BACAAJA, SEMARANG – Bekerja seharian di kantor belakangan dikaitkan dengan istilah “office ageing” yang ramai dibahas di media sosial. Kondisi ini disebut-sebut membuat wajah terlihat lebih kusam, mata tampak lelah, bahkan memicu penuaan dini.
Unggahan di media sosial menggambarkan perubahan wajah seseorang setelah berbulan-bulan menghabiskan waktu di kantor. Ada yang mengaitkannya dengan udara ruangan yang kering, ventilasi, paparan layar komputer, sampai tingginya karbon dioksida.
Namun, apakah duduk lama di balik meja kerja memang otomatis bikin kulit lebih cepat menua? Dokter spesialis kulit dan kelamin RS Hermina Purwokerto, Citra Primanita, menjelaskan bahwa istilah tersebut sebenarnya bukan diagnosis medis resmi.
“Office Ageing” Bukan Diagnosis Medis
Citra mengatakan, istilah “office ageing” lebih cocok digunakan untuk menggambarkan kumpulan paparan lingkungan dan gaya hidup yang dialami seseorang selama bekerja.
Dalam dunia medis, konsep tersebut berkaitan dengan exposome, yakni keseluruhan paparan lingkungan dan gaya hidup yang diterima tubuh sepanjang hidup dan dapat memengaruhi kesehatan, termasuk kondisi kulit.
Rutinitas pekerja kantoran bisa menjadi contoh. Pagi hari seseorang mungkin sudah terkena sinar matahari dan polusi saat perjalanan menuju kantor.
Setelah sampai, aktivitas berlanjut dengan duduk berjam-jam di ruangan ber-AC sambil menatap layar. Waktu makan kadang terbatas, lalu perjalanan pulang kembali mempertemukan tubuh dengan panas dan polusi.
Bukan Laptop yang Langsung Bikin Keriput
Menurut Citra, rangkaian aktivitas tersebut memang dapat ikut memengaruhi kondisi kulit jika berlangsung terus-menerus. Namun, bukan berarti bekerja di depan laptop otomatis membuat seseorang cepat keriput.
Bukti ilmiah mengenai pengaruh langsung paparan cahaya dari layar laptop terhadap penuaan kulit juga masih terbatas. Karena itu, hubungan tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Justru ada faktor lain di lingkungan kantor yang lebih perlu diperhatikan. Salah satunya adalah udara ruangan yang terlalu kering akibat penggunaan pendingin udara.
Udara dengan kelembapan rendah dapat meningkatkan kehilangan air dari permukaan kulit. Akibatnya, kulit bisa terasa lebih kering, tertarik, sensitif, atau tampak kusam setelah seharian berada di dalam ruangan.
AC Bisa Ganggu “Skin Barrier”
Lapisan terluar kulit atau skin barrier punya fungsi penting untuk mempertahankan kadar air sekaligus menjadi pertahanan awal terhadap lingkungan.
Ketika lapisan ini terganggu, kulit bisa lebih mudah mengalami kekeringan dan iritasi. Kondisi tersebut bisa membuat wajah terlihat kurang segar meski seseorang sudah menggunakan berbagai produk perawatan kulit.
Citra mengingatkan, wajah kusam setelah seharian bekerja tidak selalu berarti seseorang kekurangan serum anti-aging. Bisa saja persoalannya justru berasal dari kondisi skin barrier yang sedang tidak optimal.
Karena itu, perawatan kulit tidak melulu soal mengejar produk anti-penuaan. Menjaga kelembapan kulit dan mengurangi faktor yang bisa mengganggu skin barrier juga penting.
Perjalanan ke Kantor Tak Kalah Berpengaruh
Paparan yang terjadi saat perjalanan pergi dan pulang kantor juga tidak boleh dilupakan. Menurut Citra, sinar ultraviolet atau UV tetap menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan.
Risikonya terutama lebih besar bagi orang yang sering terpapar matahari dalam perjalanan atau banyak beraktivitas di dekat jendela.
Pada orang yang memiliki masalah pigmentasi, cahaya tampak atau visible light juga dapat menjadi perhatian karena berpotensi berperan dalam terjadinya hiperpigmentasi.
Selain sinar matahari, polusi lalu lintas juga dapat ikut memengaruhi kondisi kulit. Paparan partikulat dan polutan tertentu dikaitkan dengan perubahan pigmentasi serta tekstur kulit.
Stres dan Kurang Tidur Ikut Main
Rutinitas kantor juga sering berjalan bersama tekanan pekerjaan, lembur, dan jam tidur yang berantakan. Padahal, kulit membutuhkan waktu untuk melakukan pemulihan dan menjaga keseimbangannya.
Kualitas tidur yang buruk dikaitkan dengan fungsi skin barrier yang lebih rendah serta tanda-tanda penuaan kulit yang lebih terlihat. Stres juga dapat mengganggu proses pemulihan lapisan pelindung kulit.
Itulah sebabnya seseorang bisa merasa wajahnya terlihat lebih kusam, sensitif, atau mengalami masalah kulit tertentu ketika sedang berada dalam periode kerja yang sangat padat.
Jadi, istilah “office ageing” lebih tepat dipahami sebagai gambaran efek gabungan dari berbagai kebiasaan dan paparan selama bekerja. Bukan berarti kantor atau laptop sendirian menjadi penyebab wajah cepat tua.
Paparan UV dan polusi saat perjalanan, udara kantor yang kering, stres, kurang tidur, serta gaya hidup yang kurang sehat justru menjadi rangkaian faktor yang perlu diperhatikan. Dengan kata lain, merawat kulit bukan cuma soal menambah skincare, tetapi juga menjaga pola hidup dan memberi tubuh waktu untuk pulih. (*)

