Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: DPR Dorong Karhutla Kalimantan Naik Status Nasional
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

DPR Dorong Karhutla Kalimantan Naik Status Nasional

Nugroho P.
Last updated: Agustus 27, 2026 10:18 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali bikin Indonesia berhadapan dengan masalah lama. Presiden Prabowo Subianto diminta jangan cuma fokus memadamkan api, tetapi juga mengejar pihak yang diduga menjadi sumber persoalan.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan mulai bikin situasi makin serius. Asap tebal bukan cuma mengganggu pandangan, tapi juga ikut mengusik kesehatan dan aktivitas warga.

Contents
Masker hingga Sekolah DaringStatus Nasional Harus Pakai DataDampaknya Sudah ke Banyak Sektor

Kondisi ini membuat anggota Komisi IV DPR RI mendorong pemerintah pusat turun tangan dengan skala yang lebih besar. Salah satu opsi yang didorong adalah menetapkan karhutla Kalimantan sebagai bencana nasional.

Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan menilai langkah tersebut bisa mempercepat pengerahan sumber daya jika kondisi di lapangan memang sudah tidak mampu ditangani secara optimal oleh daerah.

“Dengan status bencana nasional, seluruh sumber daya pusat, anggaran, personel, water bombing, dan operasi modifikasi cuaca, bisa dikerahkan lebih cepat dan terkoordinasi lintas kementerian,” kata Daniel kepada Kompas.com, Rabu (26/8/2026).

Menurut Daniel, kondisi karhutla di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat sudah cukup mengkhawatirkan. Ia menyebut kualitas udara di Palangka Raya sempat mencapai AQI 487 atau masuk kategori berbahaya.

Jarak pandang di wilayah tersebut juga disebut tinggal sekitar 1 kilometer. Sementara itu, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 3 juta warga terdampak persoalan kesehatan akibat kondisi tersebut.

Daniel menilai situasi seperti ini sudah tidak ideal jika hanya mengandalkan status darurat di tingkat daerah. Karena itu, ia meminta pemerintah pusat segera mengevaluasi kemungkinan menetapkan status bencana nasional.

“Ini bukan lagi skala yang bisa ditangani status darurat daerah,” ujarnya.

Masker hingga Sekolah Daring

Bukan cuma soal pemadaman api, Daniel juga meminta Kementerian Kesehatan memperkuat perlindungan warga yang terdampak asap. Ia mendorong adanya protokol kesehatan resmi untuk daerah dengan kualitas udara buruk.

Langkah yang diusulkan antara lain pembagian masker N95 secara massal serta penyediaan posko kesehatan di wilayah dengan tingkat AQI tinggi. Pemerintah juga diminta memberikan panduan yang jelas soal kapan sekolah perlu diliburkan atau dialihkan ke pembelajaran daring.

Menurut Daniel, perlindungan terhadap anak-anak harus menjadi perhatian utama. Jangan sampai mereka terus menghirup udara berbahaya ketika proses penanganan karhutla masih berlangsung.

Status Nasional Harus Pakai Data

Dorongan serupa datang dari anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan. Ia meminta pemerintah mempertimbangkan status bencana nasional jika indikator yang ditetapkan memang sudah terpenuhi.

Menurut Johan, keputusan tersebut tidak boleh hanya didasarkan pada banyaknya titik panas. Pemerintah harus melihat dampak karhutla secara utuh dan berdasarkan data yang bisa dipertanggungjawabkan.

Beberapa hal yang perlu dihitung antara lain luas wilayah terdampak, jumlah korban dan pengungsi, gangguan kesehatan, kerusakan lingkungan serta infrastruktur, kerugian ekonomi, hingga dampak yang meluas lintas provinsi atau bahkan lintas negara.

Kemampuan pemerintah daerah dalam menangani bencana juga menjadi salah satu pertimbangan penting. Jika kapasitas daerah sudah kewalahan, pemerintah pusat dinilai perlu mengambil langkah dengan skala yang lebih besar.

“Apabila kebakaran terus meluas, kabut asap menjangkau banyak daerah, korban kesehatan meningkat, dan kapasitas pemerintah daerah tidak lagi memadai, Presiden tidak boleh ragu menetapkannya sebagai bencana nasional,” kata Johan.

Dampaknya Sudah ke Banyak Sektor

Johan menyebut karhutla kini bukan sekadar persoalan kebakaran lahan. Dampaknya mulai merembet ke kualitas udara, kesehatan masyarakat, pendidikan, transportasi, hingga aktivitas ekonomi.

Karena itu, ia meminta pemerintah melakukan evaluasi secara nasional terhadap karhutla yang terjadi di berbagai provinsi. Penanganan juga harus dilakukan dengan serius meski pada akhirnya status bencana nasional belum ditetapkan.

“Jika belum, setidaknya penanganannya harus dilakukan dengan kapasitas dan keseriusan nasional,” tegas Johan.

Bagi DPR, penetapan status bencana nasional bukan sekadar urusan administratif. Jika memang indikatornya terpenuhi, status tersebut diharapkan bisa menjadi pintu untuk mempercepat penyelamatan warga sekaligus mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia. (*)

You Might Also Like

95 Persen RT di Semarang Serbu Dana Rp25 Juta, Sisanya Pilih Nunggu Dulu

Valet Ride Polda Jateng Jadi “Jurus Anti Capek” Pemudik

Delapan Tim Siap Tanding di Turnamen Mobile Legends Semarang

Marak Kekerasan Seksual di Institusi Pendidikan, SASV Gemas UIN Walisongo Respons Keras

Ampun… Pemuda Lecehkan Wanita Usia 90 Tahun

TAGGED:DPR RIkalimantankarhutlastatus nasional
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Rekening Botok Pati Kini Bisa Dipakai Lagi
Next Article DCF 2026 Bakal Bikin Dieng Meriah Berlipat-lipat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Demo DPR Polisi Amankan 65 Orang

BARANG BUKTI--Barang bukti paket sabu-sabu diamankan polisi. (ist)

Polisi Tangkap 2 Bandar Sabu di Semarang, Sita 51 Paket Hemat Siap Edar

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Apa yang Bikin Rakyat Kecewa? Survei Tempo: Kepuasan Kinerja Prabowo-Gibran Anjlok Jadi 37 Persen

CEK KESEHATAN RUTIN - Daily Health Checking PLN Icon Plus meliputi pemeriksaan tekanan darah, suhu tubuh, denyut nadi, kadar saturasi oksigen, serta kondisi fisik secara umum.

Melalui Daily Health Checking, PLN Icon Plus Perkuat Penerapan HSSE

BERI KETERANGAN: Kuasa Hukum korban Zainal Petir saat memberi keterangan di Mapolda Jateng, Kamis (6/8/2026). (dul)

Perut Gadis Autis Makin Besar, Pria yang Diduga Menghamili Menghilang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid.
Politik

Senggol PDIP soal Sikap Politik, Jazilul PKB: Kami Semua Sedang Berjuang Keras

Juni 20, 2026
Tokoh agama pengasuh Ponpes Ar-Rahman Basyaiban Rancamulya, KH Ahmad Yazid Basyaiban atau Gus Yazid, saat diperiksa Kejati Jateng terkait dugaan TPPU kasus korupsi Rp237 miliar BUMD Cilacap. Foto: Bae
Hukum

Korupsi Rp237 Miliar PT CSA Cilacap: Gus Yazid Mengaku Hanya Dititipi

Agustus 18, 2025
Setyo Novanto melambaikan tangan kepada awak media usai mendapatkan bebas bersyarat, Sabtu (16/8/2025) malam.
Hukum

Setnov Bebas Bersyarat: Udara Segar Buat Koruptor

Agustus 18, 2025
Daerah

Banjir Kudus Bikin Dompet Negara Ikut Basah

Januari 20, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: DPR Dorong Karhutla Kalimantan Naik Status Nasional
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?