Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Orderan Kuliner Fiktif Catut Nama Klinik Ibunda Klampok
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Orderan Kuliner Fiktif Catut Nama Klinik Ibunda Klampok

Nugroho P.
Last updated: Agustus 23, 2026 7:34 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Klinik Ibunda Klampok Banjarnegara.
SHARE

BACAAJA, BANJARNEGARA – Sejumlah pedagang kuliner di Banjarnegara dibuat kelimpungan setelah menerima pesanan makanan yang ternyata palsu. Pesanan tersebut mengatasnamakan Klinik Ibunda Banjarnegara dan berujung pada permintaan uang hingga pulsa kepada para pedagang.

Aksi tersebut terjadi pada Minggu (23/8/2026). Beberapa pedagang bahkan sampai mengantarkan pesanan ke Klinik Utama Rawat Inap Ibunda di Purwareja Klampok karena mengira orderan itu benar-benar berasal dari pihak klinik.

Setelah tiba di lokasi, barulah mereka mengetahui pesanan tersebut tidak pernah dibuat oleh pihak klinik. Manajemen Klinik Ibunda pun memastikan kejadian itu merupakan modus penipuan dan tidak ada kaitannya dengan aktivitas resmi klinik.

Catut Nama Dokter

Kepala Klinik Utama Rawat Inap Ibunda Banjarnegara, dr. Ismuhartinah, mengatakan pelaku memesan berbagai makanan, di antaranya seblak dan donat. Pelaku mengaku mewakili seseorang bernama dr. Budi, Sp.OG.

Masalahnya, nama dokter tersebut ternyata tidak tercatat sebagai dokter di Klinik Ibunda. Pelaku kemudian meminta makanan diantar ke lokasi klinik agar pesanan terlihat meyakinkan.

Tidak berhenti di makanan, pelaku juga meminta pedagang membelikan pulsa dan mentransfer sejumlah uang. Nilai kerugian yang dialami korban bervariasi, bahkan ada yang mencapai sekitar Rp700 ribu.

Pedagang lain disebut mengalami kerugian lebih dari Rp300 ribu akibat mengikuti permintaan pelaku.

Empat Pedagang Datang ke Klinik

Setidaknya empat pedagang mendatangi Klinik Ibunda untuk memastikan pesanan yang mereka terima. Dari situlah diketahui bahwa pihak klinik sama sekali tidak pernah memesan makanan tersebut.

Manajemen klinik kemudian menyampaikan bahwa nama dan identitas mereka telah dicatut untuk meyakinkan para pedagang.

Pelaku disebut menggunakan nomor WhatsApp 082125624792 saat menjalankan aksinya. Berdasarkan informasi internal yang diterima pihak klinik, nomor tersebut diduga pernah digunakan dalam modus penipuan serupa di wilayah Kabupaten Blora.

Pedagang Diminta Jangan Langsung Percaya

Klinik Ibunda mengingatkan pelaku usaha kuliner dan jasa pengantaran agar tidak langsung memproses pesanan dalam jumlah besar hanya berdasarkan percakapan WhatsApp.

Pedagang diminta melakukan konfirmasi ulang melalui nomor atau jalur komunikasi resmi Klinik Ibunda sebelum mengantarkan pesanan. Apalagi jika pesanan mengatasnamakan dokter, staf, atau pihak tertentu di lingkungan klinik.

Jika pengiriman diarahkan ke Klinik Ibunda, pedagang juga disarankan mengecek lebih dulu kepada petugas receptionist. Langkah sederhana ini bisa membantu memastikan apakah pesanan memang benar atau cuma modus.

Klinik Sesalkan Pedagang Jadi Korban

Manajemen Klinik Ibunda menyayangkan aksi tersebut karena yang menjadi korban justru para pelaku UMKM dan pedagang kuliner lokal.

Pihak klinik menegaskan tidak pernah memerintahkan siapa pun untuk membeli pulsa maupun meminta pedagang mentransfer uang berkaitan dengan pesanan makanan.

Masyarakat juga diminta lebih waspada terhadap modus orderan fiktif yang memanfaatkan nama instansi, perusahaan, rumah sakit, maupun klinik untuk membangun kepercayaan.

Klinik Ibunda berharap kejadian ini tidak kembali menimpa pedagang lain. Konfirmasi ulang sebelum mengirim makanan atau melakukan pembayaran menjadi langkah penting agar tidak terjebak penipuan serupa. (*)

You Might Also Like

Gubernur Luthfi Dorong Atlet Jateng Giat Berlatih untuk Songsong PON 2028

Dua Warga Jabar Ditangkap Gegara Unggah dan Komentari Konten Pidato Prabowo soal Nuklir Iran

Duo Iwan Bos Sritex Dituntut Hukuman 16 Tahun Penjara dan Bayar Rp1,3 Triliun

Libur Udah, PSIS Gaspol Lagi, Persipal Siap Jadi Ujian Awal

Bandingnya Kandas, Aipda Robig Masih Ngotot Mau Kasasi?

TAGGED:klinikkulinerpencatutan nama
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Santap Daging Kambing, Warga Darma Keracunan
Next Article Ali Rokhman, Rival Sodiq Kini Pimpin Unsoed

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ogoh-ogoh Bikin Carnival Purbalingga Makin Nendang

ASN Purbalingga Patungan Rp181 Juta untuk Korban Bencana

Ali Rokhman, Rival Sodiq Kini Pimpin Unsoed

Orderan Kuliner Fiktif Catut Nama Klinik Ibunda Klampok

Santap Daging Kambing, Warga Darma Keracunan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Banjir Semarang, Dosen Unwahas Sentil Pengembang Perumahan Nakal

Maret 28, 2026
ILUSTRASI KEBAKARAN: Petugas pemadam kebakaran Pemkab Jepara berupaya melakukan pemadaman api di pabrik bahan baku tas dan sepatu PT Chengqi Industrial Indonesia di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yang terbakar, Sabtu (17/1/2026). (Damkar Jepara)
Info

Rp33,4 Miliar Hangus Jadi Abu, Estimasi Kerugian 447 Kasus Kebakaran di Jateng

Agustus 19, 2026
Ekonomi

Selat Hormuz Seret, Industri Plastik Dalam Negeri Mulai Panik

April 6, 2026
Info

Kang Mus ‘Preman Pensiun’ Pamit: Kisah Hidupnya Bikin Merinding!

Desember 3, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Orderan Kuliner Fiktif Catut Nama Klinik Ibunda Klampok
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?