Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ebola Kongo Tembus 5.000 Kasus, Wabah Makin Gawat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Ebola Kongo Tembus 5.000 Kasus, Wabah Makin Gawat

Nugroho P.
Last updated: Agustus 20, 2026 5:44 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo terus meluas dan kini sudah menembus angka 5.000 kasus
SHARE

BACAAJA, KONGO – Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo terus meluas dan kini sudah menembus angka 5.000 kasus. Situasi ini bikin alarm kesehatan kembali berbunyi keras karena penanganan di lapangan dinilai belum mampu menahan laju penyebaran.

Data terbaru pemerintah Kongo menunjukkan total kasus terkonfirmasi telah mencapai 5.021 kasus. Di tengah angka yang terus naik, para pejabat kesehatan mengakui respons terhadap wabah masih menghadapi banyak kendala.

Kondisinya makin bikin waswas karena jumlah korban meninggal juga terus bertambah. Hingga akhir pekan lalu, sebanyak 2.378 orang dilaporkan telah kehilangan nyawa akibat wabah tersebut.

Mengutip Reuters, Rabu (19/8/2026), institut kesehatan masyarakat Kongo menyebut wabah Ebola kali ini sudah menjadi yang terbesar dalam sejarah negara tersebut jika dilihat dari jumlah kasus.

Epidemi ini merupakan wabah Ebola ke-17 yang terjadi di Kongo. Sejak akhir Juli, jumlah kasus terus melonjak hingga melewati rekor wabah sebelumnya yang berlangsung pada 2018-2020.

Dengan lebih dari 5.000 kasus dan ribuan korban meninggal, wabah kali ini kini menjadi salah satu epidemi Ebola terbesar yang pernah tercatat secara global.

Posisinya berada di bawah wabah Ebola Afrika Barat pada 2014-2016 yang hingga kini masih menjadi catatan paling parah dalam sejarah penyebaran penyakit tersebut.

Wabah yang sedang berlangsung di Kongo disebabkan oleh virus Ebola Bundibugyo. Penyakit ini dikenal berbahaya karena dapat menyebabkan kondisi serius dan berujung pada kematian.

Yang bikin situasi makin pelik, belum tersedia vaksin maupun pengobatan medis yang telah disetujui khusus untuk menangani wabah yang disebabkan spesies tersebut.

Ebola sendiri dapat menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi. Karena itu, pelacakan pasien, isolasi, pemantauan kontak erat, serta perlindungan tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam mengendalikan penyebaran.

Namun, upaya tersebut tidak berjalan mulus. Pemerintah Kongo harus berhadapan dengan persoalan infrastruktur kesehatan yang masih terbatas di sejumlah wilayah.

Penolakan sebagian masyarakat terhadap upaya penanganan juga menjadi tantangan tersendiri. Belum lagi kondisi keamanan yang tidak stabil di beberapa daerah ikut membuat petugas kesehatan kesulitan bergerak.

Situasi tersebut diperparah dengan adanya aksi protes dari pekerja medis. Kondisi di lapangan akhirnya membuat upaya pemerintah untuk menemukan kasus baru dan segera melakukan penanganan berjalan lebih berat.

Epidemi kali ini pertama kali dideklarasikan pada 15 Mei 2026. Sejak saat itu, pemerintah dan petugas kesehatan terus melakukan pelacakan serta penanganan untuk menekan penyebaran.

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan pekerjaan rumahnya masih panjang. Jumlah kasus yang terus naik menjadi sinyal bahwa strategi penanganan perlu diperkuat agar wabah tidak makin melebar.

Para ahli kesehatan pun terus menyoroti pentingnya respons cepat, pelacakan kasus yang agresif, serta dukungan terhadap tenaga medis. Tanpa langkah yang solid di lapangan, penyebaran Ebola berisiko semakin sulit dikendalikan.

Dengan angka kasus yang kini sudah melewati 5.000 dan korban meninggal mencapai ribuan, wabah Ebola di Kongo menjadi krisis kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh. Dunia pun kembali dibuat waspada oleh salah satu penyakit paling mematikan tersebut. (*)

You Might Also Like

Agustina: Revitalisasi Stasiun Tawang Jaga Identitas dan Dongkrak Ekonomi

Anies Datang Tak Diundang, Suasana Halal Bihalal Demokrat Ramai

Gubernur Luthfi Soal MBG: “Nggak Cuma Kenyang, Tapi Aman!”

Jam Operasional Tempat Hiburan Resmi Disetel Mode Ramadan

Rumah Heri Black Disisir KPK, Isi Dalamnya Bikin Penasaran Publik

TAGGED:ebolakongokosehatanwabah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SEGEL RUSUN--Satpol PP menyegel kamar di Rusun Kudu, Kota Semarang, Rabu (19/8/2026). (ist) Puluhan Rusun Kudu Semarang Disegel, Satpol PP: Penghuni Gak Mau Bayar

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ebola Kongo Tembus 5.000 Kasus, Wabah Makin Gawat

SEGEL RUSUN--Satpol PP menyegel kamar di Rusun Kudu, Kota Semarang, Rabu (19/8/2026). (ist)

Puluhan Rusun Kudu Semarang Disegel, Satpol PP: Penghuni Gak Mau Bayar

Mobil polisi keluar dari area PN Semarang sesaat setelah pengungkapan kasus sabu di pengadilan, Selasa (18/8/2026) sore. (bae)

Polisi Sebut ‘Salam Tempel’ Sabu di PN Semarang Sudah Lama Direncanakan

ILUSTRASI KEBAKARAN: Petugas pemadam kebakaran Pemkab Jepara berupaya melakukan pemadaman api di pabrik bahan baku tas dan sepatu PT Chengqi Industrial Indonesia di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yang terbakar, Sabtu (17/1/2026). (Damkar Jepara)

Rp33,4 Miliar Hangus Jadi Abu, Estimasi Kerugian 447 Kasus Kebakaran di Jateng

POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).

Kelakuan! Dua Oknum Polisi Nyaris Dihajar Massa, Ketahuan Peras Warga Gresik dengan Dalih Judol

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

TANTANG JAKSA--Terdakwa Gus Yazid menantang jaksa memeriksa Pangdam Dedi Suryadi dalam sidang TPPU, di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (8/6/2026). (bae)
Hukum

“Berani Gak?” Gus Yazid Tantang Jaksa Periksa Pangdam Jaya Letjen Dedi

Juni 8, 2026
Ekonomi

Said Iqbal ke PT Victory: Jangan Kabur Dulu, Hak 846 Buruh Harus Beres!

Juli 28, 2026
Tangkapan layar rekaman CCTV yang memperlihatkan peristiwa Feeder tabrak pekalan kali di Bundaran Klipang Semarang. (medsos)
Daerah

Feeder Trans Semarang Tabrak Penyebrang Jalan di Bundaran Klipang, Warga: Ugal-ugalan

Juli 11, 2025
NOBAR GEMBIRA - Melalui Nobar Gembira ICONNET, PLN Icon Plus menghadirkan suasana kebersamaan yang menyenangkan bersama pelanggan, karyawan, dan masyarakat.
Info

Nobar Gembira ICONNET, Cara PLN Icon Plus Bikin Nonton Bola Makin Seru

Juli 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ebola Kongo Tembus 5.000 Kasus, Wabah Makin Gawat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?