BACAAJA, SEMARANG- Semarak HUT ke-81 Republik Indonesia terasa berbeda di Ceqiu Pool & Café, Semarang, Sabtu (29/8/2026). Sebanyak 64 anggota kepolisian berkumpul di meja biliar untuk mengikuti 9 Ball Bhayangkara Competition yang digelar Polrestabes Semarang.
Turnamen ini menjadi ajang adu kemampuan sekaligus mempererat silaturahmi antaranggota kepolisian di wilayah Polda Jawa Tengah yang memiliki hobi bermain biliar.
Kasat Intelkam Polrestabes Semarang, AKBP Tatang Yulianto selaku inisiator mengatakan, turnamen tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 RI.
Namun, lebih dari sekadar pertandingan, kegiatan ini juga menjadi ruang berkumpul bagi anggota kepolisian dari berbagai daerah. “Ternyata antusiasme anggota luar biasa,” ujar Tatang.
Baca juga: Tim Biliar Wartawan Jateng Mulai Panaskan “Mesin”
Para peserta tidak hanya berasal dari anggota Polri aktif, tetapi juga PNS Polri, Bhayangkari, hingga purnawirawan Polri. Artinya, meja biliar kali ini benar-benar menjadi titik temu lintas generasi dan profesi di lingkungan kepolisian.
Persaingan berlangsung sengit hingga babak akhir. Brigpol Afid Rifai dari Polres Wonosobo akhirnya keluar sebagai juara setelah membuat kejutan di partai final dengan mengalahkan AKBP Tatang Yulianto yang juga tampil sebagai peserta dalam turnamen tersebut.
Sementara posisi ketiga bersama ditempati Aipda Ali Murtadlo dari Polres Kendal dan Briptu Arjuna Sakti Elang dari Polda Jawa Tengah. Para pemenang tak hanya membawa pulang gengsi. Mereka juga mendapatkan hadiah uang tunai dengan total nilai Rp8,1 juta serta trofi kejuaraan.
Banyak Penggemar
General Manager Ceqiu Pool & Café, Untung Prawiro Negoro, mengapresiasi terselenggaranya kompetisi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti bahwa olahraga biliar memiliki penggemar dari berbagai kalangan, termasuk di lingkungan institusi kepolisian.
“Semoga akan semakin sering diadakan turnamen biliar oleh institusi lain,” ujarnya. Dikatakan, pihaknya membuka kesempatan kerja sama dengan pihak-pihak yang ingin menggelar turnamen biliar. Selain table, Ceqiu dikatakan Untung juga menyiapkan support system yang dibutuhkan.
Turnamen seperti ini juga memperlihatkan bahwa biliar kini bukan sekadar permainan pengisi waktu luang. Di balik meja hijau, ada latihan konsentrasi, strategi, ketenangan, dan kemampuan menjaga presisi di bawah tekanan.
Baca juga: Bhara Cup 2026 Bukan Cuma Turnamen, Tapi Seleksi Atlet Wartawan
Salah satu semifinalis, Briptu Ali Murtadlo mengaku antusias mengikuti turnamen ini. “Kami berharap turnamen seperti semakin sering digelar. Selain sebagai ajang unjuk prestasi, juga bisa sebagai ajang silahturahmi sesama anggota,” kata Ali yang bertugas di Polres Kendal ini.
Dan tentu saja, ada satu pelajaran menarik dari pertandingan final: pangkat boleh tinggi, pengalaman boleh panjang, tetapi bola nomor sembilan tetap tidak mengenal jabatan.
Di meja biliar semua bisa berubah dalam satu pukulan. Yang sehari-hari memberi instruksi, di turnamen justru bisa menerima kekalahan. Karena di depan bola nomor sembilan, yang dinilai bukan pangkat di pundak, tapi seberapa tenang tangan saat mengarahkan stik. (tebe)

