BACAAJA, SOLO – Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun, Murjoko, dan sejumlah jajaran pengurus bertemu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Sumber, Solo, Senin (14/9/2026).
Selain silaturahmi, Murjoko menyebut kedatangan rombongan PSHT Pusat Madiun juga meminta arahan Jokowi soal perjalanan organisasi ke depan.
Murjoko mengatakan hubungan PSHT dengan Jokowi memang sudah terjalin sejak lama. Karena itu, pihaknya ingin hubungan tersebut tetap terjaga.
“Kami hanya silaturahmi saja dengan beliau. Dulu waktu beliau menjabat (presiden), kita juga sering bersilaturahmi,” kata Murjoko.
Bacaaja: Jokowi Tegaskan Dukung Penuh PSI
Bacaaja: Kerja Keras Jokowi Besarkan PSI Sia-sia? Survei PPI Ungkap Hal Ini
Ketua Lembaga Hukum dan Advokasi PSHT Pusat Madiun, Maryono, mengatakan kedatangan mereka juga untuk menyampaikan kondisi organisasi kepada Jokowi.
Mulai dari perjalanan PSHT, perkembangan organisasi, hingga rencana ke depan dibahas dalam pertemuan tersebut. PSHT juga meminta pandangan Jokowi untuk menyikapi kondisi organisasi saat ini.
Maryono menyebut Jokowi dipilih untuk dimintai pertimbangan karena memiliki hubungan yang cukup panjang dengan PSHT. Bahkan, menurutnya, PSHT pernah menjadi salah satu kelompok yang mendukung Jokowi dalam perjalanan politiknya pada 2014 dan 2019.
“Intinya, kita tetap mohon arahan, petunjuk beliau dalam rangka menyikapi situasi kondisi saat ini,” ujarnya.
Pertemuan tersebut mendapat respons positif dari Jokowi. Menurut Maryono, Jokowi mengapresiasi kedatangan jajaran PSHT dan menyampaikan terima kasih atas kunjungan tersebut.
Namun, ketika ditanya apakah pertemuan itu menjadi bentuk dukungan PSHT terhadap langkah politik Jokowi ke depan, Maryono memilih tidak buru-buru menyimpulkan.
“Kita lihat perjalanannya,” katanya.
Buka peluang Jokowi jadi Pembina PSHT
PSHT juga membuka peluang jika Jokowi nantinya bersedia menjadi Dewan Pembina PSHT. Maryono mengatakan pihaknya bakal menyambut baik jika Jokowi bersedia mengambil peran tersebut.
“Kami menyambut baik apabila Jokowi bersedia (dewan pembina). Kita tunggu saja,” ujarnya.
Untuk saat ini, belum ada keputusan Jokowi terkait tawaran tersebut. PSHT memilih menunggu perkembangan setelah pertemuan dengan mantan Presiden tersebut. (*)

