BACAAJA, SEMARANG – KAI Daop 4 Semarang membina petugas perlintasan Mangkang yang membuka palang saat masih ada kereta melintas di lokasi yang sama.
Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 07.25 WIB. Informasinya kemudian beredar melalui sebuah video di media sosial.
Situasi tersebut berpotensi membahayakan pengendara yang sudah berada di dalam area palang perlintasan. Beruntung, kejadian itu tidak sampai menimbulkan kecelakaan.
“Pintu Mangkang begitu dibuka, ternyata ada dua kereta. Parah ini kalau kejadian. Pintu sudah dibuka tapi masih ada kereta. Petugasnya kurang ajar ini,” kata perekam video.
Bacaaja: Nggak Mau Lahan KAI Diserobot, Daop 4 Semarang Minta Bantuan BPN
Bacaaja: Ketika Disiplin Diabaikan, Wajar Bila Tragedi Berulang di Perlintasan Kereta
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti informasi tersebut sesuai ketentuan.
“Daop 4 telah telah metindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk melalui pembinaan kepada petugas yang bersangkutan,” jelasnya, Minggu (30/8/2026).
Meski begitu, kata Luqman, pemeriksaan dan pendalaman terhadap informasi yang beredar masih dilakukan.
Luqman menegaskan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan menjadi perhatian utama KAI. Kejadian tersebut juga menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kedisiplinan serta pengawasan petugas di lapangan.
KAI Daop 4 Semarang menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimbulkan kekhawatiran dan ketidaknyamanan bagi masyarakat.
KAI juga mengapresiasi perhatian masyarakat yang melaporkan kejadian tersebut. Evaluasi dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. (bae)

