Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Temboknya Tinggi, Tapi Harapan Jangan Ikut Dikunci
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Temboknya Tinggi, Tapi Harapan Jangan Ikut Dikunci

Hidup memang kadang butuh tombol reset. Buat warga binaan Lapas Kelas IIB Purwodadi, kesempatan itu coba dimulai dari pembinaan spiritual.

T. Budianto
Last updated: September 2, 2026 8:17 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
BERI TAUSYIAH: Petugas Kemenag Kabupaten Grobogan memberikan tausyiah kepada Warga Binaan Lapas Kelas IIB Purwodadi, Selasa (1/9/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, GROBOGAN- Ada orang yang butuh waktu untuk berubah. Ada juga yang baru sadar setelah hidup memberinya “rem” yang cukup keras. Di Lapas Kelas IIB Purwodadi, proses perubahan itu coba dimulai dari hal yang paling mendasar: membenahi hati.

Bukan dengan seminar motivasi yang penuh jargon, kali ini warga binaan diajak membaca Maulid Berjanji dan mendengarkan tausiyah keagamaan. Kegiatan tersebut digelar bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Grobogan, Selasa (1/9/2026).

Suasananya berlangsung khidmat. Warga binaan mengikuti pembacaan Maulid Berjanji dengan tertib, kemudian menyimak tausiyah yang berisi pesan tentang keimanan, ketakwaan, introspeksi, dan pentingnya memperbaiki diri.

Baca juga: Warga Binaan Lapas Purwodadi Belajar Jadi Barista

Sekilas memang sederhana. Duduk bersama, membaca selawat, mendengarkan ceramah, lalu berdoa. Tapi justru dari hal-hal sederhana itulah pembinaan kepribadian ingin bekerja.

Masa di balik jeruji tidak diharapkan hanya menjadi fase untuk menghitung hari menuju kebebasan. Ada proses yang harus dijalani agar ketika kembali ke masyarakat, warga binaan sudah membawa cara pandang dan sikap yang lebih baik.

Membentuk Karakter

Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto mengatakan, pembinaan spiritual menjadi salah satu bagian penting dalam membentuk karakter dan kesadaran warga binaan.

“Pembinaan spiritual menjadi salah satu bagian penting dalam membentuk karakter dan kesadaran warga binaan. Melalui pembacaan Maulid Berjanji dan tausiyah ini, kami berharap warga binaan dapat mengambil nilai-nilai positif, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta menjadikannya sebagai motivasi untuk terus memperbaiki diri,” ujar Erik.

Menurut Erik, sinergi dengan Kemenag Grobogan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pembinaan. Tidak hanya keterampilan dan kemandirian yang digenjot, tetapi juga mental dan spiritual.

“Kami mengapresiasi sinergi dan dukungan dari Kemenag Grobogan dalam pelaksanaan pembinaan keagamaan di Lapas Purwodadi. Kami ingin memastikan bahwa warga binaan mendapatkan pembinaan secara menyeluruh,” katanya.

Baca juga: Dari Lahan Nganggur, Lapas Purwodadi Panen 100 Kilo Terong

Harapannya jelas: apa yang didengar hari itu tidak berhenti sebagai suara yang mengisi ruangan, lalu hilang begitu saja ketika acara selesai. Pesan tentang memperbaiki diri diharapkan benar-benar menjadi bekal ketika warga binaan kembali menghadapi dunia di luar lapas.

Sebab, tantangan sesungguhnya justru muncul setelah pintu lapas terbuka. Di luar sana tidak ada petugas yang setiap hari mengingatkan untuk disiplin. Tidak ada jadwal pembinaan yang mengatur kapan harus duduk dan kapan harus berdiri. Semuanya kembali kepada pilihan masing-masing.

Karena memperbaiki diri ternyata bukan perkara mengganti status dari “warga binaan” menjadi “warga biasa”. Yang lebih sulit adalah memastikan ketika pintu besi terbuka, kebiasaan buruk tidak ikut keluar sebagai teman seperjalanan. Tembok bisa mengunci seseorang untuk sementara, tapi perubahan hanya bisa terjadi kalau kesadarannya ikut terbuka. (tebe)

You Might Also Like

IGD Yowari Memanas, Emosi Keluarga Pasien Meledak, Dokter dan Perawat Dianiaya

Viral 11 Detik, Berujung Tersangka: Kasus Kucing di Blora Naik ke Meja Hijau

Tiga Kreak Ditangkap setelah Keroyok Pesilat Pagar Nusa hingga Tewas di Demak

Bukan Sekadar Tanam, Lapas Purwodadi Rawat Bayam, Kangkung hingga Pakcoy

Sate Berujung Maut, Menantu Klaim Dikasih Jampi-Jampi Bukan Racun

TAGGED:kanwil imipas jatenglapas purwodadiwarga binaan lapas
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article AMBULANS DISIAGAKAN - Ratusan ambulans disiagakan untuk mengevakuasi ratusan santri Ponpes Manba'ul Hikam, Sidoarjo, yang mengalami keracunan setelah menyantap MBG, Selasa (1/9/2026). (ist) BREAKING NEWS: Sidoarjo Geger, 293 Santri Manbaul Hikam Keracunan MBG
Next Article ILUSTRASI KERACUNAN MBG: Anggota TNI dan Polri mengevakuasi salah satu siswa yang diduga keracunan MBG di SMA 2 Kudus, Kamis, (29/1/2026). (Foto: Ist) Santri Korban Keracunan MBG di Sidoarjo Bertambah, Tembus 431 Orang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Memperjuangkan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing di Jerman

2.500 Pelari Ikuti Susurun 2026

Warga Binaan Lapas Purwodadi Panen Ratusan Kilogram Lele Mutiara

Anak Susah Bangun? Trik Umpan Makanan Favorit Ada Syaratnya

Karhutla Bikin Anak Terjebak di Rumah, Psikolog Ingatkan Dampaknya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Nyekap Intel Pas May Day, Mahasiswa Undip Kena Tuntut 2 Bulan Penjara

September 23, 2025
RSI Sultan Agung di Jalan Kaligawe, Kota Semarang. (google streat view)
Hukum

Dosen Hukum Unissula Tinju Dokter Anestesi, Gara-gara Istrinya Merasa Kesakitan saat Mau Lahiran

September 8, 2025
Hukum

Bawa Senjata Api ke Sekolah, Tembak Sana-sini Banyak Korban Tumbang Berjatuhan

April 16, 2026
Hukum

177 Posbankum Lahir, Warga Semarang Nggak Perlu Drama Polisi-Pengadilan Buat Nyelesaiin Urusan Hukum

November 19, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Temboknya Tinggi, Tapi Harapan Jangan Ikut Dikunci
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?