BACAAJA, SEMARANG- Ambulans milik Masjid Jami Al-Ikhlas itu resmi beroperasi setelah diresmikan Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin di wilayah RW 04 Kalipancur, kemarin.
Peresmian tersebut sekaligus dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Sejumlah tokoh agama dan warga Kalipancur serta Bambankerep turut hadir, termasuk Habib Hamid Sholeh Ba’agil.
Yang menarik, ambulans ini bukan hasil proyek besar dengan anggaran fantastis. Armada tersebut lahir dari swadaya, infak, dan sedekah para jemaah serta warga.
Kehadiran Ambulans Umat diharapkan mempermudah warga mendapatkan akses layanan rujukan kesehatan, terutama ketika harus segera menuju rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya.
Baca juga: Perbaikan Jalan Kalipancur Dikebut
Sistem yang diterapkan pun cukup unik dan mengedepankan rasa saling membantu. Warga kurang mampu dapat menggunakan layanan secara gratis, sementara warga yang memiliki kemampuan ekonomi dipersilakan berinfak secara sukarela untuk membantu biaya operasional ambulans.
Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengapresiasi kepedulian sosial warga dan jemaah Masjid Jami Al-Ikhlas yang berhasil menghadirkan fasilitas tersebut melalui semangat gotong royong.
“Ambulans ini murni lahir dari kepedulian jemaah Masjid Jami Al-Ikhlas. Warga kurang mampu gratis, yang mampu berinfak. Inilah bentuk gotong royong dan kemandirian warga yang sangat baik,” ujar Iswar.
Kekuatan Besar
Menurutnya, model kepedulian seperti ini bisa menjadi kekuatan besar dalam memperluas akses layanan kesehatan hingga ke tingkat lingkungan. Pemkot Semarang, kata dia, terus mendorong kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat agar berbagai persoalan serta kebutuhan warga bisa ditangani secara bersama-sama.
Iswar berharap Ambulans Umat tersebut tidak hanya menjadi simbol kepedulian, tetapi juga benar-benar dikelola secara profesional dan dirawat dengan baik agar bisa memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Kami berharap ambulans ini dikelola secara profesional, terawat dengan baik, dan terus menjadi penyedia layanan pertolongan medis yang cepat bagi warga yang membutuhkan,” tegasnya.
Baca juga: Longsor Kalipancur Makin Melebar, Warga Semarang Was-was Jalan Ikut Ambrol
Peresmian Ambulans Umat ditandai dengan pembunyian sirine. Setelah itu, suasana dilanjutkan dengan lantunan selawat bersama yang dipimpin Habib Hamid Sholeh Ba’agil dan Grup Sholawat Ussyaqun Thoha.
Ambulans itu kini menjadi bukti bahwa kepedulian tak selalu harus menunggu program besar datang dari atas. Kadang, ketika satu lingkungan mau bergerak bersama, infak yang terkumpul sedikit demi sedikit bisa berubah menjadi kendaraan yang membawa harapan bagi banyak orang.
Di saat banyak orang masih sibuk menunggu bantuan datang sambil saling lempar tanggung jawab, warga Kalipancur justru sudah lebih dulu patungan membeli solusi. Ternyata gotong royong memang masih hidup, asal tidak cuma dipajang di spanduk peringatan. (tebe)

