Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 184 Desa Purbalingga Siap Pilkades, Bupati Ngaku Pilih Netral
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

184 Desa Purbalingga Siap Pilkades, Bupati Ngaku Pilih Netral

Nugroho P.
Last updated: September 1, 2026 2:06 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi Pilkades serentak di Purbalingga.
SHARE

BACAAJA, PURBALINGGA – Suasana politik desa di Purbalingga mulai menghangat. Sebanyak 184 desa bakal menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak pada 10 Desember 2026.

Di tengah persiapan menuju hari pencoblosan, Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif memilih berdiri di tengah. Ia menegaskan Pemkab Purbalingga tidak akan ikut cawe-cawe atau mendukung calon kepala desa tertentu.

Fahmi bahkan mengingatkan masyarakat agar tidak gampang percaya jika ada pihak yang mengklaim mendapat restu atau dukungan dari dirinya. Menurutnya, pencatutan nama bupati untuk kepentingan Pilkades harus segera diluruskan.

“Saya selaku Bupati dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga betul-betul menjaga netralitas dalam Pilkades ini,” tegas Fahmi saat memimpin Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Ruang Rapat Bupati, Senin (31/8/2026).

Ia mengatakan, jika ada pihak yang mengaku didukung atau digerakkan oleh bupati, informasi tersebut tidak benar. Fahmi menyebut klaim semacam itu sebagai berita bohong.

Fahmi juga menyoroti isu yang mulai beredar di sejumlah desa. Ada calon yang disebut-sebut mendapat dukungan bupati, bahkan ada pula yang mengklaim memperoleh dukungan dari pemerintah pusat.

Menurut Fahmi, klaim tersebut berpotensi membuat masyarakat salah persepsi dan menganggap pemerintah daerah sudah berpihak. Padahal, ia mengaku bahkan belum mengetahui seluruh calon yang akan ikut dalam kontestasi.

“Sudah mulai cukup banyak suara di bawah yang menyebutkan jika Bupati menyukseskan calon ini, menyampaikan mendapat dukungan pusat. Padahal, kadang Bupati tidak mengetahui calon yang akan ikut kontestasi Pilkades,” ujarnya.

Fahmi menegaskan siapa pun yang nantinya terpilih harus bisa diterima seluruh masyarakat desa. Kepala desa terpilih juga dituntut mampu bekerja bersama berbagai kelompok dan elemen masyarakat tanpa membawa-bawa kepentingan saat masa pencalonan.

Karena itu, ia meminta seluruh pihak yang terlibat menjaga suasana Pilkades tetap adem. Netralitas aparat, pengamanan, antisipasi politik uang, hingga kesiapan logistik menjadi sejumlah hal yang dibahas dalam rakor tersebut.

Plt Kepala Dinsospermasdes P3A Purbalingga Suroto mengatakan, Pilkades Serentak 2026 akan berlangsung di 184 desa yang tersebar di 18 kecamatan.

Jumlah desa yang mengikuti Pilkades cukup merata di berbagai wilayah. Kecamatan Bobotsari menjadi salah satu daerah dengan peserta terbanyak, yakni 16 desa, disusul Mrebet dan Kaligondang masing-masing 14 desa.

Berikutnya, Bukateja dan Kalimanah masing-masing 13 desa. Kemangkon dan Kutasari masing-masing 12 desa, sedangkan Rembang memiliki 11 desa yang akan menggelar Pilkades.

Kertanegara memiliki 11 desa, Kejobong 10 desa, Padamara 10 desa, Bojongsari 10 desa, Karanganyar 9 desa, Karangmoncol 9 desa, Pengadegan 8 desa, Karangreja 6 desa, Karangjambu 4 desa, serta Kecamatan Purbalingga hanya 2 desa.

Pilkades ini digelar untuk mengisi jabatan kepala desa yang masa jabatannya akan berakhir secara serentak pada 13 Maret 2027. Tahapan persiapan dijadwalkan mulai berjalan pada 14 September 2026.

Tahap pencalonan kemudian dimulai pada 30 September 2026. Setelah berbagai tahapan dilalui, pemungutan dan penghitungan suara dijadwalkan berlangsung pada 10 Desember 2026.

Setelah hasil ditetapkan, proses berikutnya masuk ke tahap persiapan pelantikan. Pemkab Purbalingga merencanakan pelantikan kepala desa hasil Pilkades 2026 pada 17 Maret 2027.

“Rencana pelantikan hasil Pilkades 2026 akan dilakukan pada 17 Maret 2027,” kata Suroto.

Dari sisi anggaran, Pemkab Purbalingga menyiapkan dana sekitar Rp7,855 miliar untuk mendukung pelaksanaan Pilkades. Anggaran tersebut mencakup bantuan keuangan khusus (BKK) kepada desa serta kebutuhan pengamanan dan operasional.

Sebagian anggaran juga dialokasikan untuk kegiatan di Dinsospermasdes P3A dan kecamatan. Termasuk di dalamnya honor Linmas serta kebutuhan sosialisasi Pilkades.

Rakor tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Herni Sulasti, serta sejumlah pejabat terkait.

Pemkab berharap seluruh tahapan Pilkades berjalan aman dan tertib. Yang tak kalah penting, pesta demokrasi di tingkat desa tersebut diharapkan tetap berlangsung fair tanpa mengganggu kondusivitas Purbalingga. (*)

You Might Also Like

‘Gak Ada Titip-titip, No Jastip!’ Kesbangpol Ngaku Tegas soal Seleksi Paskibraka

Data Rio Haryanto Bocor Bukan Sepele, Wali Kota Solo Respati: Pasti Ada Sanksi

Suami Jadi Tersangka saat Bela Istri Kejambret, Pakar UGM: Ini Jadi Rumit karena . . .

Sawah Jangan Sampai Hilang, Jateng Minta Pusat Turun Tangan

Napi Berduit Bisa Makan Sesuai Selera, Warung Simbok Dalem Buka di Lapas Semarang

TAGGED:pilkadespilkades serentakpurbalingga
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Hampir 300 Pecatur Ramaikan Piala Bupati Purbalingga
Next Article Flayer ucapan duka cita meninggalkan dokter residen Undip beredar di media sosial. (ist) Dokter Residen PPDS Undip di RSUP dr Kariadi Ada yang Meninggal, Bullying Lagi?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PROTES KARHUTLA - Mahasiswa Unissula Semarang menggelar aksi demonstrasi memprotes tak seriusnya penangaan pemerintah atas peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di depan kantor Perhutani, Kota Semarang, Jumat (16/10/2026). (dul)

Mahasiswa Unissula Semarang Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla Jadi Bencana Nasional

SIDANG KORUPSI: Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq (kemeja biru) menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (15/10/2026). (bae)

KPK Kembangkan Kasus Korupsi Pekalongan, Siapa Tersangka Berikutnya?

DPR Tantang Prabowo Buka 52 Perusahaan Terkait Karhutla

ISPA Karhutla Tembus 283 Ribu, DPR Desak KLB Nasional

SEKJEN PDIP - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. (ist)

PDIP Sentil Pemerintah, Minta Konversi Hutan Disetop

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

MANTAN PENYIDIK - Mantan penyidik KPK Novel Baswedan.
Hukum

Novel Baswedan Semprot Sidang Militer Kasus Andrie Yunus: Orang Tidak Kompeten!

Mei 8, 2026
SUARA KRITIS - Mahasiswa HMI Jateng-DIY menaruh poster berisi tuntutan dan suara kritis terkait kondisi bangsa, dalam aksi demonstrasi di depan kantor BI Jateng, Kamis (18/6/2026). (dul)
Info

HMI Demo di Kantor BI Jateng: Rupiah Menguat, tapi Kesejahteraan Rakyat Menguap

Juni 18, 2026
Info

Beasiswa Santri Jateng, Dari 942 Pendaftar, Cuma 73 yang Lolos!

Agustus 4, 2026
Ekonomi

Jelang Iduladha, Pertamina Tambah Pasokan Elpiji 3 Kg

Mei 26, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 184 Desa Purbalingga Siap Pilkades, Bupati Ngaku Pilih Netral
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?