Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Hikayat Tari Soreng dan Sekarlele, Warisan Wuluh Nampu yang Terus Dijaga Anak Muda
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tumbuh

Hikayat Tari Soreng dan Sekarlele, Warisan Wuluh Nampu yang Terus Dijaga Anak Muda

R. Izra
Last updated: September 14, 2026 7:49 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
TARI SORENG--Penari Soreng tampil dalam Gebyar Budaya Desa Peron dalam rangka Peringatan HUT RI, di Kendal. (ist)
TARI SORENG--Penari Soreng tampil dalam Gebyar Budaya Desa Peron dalam rangka Peringatan HUT RI, di Kendal. (ist)
SHARE

HENTAKAN kaki terdengar kuat saat belasan penari mulai bergerak. Pedang dan tameng di tangan mereka ikut dimainkan mengikuti irama. Gerakannya tegas, gagah, dan penuh tenaga.

Itulah Tari Soreng yang masih dilestarikan pemuda Dusun Wuluh Nampu, Desa Peron, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Tarian tradisional ini menjadi salah satu kesenian yang terus dijaga keberadaannya melalui Sanggar Langen Mudha Santosa.

Tari Soreng sebenarnya bukan kesenian asli Wuluh Nampu. Tarian ini lahir dari kawasan Kabupaten Magelang, khususnya daerah lereng Gunung Merbabu dan Gunung Andong, sebelum kemudian masuk dan berkembang di Wuluh Nampu sekitar 1980-an.

Nama Soreng berasal dari kata “suro” dan “ing”. Tarian ini menggambarkan sosok prajurit yang digambarkan selalu menang di mana pun berada.

Ketua Kesenian Dusun Wuluh Nampu, Parno, mengatakan karakter Tari Soreng tidak lepas dari kehidupan masyarakat di daerah pegunungan.

Hentakan kaki yang kuat menjadi bagian penting dalam tarian. Gerakan tersebut menggambarkan masyarakat pegunungan yang terbiasa bekerja keras, mulai dari mengolah ladang hingga membawa hasil pertanian melewati medan yang naik-turun.

Di Wuluh Nampu, Tari Soreng juga dikembangkan dengan jumlah penari yang lebih banyak. Jika umumnya dimainkan minimal 10 orang, para pemuda Sanggar Langen Mudha Santosa mengemasnya secara kolosal dengan melibatkan 16 penari.

Mereka memainkan sejumlah tokoh, mulai dari Wiropati, Adipati Arya Penangsang, pelatih Patih Rongga Meraung, hingga barisan prajurit. Pedang dan tameng menjadi bagian dari properti yang membuat pertunjukan terasa semakin gagah.

Selain Soreng, Sanggar Langen Mudha Santosa juga menjaga keberadaan Tari Sekarlele. Tarian ini membawa cerita berbeda, yakni menggambarkan gladi perang laskar Pangeran Diponegoro dalam menghadapi Belanda.

Tari Sekarlele dimainkan 13 orang. Delapan penari membawa tombak, empat lainnya menggunakan pedang, sedangkan satu penari berperan sebagai komandan.

Yang menarik, kekuatan Tari Sekarlele tidak hanya terlihat dari gerakannya. Kostumnya memadukan pakaian adat Jawa dengan sentuhan seragam militer prajurit Kerajaan Turki, lengkap dengan selempang khas.

Dua tarian tersebut menjadi bagian dari identitas kesenian Wuluh Nampu. Cerita tentang tokoh seperti Arya Penangsang dan Pangeran Diponegoro dipadukan dengan gerakan yang kuat serta tampilan busana yang khas.

Kesenian Wuluh Nampu telah tampil dalam sejumlah agenda daerah, seperti Karnaval HUT ke-80 RI yang diselenggarakan Dinas Kesenian dan Kebudayaan Kendal serta peringatan Hari Jadi Kabupaten Kendal ke-420.

Pelestarian itu turut mendapat dukungan dari Bidang Pengabdian Masyarakat BEM Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip).

“Kesenian tersebut ada di Wuluh Nampu yang merupakan desa binaan dari BEM FH Undip. Kami ingin mengangkat kesenian ini agar lebih dikenal masyarakat luas,” ujar Ketua Pelaksana Desa Binaan Bidang Pengabdian Masyarakat, BEM FH Undip, Raya Aqil Abdurrahman, Minggu (13/9/2026). (bae)

You Might Also Like

Melacak Keberadaan Nusron Wahid, Dirjen Imigrasi: Belum Terinformasi Kembali ke Indonesia

Masak di Pinggir Jalan, Polrestabes Semarang Bagikan 600 Takjil

MTQ Datang, Festival Kota Lama Diperpanjang

Perdana! Flight Internasional Kuala Lumpur-Semarang Ludes Terjual

Banyak Peluang, Nol Gol! Penyelesaian Akhir Jadi PR

TAGGED:headlinekendaltari sorengwuluh numpu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jangan Asal Cium Bayi, Risikonya Bisa Serius
Next Article 14 Siswa Jadi Korban, KPAI Desak Guru NTT Dijerat Berlapis

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Beras Subsidi Dioplos Jadi Premium, 8 Pejabat Dicopot

Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko sedang di rumah sakit melihat usai melihat jenazah Ayudiah Rivana Tridiandinita, Rabu (28/10/2026). (bae)

KONI Jateng Sebut Penanganan Atlet Silat Semarang yang Meninggal sudah Sesuai SOP

RAIH PENGHARGAAAN- Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menunjukkan penghargaan Mandaya Awards 2026 kategori Pemerintah Kabupaten Terbaik dalam Penurunan Tingkat Kemiskinan dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM). Penghargaan tersebut diserahkan dalam puncak acara Mandaya Awards 2026 di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Wonosobo Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026, Pemkab Terbaik Turunkan Tingkat Kemiskinan

Diskominfo Ngawi Gandeng Media, Keterbukaan Informasi Tak Cukup Sekadar Slogan

Bupati Ngawi Ingatkan Akreditasi RSUD Jangan Cuma Kejar Sertifikat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wali Kota Solo Respati Ardi mendampingi Wamenpora RI, Taufik Hidayat, menyambut kepulangan atlet di Bandara Adi Soemarmo, Selasa (27/1/2026) malam.
Olahraga

Atlet NPC Solo Panen 15 Medali di ASEAN Para Games Tailan, Respati Siapkan Fasilitas Khusus

Januari 28, 2026
Info

Zulhas Minta Waktu Sebulan Benahi MBG

Juli 16, 2026
Para debitur siluman yang dipinjam nama untuk utang bank, diperiksa sebagai saksi sidang di pengadilan, Kamis (12/3/2026). (bae)
Hukum

Cerita Debitur Siluman Korupsi BPR Artha Jepara: Namanya Dipinjam, Dapat Fee Puluhan Juta Rupiah

Maret 12, 2026
Walikota Semarang Agustina Wilujeng bertukar plakat dengan Komisi VII DPR RI usai gelaran kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR di Sentra Batik Semarang, Jumat (27/9/2025). DPR menyoroti pentingnya standarisasi desa wisata se-Iindonesia agar lebih memiliki manfaat bagi warga. Foto: dok.
Info

Standardisasi Desa Wisata: Saatnya Hentikan Copy-Paste dan Fokus ke Identitas Lokal

September 29, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Hikayat Tari Soreng dan Sekarlele, Warisan Wuluh Nampu yang Terus Dijaga Anak Muda
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?