Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Menag Dorong Indonesia Jadi Rujukan Penjurian MTQ Dunia
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Menag Dorong Indonesia Jadi Rujukan Penjurian MTQ Dunia

MTQ di Indonesia bukan lagi sekadar agenda tahunan. Dari Semarang, Menteri Agama Nasaruddin Umar ingin pengalaman panjang Indonesia menggelar MTQ naik level: bukan cuma jadi tuan rumah, tetapi ikut menentukan standar penjurian MTQ di dunia.

T. Budianto
Last updated: September 13, 2026 4:51 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
JURI MTQ: Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan sambutan saat Pengukuhan Dewan Pengawas dan Dewan Hakim MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Grand Candi Hotel, Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Indonesia punya modal panjang untuk menjadi rujukan penilaian Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di tingkat internasional. Sejak 1969, MTQ terus digelar secara konsisten di Indonesia, dari tingkat daerah hingga nasional. Kini, pengalaman tersebut ingin dibawa ke level yang lebih tinggi.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong agar kualitas sistem penilaian MTQ di Indonesia terus diperkuat hingga bisa menjadi standar yang dirujuk secara internasional.

Hal itu disampaikan saat mengukuhkan Dewan Pengawas dan Dewan Hakim MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Grand Candi Hotel, Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026).

Sebanyak 162 orang dikukuhkan dalam agenda tersebut. Mereka terdiri atas tujuh Dewan Pengawas, empat pimpinan Dewan Hakim, dan 151 anggota Dewan Hakim.

Menurut Nasaruddin, kualitas penjurian menjadi salah satu kunci keberhasilan MTQ. Sebagus apa pun penyelenggaraannya, kata dia, tetap bisa bermasalah jika proses penilaiannya tidak berjalan dengan baik. “Kali ini kita masuki suatu lembaran baru dunia perhakiman di dalam MTQ ini,” ujarnya.

Baca juga: Semarang Berubah Jadi Panggung Keberagaman Saat Pawai MTQ

Nasaruddin mendorong pelatihan dan pengembangan kapasitas hakim dilakukan secara berkelanjutan. Ia bahkan membayangkan adanya asosiasi internasional Dewan Hakim MTQ.

Gagasan tersebut dinilai relevan karena penyelenggaraan MTQ kini tidak hanya berkembang di negara-negara mayoritas muslim. Sejumlah negara lain, termasuk Amerika Serikat dan Rusia, juga telah menggelar kegiatan serupa.

Di titik inilah Indonesia dinilai punya keunggulan pengalaman. “MTQ ya patronnya adalah Indonesia. Tidak ada satu negara yang secara konsisten mulai dari tahun 1969 nonstop sampai hari ini, kita tetap melaksanakan MTQ,” kata Nasaruddin.

Frekuensi penyelenggaraan MTQ di Indonesia juga cukup tinggi. Dalam setahun, menurut Nasaruddin, ada sekitar 25 penyelenggaraan MTQ tingkat nasional yang digelar berbagai lembaga dan organisasi.

Mulai dari Korpri, lembaga pemasyarakatan, kepolisian, TNI, perguruan tinggi hingga BUMN. Artinya, Indonesia sebenarnya punya “laboratorium” penjurian yang berjalan hampir sepanjang tahun.

Standar Penilaian

Pengalaman tersebut perlu diikuti dengan standar penilaian yang semakin kuat. Apalagi, Indonesia juga kerap diminta mengirimkan hakim untuk menjadi juri dalam penyelenggaraan MTQ di luar negeri.

Karena itu, kaderisasi hakim, pelatihan berkelanjutan, dan penyusunan standar penilaian menjadi pekerjaan penting agar kapasitas Indonesia tidak berhenti di tingkat nasional.

Nasaruddin juga mengingatkan bahwa kemampuan teknis saja tidak cukup. Hakim harus punya integritas dan disiplin agar hasil penilaian tetap dipercaya.

Mereka diminta menghindari tindakan yang bisa memunculkan kecurigaan selama proses penjurian. “Teman-teman kita yang terbukti melakukan keluar daripada etika perhakiman, maka mungkin dipertimbangkan untuk kita tidak pakai lagi,” tegasnya.

Dewan Pengawas juga diminta aktif turun langsung memastikan proses penilaian berlangsung sesuai ketentuan. Pengawasan dilakukan dengan melihat kondisi di lokasi lomba dan mengidentifikasi hal-hal yang berpotensi mengganggu kualitas penilaian.

Baca juga: MTQ Nasional, Pemprov Siapkan 306 Nakes

Di balik ketatnya penilaian, Nasaruddin mengingatkan besarnya pengorbanan para Dewan Hakim yang bertugas. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai ahli, rektor dan wakil rektor, pendakwah, pelatih hingga dosen senior. Selama bertugas, mereka harus meninggalkan pekerjaan dan keluarga.

Karena itu, ia meminta penghargaan terhadap para Dewan Hakim tidak dikurangi. Bahkan, Nasaruddin secara khusus meminta Gubernur Jateng memberikan penghargaan kepada mereka sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian selama MTQ Nasional. “Saya menghimbau kepada Pak Gubernur, mari kita berikan semacam penghargaan khusus para dewan hakim,” jelasnya.

Dalam pengukuhan tersebut, Dewan Pengawas dipimpin M Darwis Hude. Sementara Dewan Hakim diketuai Syibli Syarjaya dengan Ahmad Daroji sebagai wakil ketua.

Dari Semarang, pesan yang dibawa Nasaruddin cukup jelas. Indonesia punya tradisi panjang dalam MTQ. Tinggal satu pekerjaan besar: mengubah pengalaman panjang itu menjadi standar yang bisa dipakai dunia.

Kalau selama ini Indonesia dikenal rajin menggelar MTQ, sekarang targetnya bukan cuma rajin bikin lomba. Jangan sampai kita cuma jadi tuan rumah yang sibuk pasang panggung, tapi standar penilaiannya malah impor. (tebe)

You Might Also Like

Dari Sampah Jadi Listrik: Pemprov, Pemkot Semarang dan Pemkab Kendal Teken PKS

Wagub Dorong Jateng Ngebut ke Energi Hijau

Ngeri! Detik-detik Bangunan Ponpes Al Adalah Ambruk Ditelan Tanah Gerak di Tegal

Sapu Bersih Emas, Silat Jateng Kampiun PON Bela Diri 2025

Batik Buatan Warga Lapas Bikin Agustina Angkat Topi

TAGGED:headlinemtq nasional 2026pemkot semarangpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article BMKG Ingatkan Hujan Deras dan Angin Kencang Hari Ini
Next Article Ilustrasi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Kasus Keracunan MBG di Karo Naik Penyidikan, Siapa bakal Jadi Tersangka?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Seharian Berhijab atau Helm, Kok Ketombe Muncul?

Mau Anak Jago Cari Solusi, Ini Trik dari Psikolog

MTQ di Semarang Bukan Cuma Soal Lomba, UMKM Ikut Cari Pasar

Ilustrasi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kasus Keracunan MBG di Karo Naik Penyidikan, Siapa bakal Jadi Tersangka?

Menag Dorong Indonesia Jadi Rujukan Penjurian MTQ Dunia

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Kemarau Baru Mulai, BPBD Jateng Sudah Kucurkan 654 Ribu Liter Air Bersih

Juni 25, 2026
Ekonomi

Mau Liburan? Tol Semarang-Solo Bilang: Gas Aja, Kami Siap!

Desember 14, 2025
Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Hukum

Skandal Presensi Fiktif 3.000 ASN Brebes: Bayar Aplikasi Rp250.000 Per Tahun, Polisi Buru Pengembang

Mei 7, 2026
ILUSTRASI IKN - Ilustrasi Ibu Kota Nusantara (IKN) jadi kota hantu. (grafis/wahyu)
Hukum

MK Batalin HGU 190 Tahun di IKN, Rem Tangan Proyek Kebablasan Jokowi

November 20, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Menag Dorong Indonesia Jadi Rujukan Penjurian MTQ Dunia
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?