BACAAJA, PANGANDARAN — Peresmian Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, bikin heboh. Bukan karena ada artis ibu kota atau drama China yang datang, tapi jembatan itu justru ambruk saat baru saja diresmikan oleh Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami.
Sontak, peristiwa yang bikin geger pada Minggu sore (30/8/2026) itu membuat Bupati dan sejumlah pejabat Pemkab Pangandaran jadi korban. Mereka yang semula berjalan di atas jembatan berjatuhan.
Jembatan sepanjang sekitar 60 meter itu mengalami kerusakan parah. Jembatan yang dibangun TNI tersebut anjlok ketika justru sedang dilewati rombongan setelah prosesi peresmian.
Sekitar 50 orang berada di atas jembatan saat kejadian. Di antaranya Bupati Citra Pitriyami, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ling Ling Nugraha Senjaya, serta Dandim 0625 Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan.
Bacaaja: 800 Warga Sumowono Terisolasi, Jembatan Penghubung Antardesa Ambrol
Bacaaja: Longsor Ancam Akses Warga Gunungpati, Jembatan Deliksari Nyaris Ambruk
Salah satu bagian konstruksi pengikat atau angkur dilaporkan patah. Jembatan kemudian langsung anjlok.
Dugaan awal, kerusakan terjadi karena kelebihan beban. Namun, penyebab pastinya masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan teknis.
Insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Meski begitu, sejumlah orang dilaporkan mengalami luka lecet. Kepala Dinas PU juga disebut mengalami luka ringan.
Bupati Citra Pitriyami sempat mengalami syok akibat kejadian tersebut. Hal itu dibenarkan oleh Kabag Humas Pemda Pangandaran, Raden Detty Marieta. Ia memastikan kondisi Bupati aman dan sudah kembali beraktivitas.
“Tadi benar kejadiannya sore. Aman, enggak ada korban, kena kawat memar di bagian tangan,” ujarnya.
Warga Desa Margacinta, Asep Dani, juga membenarkan jembatan mengalami kerusakan sesaat setelah diresmikan. Ia bersyukur kejadian tersebut tidak sampai menelan korban jiwa.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Jembatan patah sesaat setelah diresmikan Bupati Pangandaran,” kata Asep.
Jembatan Pongpet memiliki panjang sekitar 60 meter dengan ketinggian diperkirakan 30-40 meter dari permukaan sungai.
Infrastruktur tersebut dirancang menjadi akses penghubung Desa Margacinta dan Desa Cibanten di Kecamatan Cijulang dengan Desa Cimindi di Kecamatan Cigugur.
Jembatan juga diharapkan mempermudah akses warga dan wisatawan menuju Kampung Budaya Desa Margacinta. Namun, alih-alih langsung dimanfaatkan, jembatan kini harus dievaluasi.
Pemerintah perlu memastikan penyebab kerusakan. Apakah benar karena kelebihan beban atau justru ada persoalan lain, seperti kualitas material, kegagalan konstruksi, atau masalah teknis sejak awal.
Untuk sementara, akses jembatan semestinya ditutup sampai pemeriksaan menyatakan konstruksi benar-benar aman.
Sebab satu hal yang kini menjadi pertanyaan publik: Bagaimana mungkin jembatan yang baru saja diresmikan langsung anjlok ketika pertama kali dilewati?
Jawaban atas pertanyaan itu penting agar insiden serupa tidak kembali terjadi dan keselamatan warga tidak dipertaruhkan.
Diduga kelebihan muatan
Dalam rilisnya, Dinas Penerangan TNI AD (Dispenad) menyebut ambruknya jembatan itu karena kelebihan kapasitas. Saat kejadian, disebutkan lebih ari 50 orang melintas di atas jembatan secara bersamaan.
“Struktur utama jembatan tetap berada pada posisinya, sementara bagian yang mengalami kendala adalah tali sling pada sisi kiri yang terlepas dari sistem pengikat utama,” dikutip dari keterangan Dinas Penerangan TNI AD (Dispenad), Senin (31/8/2026). (*)

