Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bidan Ngada Berjuang Terangi Persalinan Pakai HP
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Viral

Bidan Ngada Berjuang Terangi Persalinan Pakai HP

Nugroho P.
Last updated: Agustus 17, 2026 7:32 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Bidan yang berjuang dalam persalinan mneggunakan senter HP.
SHARE

BACAAJA, NTT – Di tengah situasi serba gelap setelah gempa mengguncang Flores, perjuangan tenaga kesehatan di Ngada tetap jalan. Enam bidan di Puskesmas Laja bahkan harus membantu proses persalinan di bawah tenda darurat dengan penerangan seadanya dari senter telepon seluler.

Contents
Persalinan berlangsung di bawah tendaBelasan fasilitas kesehatan ikut terdampakDinkes minta tenda tambahan

Gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026) membuat sebagian bangunan Puskesmas Laja, Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada, mengalami keretakan. Ruang bersalin yang biasanya menjadi tempat utama pelayanan ibu dan bayi pun dinilai tak lagi aman digunakan.

Kondisi tersebut tak membuat pelayanan berhenti. Bidan Yoan, Ica, Lina, Nita, Tefin, dan Chen memindahkan tempat tidur bersalin ke halaman puskesmas, lalu mendirikan tenda darurat untuk tetap melayani warga.

Persalinan berlangsung di bawah tenda

Salah satu pasien yang mendapat pendampingan adalah Blandina Kornelia Lowa, warga Desa Sada 1, Kabupaten Ngada. Ia harus menjalani proses persalinan ketika kondisi fasilitas kesehatan masih terdampak gempa.

Situasi makin menantang karena aliran listrik di lokasi sempat padam total. Para bidan pun mengandalkan senter dari telepon seluler untuk menerangi proses persalinan.

Kepala Puskesmas Laja, Anastasia, mengatakan kondisi tersebut berlangsung selama beberapa jam. Listrik baru kembali menyala setelah proses pelayanan berjalan cukup lama.

“Sejak pukul enam kemarin hingga jam 8 malam kami menggunakan senter HP untuk mendampingi pasien. Listrik baru menyala setelah jam delapan malam,” kata Anastasia, Minggu (16/8/2026).

Meski fasilitas jauh dari kondisi ideal, proses persalinan Blandina berjalan lancar. Bayi perempuan yang dilahirkan juga dilaporkan selamat dan sehat bersama ibunya.

Anastasia memberikan apresiasi kepada para tenaga kesehatan yang tetap bertahan memberikan pelayanan di tengah situasi pascagempa. Menurutnya, kondisi darurat tidak boleh membuat kebutuhan kesehatan warga terabaikan.

“Saya apresiasi atas perjuangan teman-teman nakes yang tetap memberikan yang terbaik di tengah kondisi darurat,” ujarnya.

Bukan cuma membantu persalinan, para tenaga kesehatan Puskesmas Laja juga tetap melayani pasien umum dan memberikan perawatan untuk balita dari tenda darurat.

Belasan fasilitas kesehatan ikut terdampak

Kerusakan akibat gempa tidak hanya terjadi di Puskesmas Laja. Puskesmas Maronggela di Kecamatan Riung Barat juga mengalami kerusakan cukup parah sehingga pelayanan harus dipindahkan ke tenda di luar bangunan.

Berdasarkan data sementara Pusdalops BPBD Kabupaten Ngada per Sabtu (15/8/2026) pukul 19.00 WITA, sedikitnya 14 fasilitas kesehatan terdampak gempa.

Fasilitas yang terdampak mencakup puskesmas, RSUD, hingga posyandu. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena fasilitas kesehatan merupakan salah satu layanan yang paling dibutuhkan warga setelah bencana.

BPBD Ngada juga mencatat delapan warga mengalami luka akibat gempa. Tujuh orang mengalami luka ringan dan satu orang luka sedang, sementara tidak ada laporan korban luka berat maupun meninggal dunia di wilayah tersebut.

Seluruh korban yang membutuhkan penanganan sudah mendapat perawatan dari tenaga kesehatan. Namun, proses pendataan dan verifikasi dampak bencana masih terus dilakukan karena data di lapangan masih bersifat sementara.

Dinkes minta tenda tambahan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, dr. Aty Due, menyebut kebutuhan tenda darurat menjadi salah satu hal yang cukup mendesak. Terutama untuk Puskesmas Maronggela yang mengalami kerusakan berat.

“Kami berharap khusus di Puskesmas Maronggela agar diturunkan bantuan berupa tenda. Ini sangat urgen dibutuhkan karena semua gedung rusak parah,” kata dr. Aty dalam rapat koordinasi penanganan bencana, Sabtu malam.

Meski fasilitas kesehatan mengalami kerusakan, dr. Aty memastikan stok obat dan logistik medis di Kabupaten Ngada masih aman. Warga yang membutuhkan pertolongan medis tetap ditangani di puskesmas maupun rumah sakit rujukan.

Pemerintah Kabupaten Ngada bersama tim gabungan lintas sektor kini masih bergerak melakukan pendataan kerusakan sekaligus menyalurkan bantuan darurat. Di tengah situasi tersebut, para tenaga kesehatan tetap bekerja dari ruang-ruang sementara agar pelayanan untuk warga tidak ikut terhenti. (*)

You Might Also Like

Sat-set Banget, Kasus Tabrak Lari Gumiwang, Pelaku Ditangkap Polisi

Ngebut Lawan Arah, Calya Hitam Bikin Geger

Taksi Robot Mogok Bareng, Penumpang Wuhan Terjebak Dalam Mobil

Ssst…Ternyata Menteri Bahlil Pernah Busung Lapar

Tembok Ratapan Solo Viral, Aslinya Ada di Yerusalem Begini Aktifitasnya

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kenapa Perempuan Lebih Rentan Cedera ACL?
Next Article UPACARA UNIK--Emak-emak Kampung Gang Presiden, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, mengenakan kostum daur ulang sampah plastik saat menggelar upacara bendera HUT Kemerderkaan ke-81 Republik Indonesia (RI), Senin (17/8/2026). (ist) Bukan Upacara Biasa! Emak-emak Gang Presiden Puntan Pakai Kostum Daur Ulang Sampah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Nabi Isa Turun, Dajjal Akhirnya Dibinasakan

Dajjal Masih Terikat, Tapi Pulau Ini Misterius

Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Singapura Jadi Korban Pesta Gol Malaysia

UKIR SEJARAH - Mahasiswi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Nurisa Dian Ashrifah, mengukir tinta emas dalam sejarah olahraga panahan Indonesia setelah meraih emas nomor compound individu putri pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Mahasiswi Udinus Semarang Bikin Sejarah Panahan Indonesia, Raih Emas di Asian Games 2026

Lapas Purwodadi Pastikan Data Pemilih Warga Binaan Tetap Terdata

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Viral

Duka Lebanon Menggema, Rico Gugur Dunia Ikut Menoleh

April 25, 2026
Viral

Joget di Ruang Operasi, Perawat Ini Viral

April 3, 2026
Viral

Dunia Hiburan Berduka, Encuy Preman Pensiun Tutup Usia di Garut

September 8, 2025
Viral

Seminggu Lagi Nikah, Eh Takdir Berkata Lain

Juni 2, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bidan Ngada Berjuang Terangi Persalinan Pakai HP
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?