Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Gunungpati-Mijen Buktikan Merdeka Itu Nggak Harus Mahal
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Gunungpati-Mijen Buktikan Merdeka Itu Nggak Harus Mahal

Kemerdekaan ternyata nggak harus dirayakan dengan acara mewah. Di Gunungpati dan Mijen, warga cukup modal kreativitas, gotong royong, plus hasil bumi untuk bikin suasana HUT ke-81 RI terasa benar-benar hidup.

T. Budianto
Last updated: September 3, 2026 12:46 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
KARNAVAL BUDAYA: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menghadiri rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gunungpati, Minggu (30/8/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Kemerdekaan ternyata nggak selalu butuh panggung megah, artis terkenal, atau acara yang harus viral dulu baru terasa meriah. Di Gunungpati dan Mijen, warga justru membuktikan satu hal sederhana: modal guyub dan gotong royong saja sudah cukup bikin kampung jadi hidup.

Semangat itu terlihat saat Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti ikut larut dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Minggu (30/8/2026).

Di Gunungpati, suasana berubah meriah lewat Karnaval Budaya yang melibatkan warga dari 10 RW. Jangan bayangkan kostum mahal hasil sewa dari vendor profesional. Warga tampil dengan kreativitas masing-masing, membawa karakter seperti Gatotkaca, Srikandi, Burung Merak sampai Garuda.

Baca juga: Besok Minggu Jalanan Semarang Disulap Jadi Panggung Budaya

Yang menarik bukan cuma kostumnya, tapi bagaimana warga membawa identitas wilayah mereka ke tengah jalan. Ada yang tampil unik, ada yang total, semuanya dibuat dengan semangat swadaya. Agustina pun mengaku terkesan melihat kekompakan warga.

“Terima kasih atas semangat gotong royong dan gegap gempita ini. Karnaval merupakan upaya nyata masyarakat untuk merekatkan persaudaraan dan menjaga kebersamaan di lingkungan,” ujarnya.

Salurkan Kreativitas

Menurut Agustina, kegiatan seperti ini penting karena memberi ruang bagi warga untuk bertemu, ngobrol, berkumpul sekaligus menyalurkan kreativitas. Intinya, kampung nggak cuma jadi tempat pulang setelah kerja, tapi juga tempat orang-orang saling kenal dan saling merayakan.

Semangat serupa muncul di Mijen. Warga dari 14 kelurahan ikut Kirab Budaya Gunungan dengan membawa hasil bumi. Sayur-mayur, buah-buahan, durian sampai petai ikut diarak. Tradisi pun bertemu dengan potensi pertanian lokal dalam satu perayaan.

Melihat hasil bumi yang dibawa warga, Agustina menilai Mijen punya modal kuat untuk dikembangkan sebagai sentra pertanian Kota Semarang. “Saya ingin Mijen menjadi sentra pertanian di Kota Semarang. Mari kita giat menanam tanaman hortikultura, karena kita punya banyak sahabat dan mitra yang akan menampung hasil panen warga,” katanya.

Baca juga: Agustina Ingin Festival Semarang Go Internasional

Dari Gunungpati sampai Mijen, pesan yang muncul sebenarnya sederhana. Kemerdekaan bukan cuma soal upacara, bendera, dan lomba 17-an. Ada kebersamaan, budaya, kreativitas, sekaligus potensi ekonomi warga yang bisa ikut tumbuh.

Dan mungkin ini bagian paling menariknya: ketika warga mau bergerak bersama, kampung bisa terasa lebih hidup tanpa harus menunggu anggaran besar turun dulu. Sebab ternyata, untuk bikin lingkungan guyub itu yang mahal bukan kostumnya. Yang mahal justru kalau sudah nggak mau guyub. (tebe)

You Might Also Like

Penampilan Evan Dimas Eks-Gelandang PSIS Semarang Bikin Pangling: Wajah Tirus, Badannya Kurus

Jangan Asal Konten, Aturan Saudi Buat Jemaah Ternyata Ketat Banget

Viral Sampah Tumpah di Sultan Agung, DLH Semarang Gercep Beresin: Nggak Sampai 1 Jam!

7.990 Atlet Ikuti Porprov Jateng XVII, 2.769 Medali Diperebutkan

22 Desa Lenyap Diterjang Banjir Sumatera, Aceh Paling Parah

TAGGED:agustina wilujengkarnaval budayapemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article ILUSTRASI KERACUNAN MBG: Anggota TNI dan Polri mengevakuasi salah satu siswa yang diduga keracunan MBG di SMA 2 Kudus, Kamis, (29/1/2026). (Foto: Ist) Santri Korban Keracunan MBG di Sidoarjo Bertambah, Tembus 431 Orang
Next Article MTQ Nasional Bukan Sekadar Soal Lomba

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Politikus Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya (DWS).

DWS Getol Dorong Revisi UU LLAJ untuk Perlindungan Ojol: Politikus Gerindra, SMA TN Angkatan ke-5

Mau Jual Hasil Curian Murai Batu Pemuda Kebasen Keburu Diciduk

Teguran Kaus Kaki Berujung Ricuh, Kepsek di Lamongan Diduga Dianiaya TNI

Bocah Difabel Tewas di Surabaya, Dugaan Perundungan Diselidiki

PPPK Paruh Waktu Bisa Naik Status, Tapi Bukan Jadi PNS Otomatis Lho..

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Siswa SMPN 22 Surakarta Diajak Jadi Calon Entrepreneur

Agustus 11, 2026
Info

Semarang Zoo Kasih HTM 10 Ribu + Pelajar Masuk Gratis

April 20, 2026
Hukum

Momen Haru Wisuda MK Berubah Tegang, Anwar Usman “Sang Paman” Tumbang

April 14, 2026
Daerah

Pemkot Semarang Gandeng Kejaksaan, Biar Urusan Pemerintahan Nggak Bikin Was-Was

Agustus 25, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Gunungpati-Mijen Buktikan Merdeka Itu Nggak Harus Mahal
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?