BACAAJA, SEMARANG– Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menegaskan pengisian jabatan di lingkungan Pemprov Jateng dilakukan melalui mekanisme manajemen talenta, bukan praktik titip-menitip.
Pernyataan tersebut disampaikan Luthfi saat melantik 22 pejabat di lingkungan Pemprov Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (21/9/2026). Pelantikan terdiri atas enam pejabat pimpinan tinggi pratama, empat pejabat administrator, dua pejabat pengawas, dan 10 pejabat fungsional.
Luthfi menjelaskan, pengisian sejumlah jabatan dilakukan karena terdapat posisi yang kosong setelah pejabat sebelumnya pensiun maupun tidak lagi menduduki jabatan tersebut.
Menurut dia, proses pengisian dilakukan melalui tahapan manajemen talenta, termasuk asesmen, verifikasi, dan uji kompetensi. Ia juga menekankan pentingnya integritas, keterbukaan, serta kesesuaian kemampuan dengan bidang tugas masing-masing.
Baca juga: 1.049 Pejabat Pemprov Dilantik, Luthfi Gaspol Merit System
“Tidak ada di wilayah Provinsi Jawa Tengah yang dalam pengisian jabatan itu melalui jasa titip-titip. Semuanya harus sesuai dengan manajemen talenta,” tegas Luthfi.
Ia menyebut proses pelantikan tersebut telah mendapatkan persetujuan dan rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) sesuai mekanisme yang berlaku.
Luthfi mengatakan, masih terdapat sejumlah jabatan yang belum terisi. Pengisiannya akan dilakukan melalui tahapan di lingkungan Pemprov Jateng sebelum diajukan kepada pemerintah pusat.
Harus Amanah
Dalam kesempatan tersebut, Luthfi mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar memandang jabatan sebagai amanah. Menurutnya, ASN terikat norma, etika, dan aturan kepegawaian dalam menjalankan tugas.
“Apa pun jabatannya itu amanah. Kalau itu tidak amanah, maka tidak akan berkah baik diri sendiri maupun keluarga,” ujarnya. Luthfi juga meminta pejabat yang dilantik memperkuat kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah. Ia mengibaratkan ASN sebagai bagian dari satu gerbong pemerintahan yang bergerak menuju tujuan pembangunan yang telah direncanakan.
Dalam sambutan pelantikan, ia juga mengingatkan agar penempatan jabatan tidak dilihat dari persoalan suka atau tidak suka, tetapi berdasarkan kebutuhan organisasi. Hal tersebut juga menjadi bagian dari pesan Luthfi mengenai pentingnya integritas dan kompetensi dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Baca juga: Lantik Pejabat Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi: No Titipan, Ngebut Layani Warga
“ASN ibarat suatu gerbong pemerintah. Gerbong pemerintah ini menuju pada suatu tujuan yang telah direncanakan. Tahap demi tahap pembangunan terus berjalan dan berlanjut,” katanya.
Enam pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik yakni Uswatun Hasanah sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Endro Hudiyono sebagai Inspektur Provinsi Jateng, Ary Widiyantoro sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah serta Andi Suryanto sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah.
Berikutnya Linda Widiastuti Ariningrum dilantik sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, sedangkan Joko Mulyono dipercaya sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa. Selain enam pejabat pimpinan tinggi pratama tersebut, dilantik pula empat pejabat administrator, dua pejabat pengawas, dan sepuluh pejabat fungsional.
Dengan mekanisme manajemen talenta yang disebut Pemprov Jateng digunakan dalam pengisian jabatan, perhatian berikutnya berada pada tahap setelah pelantikan: bagaimana kompetensi yang sudah diseleksi tersebut diterjemahkan menjadi kinerja dan pelayanan publik.
Sebab, jabatan boleh diberikan melalui proses panjang, tetapi ukurannya pada akhirnya tetap sederhana: apa yang berubah dan dirasakan masyarakat setelah pejabat mulai bekerja. (tebe)

