BACAAJA, SEMARANG – Dalam sekitar sepekan terakhir, 1.415 orang di Jawa Tengah (Jateng) mengalami keracunan massal setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Kasus terbaru, keracunan MBG terjadi di Pati, dengan korban mencapai 231 orang dari sejumlah sekolah berbeda.
Sebelumnya, 777 siswa dan guru di SMAN 1 Lasem, Rembang, dilaporkan terdampak. Kemudian ada 136 siswa di SMAN 1 Tunjungan, Blora, serta 271 siswa di MAN 2 Rembang.
Dalam kasus keracunan MBG di Pati, Dinas Kesehatan Jawa Tengah (Dinkes) Jateng mencatat, 127 korban dari MTsN 3 Pati, 101 orang dari SMPN 1 Gembong, 1 orang dari MTs Manbaul Ulum, dan 7 orang dari Posyandu Desa Gembong.
“Dinkes Jateng masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab dari masing-masing kejadian,” Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jateng, Heri Purnomo, Kamis (10/9/2026).
Bacaaja: Lagi-lagi Keracunan MBG! 752 Siswa dan 25 Guru SMAN 1 Lasem Diare Massal
Bacaaja: Keracunan MBG Terbesar di Pati? 231 Siswa Tumbang, Operasional SPPG Gembong 1 Dihentikan Sementara
Kasus keracunan MBG Pati
Kasus keracunan MBG di Pati terjadi pada Selasa (8/9/2026). Saat itu, penerima MBG mendapat menu nasi bakar ayam suwir kemangi, kering tempe, telur ceplok, selada dan timun, semangka, serta kerupuk udang.
Di MTsN 3 Pati, makanan tiba sekitar pukul 11.50 WIB. Kemasan makanan mencantumkan batas konsumsi sebelum pukul 12.00 WIB.
Namun, keluhan baru muncul beberapa jam kemudian. Sejumlah siswa mengalami pusing, mual, muntah, sakit perut hingga diare.
Pada Rabu pagi, beberapa siswa dibawa ke IGD Puskesmas Gembong. Karena jumlah pasien bertambah, sebagian kemudian dirujuk ke RSUD RAA Soewondo dan RS Mitra Bangsa.
Sampel makanan hingga feses diperiksa
Petugas sudah mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium. Sampel muntahan dan feses korban juga dapat diperiksa untuk membantu mencari penyebabnya.
Keterangan dari para korban juga dikumpulkan. Mulai dari kapan makanan diterima, kapan dimakan, hingga berapa lama setelahnya gejala muncul.
Hasil laboratorium diperkirakan keluar dalam dua sampai tiga hari, tergantung jumlah sampel yang diperiksa. (dul)

