Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 237 Siswa Agam Terdampak MBG, Dapur Ditutup
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

237 Siswa Agam Terdampak MBG, Dapur Ditutup

Nugroho P.
Last updated: September 3, 2026 8:55 am
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Ilustrasi petugas SPPG sedang menyiapkan MBG.
Ilustrasi petugas SPPG sedang menyiapkan MBG.
SHARE

BACAAJA, AGAM – Kasus dugaan keracunan setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali bikin perhatian tertuju ke Sumatera Barat. Kali ini, ratusan siswa dan guru di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu MBG.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi langsung menyoroti pengelolaan dapur MBG yang dinilai belum maksimal. Menurutnya, koordinasi antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan Dinas Kesehatan dan instansi terkait seharusnya bisa diperkuat agar kejadian seperti ini dapat dicegah sejak awal.

Mahyeldi mengatakan dapur MBG yang menjadi lokasi penyedia makanan untuk para siswa tersebut harus dihentikan sementara. Langkah itu dilakukan supaya seluruh proses bisa diperiksa dan penyebab kejadian diketahui dengan jelas.

“Untuk sekarang ini harus ditutup, dihentikan. Diamankan dulu, kemudian diperiksa segala sesuatunya untuk memastikan di mana masalahnya,” ujar Mahyeldi, Rabu (2/9/2026).

Berdasarkan data sementara dari Puskesmas Palupuh dan 13 Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayah sekitar, jumlah warga yang mengalami gejala dugaan keracunan mencapai 237 orang. Mereka terdiri dari siswa dan guru yang sebelumnya mengonsumsi menu MBG.

Mahyeldi menilai koordinasi menjadi salah satu hal penting yang perlu dibenahi. Ia menyebut, jika dapur MBG rutin berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan dan pihak terkait lainnya, potensi masalah pada makanan semestinya bisa lebih cepat diantisipasi.

“Seandainya dapur MBG itu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan pihak lainnya, insiden ini bisa diantisipasi,” kata Mahyeldi.

Untuk sementara, dapur penyedia MBG di lokasi kejadian diminta berhenti beroperasi. Makanan dan berbagai hal yang berkaitan dengan proses penyediaan menu juga diamankan untuk kebutuhan pemeriksaan.

Pemprov Sumbar bersama Dinas Kesehatan terus memantau kondisi para korban. Data dari fasilitas kesehatan juga masih dikumpulkan untuk mengetahui perkembangan terbaru kondisi siswa maupun guru yang mengalami keluhan.

Mahyeldi berharap kondisi para korban tidak sampai menimbulkan dampak serius. Ia juga belum memastikan kapan akan mendatangi langsung korban yang masih menjalani perawatan karena masih menunggu perkembangan di lapangan.

Di sisi lain, jumlah korban masih memungkinkan bertambah. Sebab, ada sejumlah siswa maupun warga yang mengalami gejala serupa tetapi memilih menjalani pengobatan secara mandiri.

Dinas Kesehatan bersama kepolisian kini masih mendalami kasus tersebut. Sampel makanan dari dapur MBG juga sedang diuji untuk memastikan apa yang sebenarnya menjadi pemicu munculnya gejala keracunan.

Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan bisa menjadi titik terang sekaligus bahan evaluasi. Bukan cuma untuk dapur MBG di Palupuh, tetapi juga penyedia makanan MBG lainnya agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (*)

You Might Also Like

Biksu Thudong Disambut Hangat di Genuk

Solo-Iran Jajaki Kerja Sama Sister City, Respati Ketemu Dubes Boroujerdi

Gunung Ungaran Mau Dibor? Tenang, Jalannya Masih Panjang

Penampilan Evan Dimas Eks-Gelandang PSIS Semarang Bikin Pangling: Wajah Tirus, Badannya Kurus

Lari Trail Berujung Duka, Peserta Tumbang di Sentul

TAGGED:keracunanMBGsppg
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Kemenag Soroti Pengawasan MBG Usai Santri Keracunan
Next Article Lingkaran Dalam yang Menyempit dan Sikap Prabowo yang Hanya Percaya Orang Dekatnya Sendiri

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

RS Unimus Kembangkan Layanan Kanker Berbasis Cryosurgery

Kanwil Kemenkum-Bank Jateng Buka Peluang Kolaborasi

Agustina Dorong Wisata Sejarah Jadi Penggerak Ekonomi UMKM

Hari Santri 2026, Taj Yasin Ajak ASN Mendalami Adab dan Akhlak

Ayo Kenalan dengan Nara, Lawang, dan Semar, Trio Harimau Benggala Warga Baru Semarang Zoo

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Luthfi Tepati Janji, Beri Bantuan untuk Mahasiswa Korban Banjir Sumatera

Januari 15, 2026
Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan sejumlah hadiah kepada Presiden RI Prabowo Subianto di Amerika Serikat, Rabu (24/9/2025).
Sepak Bola

Hore, Fix Gratis! 104 Laga Piala Dunia 2026 Tayang Full di TVRI

Desember 31, 2025
Info

Saleh Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Tantangan Komunikasi Publik Era Digital

Juli 6, 2026
Sepak Bola

Tanpa Rafinha-Dutra Lawan Persipura

April 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 237 Siswa Agam Terdampak MBG, Dapur Ditutup
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?