BACAAJA, SEMARANG – Penggunaan skincare kini makin dekat dengan keseharian remaja. Bahkan, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyoroti kebiasaan anak usia SMP yang sudah mulai membeli dan memakai berbagai produk perawatan kulit.
Wakil Kepala Dinkes DKI Jakarta Savitri Handayana meminta masyarakat tidak asal memilih skincare hanya karena tergiur tren atau ingin tampil lebih menarik. Menurutnya, produk kecantikan yang tidak aman bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang.
Hal ini disampaikan Savitri saat menghadiri World Pharmacists Day 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (25/9/2026). Ia menyinggung makin mudahnya remaja mengakses produk kecantikan, terutama melalui platform online.
Savitri mengatakan, usia pengguna skincare sekarang semakin muda. Anak yang masih duduk di bangku SMP pun sudah bisa dengan mudah membeli produk perawatan kulit hanya lewat beberapa kali klik.
Kemudahan tersebut, menurut dia, perlu diimbangi dengan pengetahuan yang cukup. Jangan sampai remaja membeli skincare hanya karena mengikuti tren media sosial tanpa mengecek keamanan dan legalitas produknya.
Skincare Ilegal Masih Mudah Ditemukan
Dinkes DKI Jakarta juga menyoroti masih adanya produk skincare yang belum memiliki legalitas dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Produk semacam ini tetap bisa beredar dan dijual secara bebas, termasuk melalui toko online.
Savitri mengatakan, kecepatan transaksi digital membuat produk kecantikan bisa sampai ke tangan pembeli dalam waktu singkat. Kondisi itu membuat masyarakat perlu lebih teliti sebelum membeli.
Menurutnya, keinginan untuk tampil cantik merupakan hal yang wajar. Namun, keinginan tersebut jangan sampai membuat konsumen mengabaikan faktor keamanan produk yang digunakan.
Karena itu, para apoteker yang dikukuhkan sebagai Agent of Change dalam World Pharmacists Day 2026 diharapkan ikut aktif memberikan edukasi kepada masyarakat.
Apoteker Diminta Ikut Kasih Edukasi
Edukasi dinilai penting karena konsumen tidak selalu memahami kandungan maupun risiko dari produk kecantikan yang mereka beli. Terlebih, informasi mengenai skincare di internet sangat beragam dan tidak semuanya bisa dijadikan acuan.
Savitri juga mengingatkan para pelaku usaha kecantikan agar memastikan produk yang mereka pasarkan sudah memenuhi ketentuan dan memiliki legalitas yang diperlukan.
Masyarakat pun disarankan tidak langsung percaya pada klaim produk yang beredar di media sosial. Mengecek legalitas dan informasi produk menjadi langkah sederhana sebelum memutuskan untuk membeli.
Perhatian Dinkes ini juga dikaitkan dengan kekhawatiran terhadap meningkatnya angka penderita kanker. Savitri meminta penggunaan produk yang berpotensi mengandung bahan berbahaya tidak dianggap sebagai persoalan sepele.
Bukan Cuma Skincare yang Perlu Diawasi
Selain urusan skincare, Savitri mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengonsumsi obat. Penggunaan obat tanpa memperhatikan aturan dan kebutuhan medis juga dapat menimbulkan masalah kesehatan serius.
Ia mencontohkan kondisi pasien yang harus menjalani cuci darah. Menurut Savitri, pasien yang menjalani prosedur tersebut kini tidak hanya berasal dari kelompok usia lanjut.
Bahkan, ia menyebut sudah ada masyarakat berusia sekitar 20 tahun yang menjalani cuci darah. Kondisi itu menjadi pengingat bahwa masalah kesehatan serius juga bisa dialami kelompok usia muda.
Karena itu, pola hidup sehat dan kehati-hatian dalam mengonsumsi obat perlu dibiasakan sejak usia muda.
Jangan Sampai Jadi Bom Waktu
Savitri berharap peningkatan angka harapan hidup di DKI Jakarta juga dibarengi dengan kualitas kesehatan yang baik. Menurutnya, panjang umur saja tidak cukup jika masyarakat justru harus menghadapi berbagai penyakit pada usia produktif.
Ia menilai kesehatan masyarakat menjadi bagian penting agar peningkatan usia harapan hidup tidak justru menjadi beban di kemudian hari.
Savitri juga mengingatkan bahwa persoalan kesehatan tidak bisa hanya ditangani ketika seseorang sudah sakit. Edukasi dan kebiasaan hidup sehat perlu dibangun sejak dini, termasuk dalam memilih skincare maupun obat.
Bagi remaja yang mulai menggunakan skincare, kehati-hatian menjadi hal penting. Produk yang aman dan memiliki legalitas jelas perlu menjadi pertimbangan, bukan sekadar mengikuti tren atau mengejar hasil instan. (*)

