BACAAJA, JAKARTA – Ada yang mulai rajin cek isi dompet setelah uang pecahan Rp100.000 bertanda tangan Purbaya Yudhi Sadewa ramai dibicarakan. Uang tersebut kini menarik perhatian karena tanda tangan yang tercetak di dalamnya berasal dari pejabat yang sudah tak lagi menduduki posisi tersebut.
Yang bikin menarik, uang itu bukan sekadar lembaran baru yang muncul di pasaran. Pecahan Rp100.000 Tahun Emisi (TE) 2022 dengan Tahun Cetak 2026 tersebut memuat tanda tangan Purbaya sebagai Menteri Keuangan dan Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).
Kemunculannya pada September 2026 kemudian ramai di kalangan penggemar numismatik. Sebagian warganet bahkan mulai ikut mengecek uang yang mereka simpan, penasaran apakah ada lembaran dengan kombinasi tanda tangan tersebut.
Tanda Tangan Lama Masih Ada di Uang Cetakan 2026
Perhatian terhadap uang ini muncul setelah posisi kedua pejabat berubah. Purbaya sebelumnya menjabat Menteri Keuangan sebelum digantikan Suahasil Nazara pada September 2026. Serah terima jabatan Purbaya kepada Suahasil berlangsung pada 15 September 2026.
Sementara itu, Perry Warjiyo juga telah mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur BI pada 2026. Karena itu, lembaran uang yang sudah telanjur dicetak dengan tanda tangan keduanya menjadi salah satu variasi yang menarik perhatian kolektor.
Bank Indonesia sendiri menjelaskan bahwa uang kertas Rupiah memang memuat tanda tangan Gubernur BI dan Menteri Keuangan. Pada pecahan Rp100.000 TE 2022, kedua posisi tersebut tercantum sebagai penanda tangan uang.
Artinya, perubahan pejabat tidak serta-merta membuat uang yang sudah beredar menjadi tidak berlaku. Lembaran tersebut tetap merupakan uang Rupiah dengan nilai nominal sesuai yang tertera.
Warganet Ikut Bongkar Isi Dompet
Ramainya uang bertanda tangan Purbaya juga terlihat di media sosial. Sejumlah warganet mengaku senang setelah menemukan pecahan Rp100.000 dengan tanda tangan mantan Menteri Keuangan tersebut.
Salah satunya akun @finnasm yang mengaku sudah lama mencari uang dengan tanda tangan Purbaya.
“Yeayy punya 1 uang lembar 100rb yang ada ttd Pak Purbaya. Kemarin nyari-nyari aku,” tulisnya.
Ada pula warganet yang mengajak orang lain mengecek uang di dompet masing-masing. Mereka penasaran apakah masih menyimpan pecahan dengan kombinasi tanda tangan Purbaya dan Perry.
Akun @christopherkeju misalnya, mengingatkan warganet untuk memeriksa uang yang sedang mereka pegang.
“Cek dompet kalian, barangkali lagi megang uang Rupiah tanda tangannya Purbaya. Bisa jadi bakal jadi barang kolektor tuh, tahun ini udah ganti lagi tanda tangannya,” tulisnya.
Komentar serupa juga datang dari akun @sfalahn. Ia mengaku ikut membongkar uang yang dimilikinya setelah melihat ramainya pembahasan soal tanda tangan Purbaya.
“Gara-gara warga pada heboh ttd Pak Purbaya di uang 100 ribu. Jadi ngecekin kita satu-satu wkwkwk,” tulisnya.
Bukan Berarti Uangnya Jadi Lebih Mahal
Meski mulai dilirik kolektor, keberadaan tanda tangan Purbaya dan Perry tidak otomatis membuat uang tersebut memiliki nilai lebih tinggi dari nominalnya. Perhatian komunitas numismatik lebih berkaitan dengan variasi tanda tangan pejabat yang tercetak pada uang dan masa peredarannya.
BI mencatat pecahan Rp100.000 TE 2022 tetap memiliki nilai nominal Rp100.000 dan sampai saat ini tidak ditarik dari peredaran. Uang tersebut juga memang memiliki penanda tangan Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan.
Jadi, kalau kebetulan menemukan uang Rp100.000 Tahun Cetak 2026 dengan tanda tangan Purbaya dan Perry, uang tersebut tetap sah digunakan untuk transaksi. Soal apakah nantinya menjadi incaran kolektor atau mempunyai nilai jual khusus, hal itu merupakan urusan pasar numismatik dan tidak otomatis ditentukan hanya dari tanda tangan yang tercetak.
Untuk sementara, fenomena ini lebih tepat dilihat sebagai salah satu variasi uang Rupiah yang menarik perhatian penggemar koleksi. Warganet pun masih ramai berburu dan mengecek dompet masing-masing, siapa tahu ada “harta karun” kecil yang selama ini terselip tanpa disadari. (*)

