Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 16 Duta Quran Semarang Siap Tempur di MTQ
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

16 Duta Quran Semarang Siap Tempur di MTQ

Menjadi tuan rumah MTQ Nasional bukan cuma soal menyiapkan venue dan menyambut tamu. Semarang juga punya 16 “jagoan” yang bakal membela Jateng di panggung nasional.

T. Budianto
Last updated: September 10, 2026 6:32 pm
By T. Budianto
5 Min Read
Share
UANG SAKU: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti secara simbolis menyerahkan uang saku kepada perwakilan peserta MTQ asal Kota Semarang di Lobby Kantor Wali Kota, Jumat (4/9/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Sebanyak 16 peserta asal Kota Semarang siap tampil membela Jawa Tengah dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Nasional 2026 yang digelar di Kota Semarang, 11-19 September 2026.

Sebelum bertanding, para peserta mendapat pembekalan sekaligus uang saku dari Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti di Lobby Wali Kota Semarang, Jumat (4/9/2026).

Bagi Agustina, keterlibatan 16 peserta tersebut bukan sekadar urusan lomba. Mereka membawa nama Kota Semarang sekaligus menjadi bagian dari kafilah Jawa Tengah di ajang nasional.

Apalagi, Semarang tahun ini dipercaya menjadi pusat penyelenggaraan MTQ XXXI. Status tersebut dinilai sebagai berkah sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh warga kota.

Baca juga: Pemkot Serap Aspirasi Warga Lewat TarlingSemarang Tuan Rumah MTQ Nasional 2026

“MTQ ke-31 tahun 2026 yang diselenggarakan di Kota Semarang ini merupakan berkah yang luar biasa bagi kita. Selain menjadi titik pusat penyelenggara, kita bertanggung jawab menjaga kenyamanan seluruh kafilah yang hadir,” ujar Agustina.

Persiapan sebagai tuan rumah pun terus dikebut. Mulai kawasan Simpang Lima hingga berbagai venue pertandingan disiapkan untuk memberikan kenyamanan bagi kontingen dari seluruh Indonesia.

Namun, dampaknya tidak berhenti pada urusan acara keagamaan. Ribuan tamu yang datang juga diproyeksikan ikut menggerakkan ekonomi lokal, mulai hotel, kuliner, UMKM oleh-oleh, hingga transportasi.

Agustina mengajak warga Semarang ikut menjadi tuan rumah yang ramah sekaligus mengenalkan destinasi unggulan seperti Kota Lama, Pasar Johar, Kauman, Jalan Pemuda, hingga Lawang Sewu.

Makin Inklusif

MTQ XXXI juga membawa sejumlah catatan baru. Salah satunya kehadiran cabang ekshibisi khusus bagi penyandang disabilitas tuna rungu wicara serta pembentukan Majelis Kode Etik Hakim.

Dari 16 peserta asal Semarang, dua di antaranya merupakan penyandang disabilitas tuna rungu wicara yang akan tampil di tingkat nasional. Para peserta juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya PDAM, Bank Jateng, Baznas, serta PTQ.

Dukungan tersebut diarahkan untuk membantu persiapan sekaligus memperkuat mental bertanding. Menariknya, Agustina memilih tidak membebani para Duta Quran Semarang dengan target medali.

“Apakah saya memberi target harus juara? Tidak. Sebagai seorang ibu dan guru, saya melihat hal paling utama dalam kompetisi adalah pengalaman batin,” tegasnya.

Ia meminta para peserta tidak minder dengan kemampuan peserta lain. Justru keunikan dan keunggulan masing-masing harus menjadi modal saat tampil. “Kita harus yakin dan percaya diri bahwa saya memiliki uniqueness, saya memiliki diferensiasi. Saya bisa tampil jauh lebih baik,” tuturnya.

Salah satu peserta cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), Aulia Ais, mengaku sudah menjalani proses seleksi dan latihan sejak Januari. Alumni UIN Walisongo tersebut membawa karya ilmiah tentang pelestarian lingkungan dan kerukunan umat beragama.

Baca juga: Semarang Unjuk Jati Diri di MTQ Nasional

Menurut Aulia, konsistensi dan kerendahan hati menjadi modal penting menghadapi kompetisi. “Saya menjalani seleksi dan latihan sejak Januari. Kuncinya yang pertama adalah konsisten. Yang kedua tidak sombong atau tidak jemawa,” ungkapnya.

Sementara itu, peserta cabang Tilawah asal Mijen, Umar Izul Haq, juga menjalani persiapan cukup panjang. Ia mengikuti karantina sejak 20 Agustus dengan pola latihan yang ketat dan pendampingan pelatih berkaliber internasional.

Bahkan selama masa karantina, peserta diminta tidak pulang agar kondisi bacaan tetap stabil sampai hari perlombaan. “Untuk karantina mulai dari 20 Agustus kemarin. Jadi empat hari karantina terus dua harinya itu libur. Kemudian kami juga enggak boleh pulang agar bacaan kami tetap stabil hingga hari perlombaan tiba,” kata Umar.

Buat 16 peserta tersebut, panggung MTQ Nasional bukan sekadar tempat mengejar piala. Ada proses panjang, latihan, mental, dan pengalaman yang bakal dibawa pulang setelah kompetisi berakhir.

Menjadi “jagoan kandang” ternyata nggak otomatis harus pulang bawa piala. Agustina justru memilih membekali para peserta dengan kepercayaan diri, bukan beban juara. Sebab dalam lomba yang membawa nama Alquran, medali memang penting, tapi kalau mental sudah ciut sebelum tampil, bacaan sebagus apa pun bisa ikut gemetar. (tebe)

You Might Also Like

Cemburu Keras! Istri Potong Kemaluan Suami hingga Tewas

Paving Mumbul, Jalan Amburadul, Pemkot Bertahap Benahi Ngaliyan

Hakim Ungkap Kejamnya AKBP Basuki Biarkan Dosen Untag Mati, Singgung soal Selingkuhan

Pilgub 2029 Telan Rp1,2 Triliun, Jateng Sisihkan Dana dari Sekarang

Lebaran Usai, Sampah Numpuk: Respati Pimpin Apel ASN di TPA

TAGGED:agustina wilujengheadlinemtq nasional 2026pemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Geger Temuan Bayi Baru Lahir di Penggaron Kidul
Next Article DONOR DARAH - PLN Icon Plus menggelar donor darah yang diikuti karyawan PLN Group dan masyarakat dengan tema “Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya”. Donor darah digelar di Aula Kantor PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Semarang, Rabu (9/9/2026). PLN Icon Plus Hadirkan Program TJSL Donor Darah, Peduli Kemanusiaan dan Kesehatan Masyarakat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Genjot Ketahanan Pangan Semarang: Dari Kebun Warga hingga Pasar Murah

Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, 340 Ribu Orang Kebagian Peluang Kerja

Tinggal Satu Titik Api di Gunung Lawu, Luthfi Minta Petugas Jangan Pulang Dulu

YLBHI Soroti Pengerahan Ribuan Aparat Saat Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran

ASN Disuruh Naik Angkutan Umum Seminggu Sekali, Biar Nggak Cuma Jago Bikin Kebijakan!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

BEKAS ARTIS - Mantan artis ibu kota berinisial F, jadi tersangka penipuan investasi bodong dengan modus love scamming. Jaringan internasional yang berkantor di Solo Raya ini dibongkar oleh Polda Jateng. (ist)
Hukum

Bikin Bule AS Klepek-klepek, Mantan Artis Indonesia Terseret Love Scamming Rp41 Miliar

Juni 2, 2026
Ribuan warga Pati turun ke jalan menuntut Bupati Sudewo mundur.
Politik

Ribuan Orang Turun Jalan, Teriakan ‘Turunkan Sudewo Sekarang Juga’ Menggema di Pati

Agustus 13, 2025
Info

Rosok di Jalur Masuk Kota Lama Semarang Ditertibkan Satpol PP

Juli 16, 2026
Kondisi perkampungan di wilayah pesisir Senmarang, di Kelurahan Tambakrejo Kecamatan Semarang Utara. Tambak yang tidak lagi produktif, dan ancaman genangan rob yang menghantui sehari-hari. Foto: BAE
Sirkular

Adaptasi Warga Pesisir Semarang-Demak Mencari Penghidupan di Tengah Rob

Juli 20, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 16 Duta Quran Semarang Siap Tempur di MTQ
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?