Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jangan Asal Bongkar Kebohongan dari Gerakan Mata, Ikuti Trik Ini
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Jangan Asal Bongkar Kebohongan dari Gerakan Mata, Ikuti Trik Ini

Nugroho P.
Last updated: September 8, 2026 7:05 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi berbohong.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Pernah merasa seseorang sedang menyembunyikan sesuatu saat ngobrol? Banyak orang biasanya langsung memperhatikan mata lawan bicaranya. Dari situ muncul anggapan bahwa arah pandangan mata bisa membongkar apakah seseorang sedang jujur atau malah mengarang cerita.

Mitos yang cukup populer menyebut orang yang melirik ke kiri sedang berusaha mengingat sesuatu, sedangkan pandangan ke kanan dianggap tanda sedang menyusun kebohongan. Sekilas terdengar masuk akal, tetapi kenyataannya tidak sesederhana itu.

Gerakan mata ternyata tidak bisa dijadikan “alat pendeteksi kebohongan” yang berdiri sendiri. Jadi, kalau seseorang tiba-tiba melirik ke arah tertentu, jangan buru-buru menyimpulkan dia sedang bohong.

Anggapan soal arah mata tersebut berkaitan dengan teori bahwa sisi tertentu pada otak digunakan untuk mengingat, sementara sisi lainnya berkaitan dengan kreativitas. Dari teori itu kemudian muncul klaim bahwa arah pandangan mata bisa menunjukkan proses berpikir seseorang.

Namun, teori tersebut tidak cukup kuat untuk dijadikan patokan dalam menentukan seseorang berbohong atau tidak. Orang bisa menggerakkan mata karena berbagai alasan, seperti sedang berpikir, mencari kata yang tepat, merasa gugup, atau sekadar mengikuti kebiasaan.

Meski begitu, ada sejumlah perubahan perilaku yang kadang muncul ketika seseorang merasa tertekan saat menjawab pertanyaan. Misalnya, tubuh menjadi lebih tegang atau muncul gerakan yang tidak biasa dibandingkan kondisi normalnya.

Seseorang juga bisa terlihat lebih banyak berkeringat ketika merasa gugup. Napasnya dapat berubah menjadi lebih cepat atau berat, terutama jika ia berada dalam situasi yang membuatnya tidak nyaman.

Perubahan suara juga kadang terlihat. Nada bicara bisa menjadi lebih tinggi, lebih pelan, atau justru terdengar monoton karena orang tersebut sedang berusaha mengendalikan emosinya.

Ekspresi wajah pun dapat berubah. Wajah terlihat kaku, gerakan bibir berbeda, atau dahi tampak lebih tegang bisa menjadi tanda seseorang sedang merasa tidak nyaman.

Gerakan tangan juga bisa ikut berubah. Ada orang yang tanpa sadar memainkan benda, menggosok-gosokkan tangan, menyentuh hidung, atau menutup mulut ketika sedang gugup.

Sebagian orang bahkan menggunakan benda di sekitarnya sebagai semacam penghalang. Misalnya, meletakkan cangkir, kertas, pulpen, atau benda lain di antara dirinya dan lawan bicara.

Tetapi lagi-lagi, tanda-tanda tersebut bukan bukti otomatis bahwa seseorang sedang berbohong. Orang yang jujur pun bisa melakukan hal yang sama ketika sedang cemas, malu, takut dinilai, atau berada dalam situasi yang membuatnya tertekan.

Ada pula anggapan bahwa mengganti topik pembicaraan bisa membantu membongkar kebohongan. Jika seseorang terlihat sangat lega setelah topik berganti, hal itu sering dianggap sebagai tanda ia sebelumnya sedang berbohong.

Sebaliknya, orang yang kembali membawa pembicaraan ke topik awal dianggap lebih mungkin berkata jujur. Namun, pola seperti ini juga tidak bisa dijadikan patokan tunggal karena setiap orang punya respons berbeda ketika menghadapi pertanyaan yang sulit.

Cara yang lebih masuk akal adalah melihat keseluruhan perilaku dan konteks pembicaraan. Perhatikan apakah ceritanya berubah-ubah, apakah jawabannya bertentangan dengan informasi yang sudah diketahui, dan apakah ada bukti lain yang bisa diperiksa.

Jadi, mata memang bisa memberikan petunjuk soal kondisi seseorang, tetapi bukan berarti mata bisa langsung membongkar kebohongan. Menganggap seseorang pasti bohong hanya karena ia melirik ke kanan atau kiri justru bisa bikin kita salah menilai.

Kalau ingin mengetahui kebenaran sebuah cerita, jangan cuma mengandalkan bahasa tubuh. Cocokkan ucapan dengan fakta, kronologi, dan bukti yang tersedia.

Pada akhirnya, kemampuan membaca bahasa tubuh lebih tepat digunakan untuk memahami kondisi emosional seseorang, bukan sebagai “radar kebohongan”. Mata bisa memberi petunjuk, tetapi untuk menentukan benar atau tidaknya sebuah pernyataan, tetap dibutuhkan informasi yang lebih kuat. (*)

You Might Also Like

Rekomendasi Sepatu Wanita Paling Nyaman untuk Jalan Kaki

Deadline Mengejar, Lambung Ikut Kena Imbas

Anak Sering Begadang? Efeknya Ternyata Nggak Main-Main Lho Moms

Ayam Krispi ala McD Ternyata Lewat Banyak Tahap, Ikuti Yuk!

Doa Sebelum Santap MBG, Ikhtiar Jaga Diri dari Bahaya

TAGGED:bohongdeteksi kebohongangerak matagerak tubuh
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ngaku Bawa Air Bersih, Truk Tangki Ini Malah Bawa Jutaan Rokok Ilegal
Next Article PENGGELEDAHAN - Ilustrasi tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi. (ist) Korporasi Jadi Tersangka Korupsi, PT Toba Pulp Lestari Terjerat Kasus Ekspor Bubur Kertas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi babi hutan alias celeng.

Cerita Celeng Masuk Mimbar Masjid di Blora: Ditembak Mati, Dagingnya Dibuat Pesta Warga

Diduga Tipu Rp 380 Juta Bermodus PMB, Kuasa Hukum Desak Penyidikan

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursari Penanggungan, dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (22/10/2026). (dul)

BPBD Jateng: Penggunaan Api di Gunung Perlu Dikendalikan untuk Cegah Karhutla

CUCU PENDIRI NU - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Irfan Yusuf adalah cucu dari pendiri NU KH Hasyim Asy'ari. Ayah Gus Ifran, KH Yusuf Hasyim, adalah putra bungsu KH Hasyim Asy'ari dan Ny Nafiqah.

Menhaj Gus Irfan Angkat 2 Anak Jadi Tenaga Ahli, Akademisi: Ngono Ya Ngono, Neng Ojo Ngono, Gus . . .

PENGURAI MASSA: Tim pengurai massa dari kepolisian siaga di Simpang Lima Semarang untuk membubarkan paksa massa aksi, Kamis (22/10/2026) malam. (bae)

LBH: Tim Hukum dan Paramedis Jadi Korban Kekerasan Polisi saat Demo Semalam

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Mau Kalori Cepat Terpangkas? Coba 4 Olahraga Ini

Oktober 20, 2026
Tips

Napas Terasa Berat? Tujuh Sinyal Paru-Paru Minta Diperhatikan Serius

Juni 3, 2026
Tips

Kurma Nggak Cuma Manis, Cara Simpannya Bikin Awet

Maret 2, 2026
Tips

Kata Primbon Jawa, Ini Ciri Wanita Dipercaya Bawa Hoki

Januari 3, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jangan Asal Bongkar Kebohongan dari Gerakan Mata, Ikuti Trik Ini
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?