Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dari Walet hingga Produk Kayu, Ekspor Jateng Tembus Rp10,9 Triliun
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Dari Walet hingga Produk Kayu, Ekspor Jateng Tembus Rp10,9 Triliun

Ekspor sarang burung walet ternyata bukan cuma soal produk sudah bagus, dikemas rapi, lalu dikirim ke luar negeri. Ada angka-angka di laboratorium yang bisa bikin deg-degan.

T. Budianto
Last updated: Agustus 24, 2026 5:33 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PELAKU EKSPOR: Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding menghadiri kegiatan Jaring Asmara Pelaku Usaha Ekspor dan Impor di Kantor Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Jateng, Senin (24/8/2026). (Foto: dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Dari sarang burung walet, gula merah, salak, hingga produk kayu, berbagai komoditas Jawa Tengah terus mencari pasar di luar negeri. Sepanjang 2026, nilai ekspor Jawa Tengah disebut telah mencapai sekitar Rp10,9 triliun.

Angka tersebut disampaikan Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding dalam kegiatan Jaring Asmara Pelaku Usaha Ekspor dan Impor di Kantor Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Jateng.

Karding menyebut capaian tersebut menunjukkan geliat ekspor Jateng masih cukup positif. Sejumlah komoditas lokal bahkan menjadi bagian dari produk yang ikut menggerakkan perdagangan ke pasar internasional.

“Ini bagus ini, Rp10,9 triliun kalau enggak salah data terakhir tadi itu 2026 itu ekspor Jawa Tengah,” kata Karding, Senin (24/8/2026).  Menurutnya, sarang burung walet, gula merah, hingga produk kayu menjadi beberapa komoditas yang turut menopang aktivitas ekspor dari Jateng. “Meningkat, meningkat. Bagus ini. Neracanya bagus ini,” ujarnya.

Baca juga: Ekspor Ngebut, Cabai Ikut Melambung

Namun, meningkatnya nilai ekspor tidak lantas membuat pekerjaan selesai. Justru ketika produk semakin banyak masuk pasar internasional, tantangan berikutnya adalah memastikan kualitasnya mampu bertahan menghadapi standar yang berbeda-beda di setiap negara.

Karding mencontohkan Tiongkok yang memiliki persyaratan cukup ketat untuk sejumlah komoditas, termasuk sarang burung walet. Bagi eksportir, standar tersebut bisa menjadi tantangan tersendiri. Bahkan, dalam kasus tertentu, produk yang tidak memenuhi ambang batas dapat membuat perusahaan terkena suspend.

Karena itu, Karding menegaskan Indonesia tidak bisa sekadar meminta negara tujuan melonggarkan ketentuannya. Pelaku usaha justru perlu didorong agar produknya mampu memenuhi standar yang telah ditetapkan. “Tiongkok tentu punya standar yang mau tidak mau harus kita ikuti,” katanya.

Pasar Internasional

Untuk itu, Badan Karantina Indonesia akan memperkuat pendampingan kepada pelaku usaha. Tujuannya agar standar produk yang dihasilkan di dalam negeri dapat disesuaikan dengan persyaratan pasar internasional.

“Bagaimana caranya standar-standar itu bisa paralel atau sama dengan kebutuhan pembeli yang ada di berbagai negara,” jelasnya. Upaya memperkuat ekspor tersebut juga dibahas bersama lebih dari 40 perusahaan dalam forum Jaring Asmara.

Para pelaku usaha menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari regulasi, pelayanan, hingga proses pemeriksaan komoditas. Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi agar pelayanan karantina tidak justru menjadi titik yang memperlambat arus perdagangan.

Baca juga: Primadona Baru Ekspor Jateng, Daun Cincau Kering Makin Diminati

Karding mengatakan penguatan ekspor juga harus dibarengi peningkatan kualitas. Sebab, semakin besar volume barang yang dikirim ke luar negeri, semakin besar pula tuntutan agar produk tersebut memenuhi standar pasar.

“Peningkatan kuantitas ekspor harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas produk agar komoditas Jateng semakin mampu bersaing di pasar internasional,” tegasnya.

Dengan capaian sekitar Rp10,9 triliun, Jateng kini tak hanya dituntut memperbanyak produk yang keluar negeri. Tantangan berikutnya adalah memastikan sarang walet, gula merah, salak, produk kayu, dan komoditas lainnya tetap lolos standar dan dipercaya pasar dunia. (dul)

You Might Also Like

Mau Nobar Piala Dunia? Jangan Asal Kumpul, Wajib Punya Lisensi

Kata Prabowo Hanya Kurang 0,01 Persen Lagi MBG Jadi Program yang Sempurna

Drama Lanjutan PBNU: Muncul Edaran Gus Yahya Nggak Lagi Ketum per 26 November 2025

Putusan MK Tegaskan Kedudukan Wamen Setara Menteri: Dilarang Rangkap Jabatan!

Bupati Pati Sudewo Respons Tuntutan Mundur: Semuanya Ada Mekanismenya

TAGGED:ekspor jatengheadlinepemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jangan Buang Sisa Makanan, KKN UIN Walisongo Tunjukkan Cara Jadi Cuan
Next Article ATAS PERMINTAAN APARAT - Bank Mandiri, melalui akun IG resmi mereka menyatakan pemblokiran rekening Supriyono alias Botok, warga Pati, atas permintaan aparat. Namun, Mandiri tak menjelaskan instirusi aparat negara tersebut. Teguh Pati Pertanyakan Rekening Bank Mandiri Botok Diblokir: Kami Ini Salah Apa?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kurangi Penggunaan Air Tanah, PDAM dan Satpol PP Mulai “Sisir” Kawasan Industri

Empat Sekolah Satu Meja, BOSKIN Tak Cuma Habis di Laporan

ATAS PERMINTAAN APARAT - Bank Mandiri, melalui akun IG resmi mereka menyatakan pemblokiran rekening Supriyono alias Botok, warga Pati, atas permintaan aparat. Namun, Mandiri tak menjelaskan instirusi aparat negara tersebut.

Teguh Pati Pertanyakan Rekening Bank Mandiri Botok Diblokir: Kami Ini Salah Apa?

Dari Walet hingga Produk Kayu, Ekspor Jateng Tembus Rp10,9 Triliun

Jangan Buang Sisa Makanan, KKN UIN Walisongo Tunjukkan Cara Jadi Cuan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

SAMBUT SISWA: Guru kelas dan badut menyambut 3 siswa baru SDN Purwoyoso 1 Semarang dalam rangkaian MPLS, Senin (13/7/2026). (Foto: bae)
Fokus

SD Negeri Sepi Peminat, Disdik Semarang Petakan Ulang Sebaran Siswa

Juli 17, 2026
Ekonomi

Luthfi Minta Tiap Daerah Punya Ekonomi Kreatif Unggulan

Juni 10, 2026
Ilustrasi personel TNI yang menjalankan tugas menjadi pasukan penjaga perdamaian PBB.
Info

2 Prajurit TNI Kembali Gugur di Lebanon, Total 3 TNI Gugur Diserang Militer Israel

Maret 31, 2026
Pencipta lagu legendaris 'Darah Juang', John Tobing tutup usia di Yogyakarta.
Info

Selamat Jalan John Tobing! Pencipta Lagu ‘Darah Juang’ Tutup Usia di Jogja

Februari 26, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dari Walet hingga Produk Kayu, Ekspor Jateng Tembus Rp10,9 Triliun
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?