BACAAJA, TEMANGGUNG – Kabar duka kembali datang dari gunung di Jawa Tengah. Setelah sebelumnya pendaki Gunung Slamet tewas terpeleset ke kawah, kini pendaki Gunung Sumbing juga berakhir tragis.
Dua pendaki yang tewas di gunung dalam sepekan terakhir sama-sama masih berusia remaja.
Tragedi di Gunung Sumbing, remaja pendaki asal Kabupaten Karanganyar, Dude Kurniawan Pasha (17), ditemukan meninggal dunia setelah jatuh ke jurang di kawasan Puncak Sejati Gunung Sumbing.
Korban ditemukan di dalam jurang dengan kedalaman sekitar 150 meter.
Bacaaja: Tragis! Remaja 16 Tahun Tewas Terjatuh ke Kawah Gunung Slamet
Bacaaja: Catatan Gunung Slamet, 2026 Dua Pendaki Tewas
Kepala Pelaksana BPBD Temanggung, Totok Nursetyanto, mengatakan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban ditemukan di area jurang Puncak Sejati dengan kedalaman kurang lebih 150 meter dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 07.00 WIB,” kata Totok.
Dude diketahui merupakan pelajar asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Ia mendaki Gunung Sumbing bersama dua rekannya, Fatahilah (17) dan Rangga Dwi Arianto (7).
Rombongan berangkat melalui Basecamp Gunung Sumbing via Banaran pada Jumat (21/8) sekitar pukul 21.30 WIB. Setelah beristirahat, mereka melanjutkan pendakian dengan sistem tektok sekitar pukul 23.30 WIB.
Ketiganya sempat menggunakan ojek dari basecamp sebelum melanjutkan perjalanan menuju Puncak Sejati.
Saat itu kondisi fisik mereka disebut dalam keadaan sehat.
Namun, perjalanan kemudian terpisah. Rangga memilih hanya naik sampai kawasan sabana. Setelah itu, ia turun kembali ke basecamp bersama pendaki lainnya.
Sementara Dude dan Fatahilah terus melanjutkan perjalanan. Dude dan Fatahilah akhirnya berhasil mencapai Puncak Sejati.
Namun, saat turun, keduanya memilih jalur berbeda.
Sekitar pukul 13.00 WIB, Fatahilah turun melalui jalurnya. Sementara Dude mencari jalur sendiri melalui tebing di bawah Puncak Sejati, tepatnya di sisi utara.
Sejak saat itu, Dude tidak kunjung kembali ke basecamp. Sampai Sabtu malam, keberadaannya belum diketahui.
Pihak terkait kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada tim SAR gabungan. Pencarian pun langsung dilakukan.
Korban akhirnya ditemukan di kawasan jurang Puncak Sejati. Kedalamannya sekitar 150 meter.
Tim kemudian melakukan proses evakuasi terhadap korban. Jenazah Dude tiba di Basecamp Banaran sekitar pukul 13.40 WIB sebelum dibawa ke RSUD Temanggung.
Totok mengatakan saat ditemukan, korban mengenakan pakaian serba hitam dan topi hitam dengan sedikit coretan putih. Korban juga diketahui membawa logistik berupa dua roti Aoka.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi para pendaki untuk tidak mengambil jalur sendiri, terutama di kawasan puncak yang memiliki medan berisiko.
Keselamatan tetap harus jadi prioritas. Jangan sampai keinginan mengejar puncak justru berujung petaka. (*)

