualifikasi tersebut setara dengan A-Level atau tahapan akhir pendidikan menengah dalam penjelasannya.
Setelah itu, Gibran disebut melanjutkan pendidikan sarjana di University of Bradford, Inggris. Andi menyampaikan bahwa Gibran mengambil program Bachelor of Science Honours di bidang pemasaran atau marketing.
“Advanced Diploma itu adalah setara A-Level atau SMA kelas 3 tamat. Advanced Diploma dari MDIS. Kemudian S1 Bachelor of Science Honours bidang marketing adalah di Bradford University. Itu sudah jelas satu rangkaian,” tuturnya.
Andi menilai perbedaan sistem pendidikan antarnegara menjadi salah satu hal yang memicu kesalahpahaman dalam polemik dokumen pendidikan Gibran. Menurut dia, jalur akademik di luar negeri tidak bisa begitu saja disamakan dengan sistem pendidikan nasional di Indonesia.
Dia juga menyinggung keberadaan sekolah internasional yang menggunakan kurikulum berbeda, termasuk International Baccalaureate (IB) dan Cambridge. Menurut Andi, perbedaan kurikulum tersebut perlu dipahami agar dokumen pendidikan tidak dinilai hanya berdasarkan standar yang berlaku di dalam negeri.
“Padahal di luar negeri itu tidak bisa yang namanya kurikulum luar negeri itu dipaksakan kepada kurikulum dalam negeri,” tegasnya.
Meski begitu, kepastian mengenai waktu penunjukan ijazah Gibran masih menunggu langkah lebih lanjut. Publik pun diminta bersabar sembari menanti penjelasan dan dokumen yang dijanjikan akan diperlihatkan kepada masyarakat. (*)

