Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jateng Kebanjiran Event Lari, UMKM Ikut Panen Cuan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Olahraga

Jateng Kebanjiran Event Lari, UMKM Ikut Panen Cuan

Dari Solo Run Fest hingga Gajah Trail Run, agenda lari makin ramai di Jawa Tengah. Bukan cuma soal mengejar garis finis, event-event ini juga membuka peluang bagi pariwisata, UMKM, dan ekonomi lokal untuk ikut bergerak.

T. Budianto
Last updated: September 27, 2026 7:26 pm
By T. Budianto
5 Min Read
Share
SOLO RUN FEST: Ribuan peserta mengikuti Solo Run Fest (SRF), Minggu, (27/9/2026). Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto menyebut SRF sebagai event tahunan yang telah menjadi salah satu agenda unggulan di Kota Solo. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SURAKARTA–  Jateng belakangan makin sering jadi tempat berkumpulnya para pelari. Dari ajang komunitas, fun run, lari amal, sampai kompetisi berskala nasional dan internasional, event lari terus bermunculan di berbagai daerah.

Sepanjang Januari hingga September 2026, puluhan event lari telah digelar di Jateng. Pada September saja, kegiatan serupa berlangsung di sejumlah daerah, mulai dari Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Banyumas, hingga Surakarta.

Pada Minggu (27/9/2026) misalnya, ada Solo Run Fest 2026 di Stadion Manahan-Taman Balekambang, Kota Surakarta. Event ini diikuti sekitar 7.000 pelari dengan kategori half marathon, 10K, dan 5K. Pesertanya beragam, mulai dari pelari elite, master, hingga pelajar.

Di hari yang sama, Kabupaten Semarang menggelar Gajah Trail Run (GTR) Ultra dengan rute melintasi Gunung Gajah, Gunung Telomoyo, dan Gunung Kendil. Sementara di Kota Semarang, Sultan Agung Fun Run mengambil titik start di Kantor Gubernur Jateng.

Sepekan sebelumnya, Bank Jateng Friendship Run 2026 juga digelar di Kota Semarang sebagai ajang pemanasan Borobudur Marathon 2026. Sekitar seribu pelari dari berbagai kalangan ikut meramaikan kegiatan tersebut. Sebelumnya, event serupa berlangsung di Kabupaten Boyolali pada Agustus.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menilai event lari punya potensi besar untuk mengembangkan pariwisata olahraga atau sport tourism, sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

“Kegiatan lari itu untuk hidup sehat, selain itu UMKM kita dapat berkembang. Ini bentuk pola hidup sehat di Provinsi Jawa Tengah dan seluruh daerah,” katanya beberapa waktu lalu.

Sekda Jateng, Sumarno juga menyebut penyelenggaraan event lari di berbagai daerah menjadi bagian dari upaya mengembangkan sport tourism. “Kami inginnya nanti di seluruh Jateng ada event trail run. Ini bagian kita untuk pengembangan sport tourism di Jawa Tengah,” kata Sumarno.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jateng Aria Chandra Destianto berharap semakin banyak daerah menggelar kegiatan serupa. Pemprov Jateng, kata dia, siap mendukung event lari dan wisata olahraga di berbagai wilayah. “Tidak hanya di Solo dan Semarang, di kota-kota lain kami tunggu kegiatan serupa,” katanya.

Agenda Unggulan

Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto menyebut Solo Run Fest (SRF) sebagai event tahunan yang telah menjadi salah satu agenda unggulan di Kota Solo.

Menurutnya, konsep sport tourism sejalan dengan upaya mengembangkan pariwisata, menggerakkan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta memberi ruang bagi UMKM.

“Kami mengusung tema sport tourism, selaras dengan Provinsi Jawa Tengah yang akan menumbuhkan pariwisata, ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja, serta UMKM bahagia,” katanya usai menyelesaikan kategori 5K.

Jumlah peserta SRF juga meningkat. Pada 2025, event tersebut diikuti sekitar 5.000 pelari, sedangkan tahun ini jumlahnya mencapai 7.000 peserta. Respati mengatakan penyelenggaraan akan terus ditingkatkan dengan memperhatikan kualitas acara dan kepuasan peserta.

Ia juga menyebut Surakarta telah menyiapkan empat agenda lari, yakni Solo Run Fest, Mangkunagaran Run, Run for Humanity, dan Soekarno Run. “Ekonomi terus bergulir sampai miliaran setiap event,” jelasnya.

Keseruan Solo Run Fest juga dirasakan peserta dari luar daerah. Grecia Hutapea, pelari asal Jakarta yang mengikuti kategori 10K, menilai penyelenggaraan SRF 2026 menarik.

Meski rute melintasi kawasan Car Free Day di Jalan Slamet Riyadi, ia merasa pelari tidak harus berebut jalur dengan masyarakat. Suasana rute juga dinilai lebih teduh karena banyak pepohonan, ditambah titik cheering yang tersebar. “Lari di sini itu juga sambil lihat budayanya, sempat lewat Mangkunegaran juga,” ujar Grecia.

Event lari pun tak lagi sekadar urusan siapa paling cepat sampai garis finis. Ada yang datang untuk menjaga kebugaran, menikmati suasana kota, atau mengenal budaya setempat. Di sisi lain, pedagang, penginapan, transportasi, dan pelaku usaha lokal ikut mendapat peluang dari ramainya peserta.

Jadi, saat ribuan pelari berlari mengejar catatan waktu, ekonomi daerah punya kesempatan ikut mencatat hasil. Yang penting, jangan sampai pelarinya pulang bawa medali, sementara peluang usaha di sepanjang rute cuma jadi penonton. (tebe)

You Might Also Like

Pemprov Jateng Luncurkan PAUD Emas, Cegah Bullying Sejak Usia Dini

Anak-anak Panti Diajak Percaya pada Mimpi

Atlet NPC Solo Panen 15 Medali di ASEAN Para Games Tailan, Respati Siapkan Fasilitas Khusus

iPhone 17 Pro & Pro Max Resmi Meluncur: Desain Baru, Kamera 48MP, dan Storage Super Jumbo 2TB

Agustina Minta Pangan Murah Mampir Lebih Sering ke RW

TAGGED:headlinepemkot surakartapemprov jatengrespati achmad ardiantosolo run festsport tourism
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article NARASUMBER DISKUSI: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng membahas tentang kreativitas anak muda saat menjadi narasumber diskysi Semarang Creative City Forum di Semarang, Sabtu (26/9/2026). (ist) Agustina Dorong Anak Muda Semarang Ubah Kreativitas Jadi IP Bernilai Ekonomi
Next Article Dari Coding ke Solusi Nyata, Anak Muda Jateng Adu Inovasi AI

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sekda Banyumas Tegaskan Tak Ajukan Pengunduran Diri, Begini Penjelasannya

Pilkades Purbalingga Siapkan Anggaran Pengamanan Rp1,3 Miliar

Utang Menumpuk Bukan Berarti Perusahaan Harus Gulung Tikar, Ada PKPU

Jateng Siapkan 10 Ribu Vaksin Rabies Gratis

Dari Coding ke Solusi Nyata, Anak Muda Jateng Adu Inovasi AI

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Gaspol di Sirkuit, Cuan Jalan-Jalan Ikut Ngebut

Juni 8, 2026
Info

OTT Bupati Pemalang, Luthfi: Sudah Diingatkan Berkali-kali, Kami Sangat Prihatin

Juli 29, 2026
Tumbuh

Empat Stasiun KAI di Jateng Kini “Panen” Matahari

Juli 16, 2026
Info

Taj Yasin Puji Cara Muhammadiyah Jateng Jaga Harmoni Sosial

Januari 12, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jateng Kebanjiran Event Lari, UMKM Ikut Panen Cuan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?