Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Siswa SD Diajak Kenalan dengan Kekayaan Intelektual
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Siswa SD Diajak Kenalan dengan Kekayaan Intelektual

Belajar Kekayaan Intelektual ternyata nggak harus duduk manis sambil menghafal istilah hukum. Siswa SD Bukit Aksara justru diajak “berburu” merek dan logo di sekitar mereka.

T. Budianto
Last updated: September 2, 2026 9:58 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
KEKAYAAN INTELEKTUAL: Analis Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkum Jateng mengenalkan materi Kekayaan Intelektual kepada siswa salah satu SD di Semarang, Senin, (31/8/2026). (Foto: Kanwil Kemenkum Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Urusan merek dan Kekayaan Intelektual (KI) mungkin terdengar seperti materi berat untuk anak SD. Tapi Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Jateng punya cara berbeda untuk mengenalkannya.

Sejumlah siswa SD Bukit Aksara diajak belajar KI dengan metode sederhana, interaktif, dan yang paling penting: dibuat menyenangkan. Edukasi tersebut digelar Senin (31/8/2026) dengan menghadirkan Analis Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkum Jateng, Martha Sari Wandoyo dan Lianita Insani Putri.

Alih-alih memenuhi papan tulis dengan istilah hukum, para siswa diajak melihat contoh yang dekat dengan kehidupan mereka. Mulai dari gambar, cerita, lagu, penemuan, hingga nama dan logo produk.

Martha menjelaskan, setiap karya besar biasanya berawal dari sesuatu yang sederhana, yakni ide. “Setiap karya hebat biasanya dimulai dari sebuah ide. Dari ide tersebut, kita bisa membuat karya yang memiliki nilai,” ujar Martha.

Baca juga: Tujuh Pejabat Kemenkum Jateng Resmi Dilantik

Para siswa kemudian diperkenalkan dengan sejumlah jenis Kekayaan Intelektual, seperti hak cipta, merek, paten, desain industri, dan indikasi geografis.

Namun, pembelajaran kemudian lebih difokuskan pada satu hal yang paling gampang ditemui sehari-hari: merek. Anak-anak diajak memahami bahwa merek bisa berupa nama, gambar, logo, atau tanda tertentu yang digunakan untuk membedakan sebuah produk atau jasa dengan produk lainnya.

“Merek membantu kita mengenali produk dengan mudah, membedakannya dengan produk lain, dan membuat kehidupan lebih praktis dan menyenangkan,” kata Martha.

Perburuan Merek

Supaya materi tidak terasa seperti pelajaran tambahan yang bikin mata berat, para siswa diajak mengikuti permainan bernama “Perburuan Merek”. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang masing-masing terdiri dari empat hingga lima anak. Setelah itu, mereka menjalankan misi dari satu pos ke pos lainnya.

Tugasnya sederhana tetapi cukup bikin anak-anak aktif: mencari dan mengenali nama serta logo merek yang ada di lingkungan sekitar. Lewat permainan tersebut, konsep merek yang sebelumnya terdengar seperti istilah hukum mulai terasa lebih dekat. Anak-anak bisa langsung melihat bagaimana sebuah logo atau nama digunakan untuk membuat suatu produk mudah dikenali.

Kepala Kanwil Kemenkum Jateng, Heni Susila Wardoyo mengatakan, edukasi KI sejak dini penting untuk membangun kebiasaan menghargai karya dan kreativitas.

Menurutnya, anak-anak tidak hanya perlu tahu bahwa sebuah karya itu menarik, tetapi juga memahami bahwa di balik karya tersebut terdapat ide dan kreativitas yang patut dihargai.

Baca juga: Kemenkum Jateng: Regulasi Harus Dibutuhkan Bukan Cuma Diinginkan

“Pembelajaran yang dikemas melalui permainan diharapkan dapat membuat materi KI lebih mudah dipahami sekaligus meninggalkan pengalaman yang menyenangkan bagi para siswa,” ujar Heni.

Melalui kegiatan tersebut, Kanwil Kemenkum Jateng berharap anak-anak semakin peka terhadap berbagai karya dan merek yang mereka jumpai sehari-hari.

Lebih jauh, pengenalan KI sejak bangku sekolah diharapkan bisa mendorong anak-anak untuk tidak cuma menjadi pengguna karya orang lain. Mereka juga diharapkan berani menciptakan ide, membuat karya, dan menghargai hasil kreativitas orang lain.

Hari ini anak-anak sibuk berburu logo di sekolah. Siapa tahu beberapa tahun lagi justru mereka yang sibuk bikin logo sendiri, lalu antre mendaftarkan mereknya. Jadi, sebelum menjadi pengusaha besar, setidaknya sudah tahu dulu: logo bukan sekadar gambar keren, dan nama brand bukan sekadar tulisan yang enak dipasang di kemasan. (tebe)

You Might Also Like

Bikin Perda Nggak Bisa Asal Jadi, Kemenkum Jateng: Sinkron Dulu, Baru Ketok Palu

Derita PKL Simpang Lima: 35 Tahun Jualan, Namanya Hilang dari Daftar Relokasi

Pompa Nambah, Jalan Mulus, Banjir Dikejar: Curhat Infrastruktur Wali Kota Semarang

Begini Kasus Penganiayaan oleh Anggota Polairud Sikka, kini Masuk Proses Etik

Rizky Darmawan Pilih Bertahan: Saatnya Bawa PSIS Pulang ke Super League

TAGGED:headlinekanwil kemenkum jatengkekayaan intelektual
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article 7.515 Atlet Pelajar Jateng Turun Gelanggang
Next Article Inilah Era Pax Silica, Ketika Penguasaan Cadangan Tak Lagi Istimewa

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SAKSI AHLI--Guru Besar Fakultas Hukum Unair, Prof Nur Basuki diambil sumpah saat menjadi ahli meringankan sidang terdakwa Bupati Pati, Sudewo, Rabu (2/9/2026). (bae)

Bupati Sudewo Hadirkan Guru Besar FH Unair jadi Ahli Meringankan

Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UIN Walisongo, Nur Hasyim. (ist)

Viral Lagi di TikTok, Nasib Dosen Cabul UIN Walisongo Ada di Tangan Kemenag

BERLATIH DIVING--Warga Karimunjawa Jepara mengikuti pelatihan diving yang digelar Bandara Ahmad Yani Semaramg. (ist)

Dilatih Standar PADI, Warga Karimunjawa Didorong Jadi Pemandu Wisata Selam Profesional

AMBULANS DISIAGAKAN - Ratusan ambulans disiagakan untuk mengevakuasi ratusan santri Ponpes Manba'ul Hikam, Sidoarjo, yang mengalami keracunan setelah menyantap MBG, Selasa (1/9/2026). (ist)

Gak Cuma Satu! Emil Ungkap 19 Lembaga Pendidikan Terdampak Keracunan MBG di Sidoarjo

Inilah Era Pax Silica, Ketika Penguasaan Cadangan Tak Lagi Istimewa

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Foto dokumentasi pernikahan Pratama Arhan dan Azizah Salsha.
Unik

Diterpa Isu Perselingkuhan, Pratama Arhan Ternyata Sudah Gugat Cerai Anaknya Andre Rosiade

Agustus 25, 2025
Ekonomi

Bikin Naik Bus Makin Praktis, Pemprov Luncurkan Sistem Pembayaran Digital Trans Jateng

September 17, 2025
Wali Kota Solo Respati Ardi menyebut, kemeriahan Kirab Umbul Mantram Grebeg Sudiro, menjadi bukti kesolidan antaretnis di Solo kian mantap.
Info

Kirab Umbul Mantram Grebeg Sudiro, Respati: Kerukunan Etnis di Solo Makin Solid

Februari 6, 2026
Hukum

Ratusan Pendukung Minta Sudewo Dibebaskan

Juni 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Siswa SD Diajak Kenalan dengan Kekayaan Intelektual
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?