Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Luthfi: Kemerdekaan Harus Terasa di Meja Makan Rakyat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Luthfi: Kemerdekaan Harus Terasa di Meja Makan Rakyat

Merah putih boleh berkibar tinggi, upacara boleh berlangsung khidmat. Tapi bagi Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, ukuran kemerdekaan tidak berhenti di lapangan upacara. Kemerdekaan harus punya “efek nyata”.

T. Budianto
Last updated: Agustus 17, 2026 3:51 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
INSPEKTUR UPACARA: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Jateng di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, Senin (17/8/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi kerja nyata yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak cukup hanya dengan seremoni. Pemerintah harus memastikan pembangunan dan layanan dasar benar-benar hadir di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Luthfi seusai menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Jawa Tengah di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, Senin (17/8/2026).

“Kita harus mampu berbuat hal yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” kata Luthfi, didampingi Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen dan Sekda Jateng Sumarno.

Luthfi mengatakan pembangunan infrastruktur, pemenuhan layanan kesehatan dan pendidikan hingga penguatan ekonomi kerakyatan merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan sekaligus menekan kemiskinan.

Apalagi, pembangunan saat ini berlangsung di tengah tantangan geopolitik global dan tekanan fiskal yang membuat pemerintah harus semakin cermat dalam menentukan prioritas.

Baca juga: Dua Sekolah di Wonoplumbon Satukan Barisan Rayakan Kemerdekaan

Meski demikian, sejumlah indikator ekonomi Jateng menunjukkan perkembangan positif. Pada semester I-2026, pertumbuhan ekonomi Jateng tercatat 5,80 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,45 persen.

Realisasi investasi juga mencapai Rp59,94 triliun dengan serapan tenaga kerja sekitar 213 ribu orang. Sementara itu, angka kemiskinan Jateng pada Maret 2026 turun dari 9,48 persen menjadi 9,21 persen.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga turun. Pada Februari 2026, TPT tercatat 4,24 persen, atau turun 0,09 poin dibandingkan Februari 2025 yang berada di angka 4,33 persen.

Bagi Luthfi, angka-angka tersebut bukan sekadar statistik dalam laporan pemerintah. Muara akhirnya tetap satu: bagaimana masyarakat mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Semangat Kolaborasi

Karena itu, ia mendorong kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga momentum pembangunan. “Kita harus punya suatu semangat kolaborasi dengan dasar semangat kemerdekaan, seluruh elemen masyarakat Jateng perlu bersatu bahu-membahu, sehingga masyarakat bisa sejahtera,” ujarnya.

Luthfi mengatakan berbagai persoalan masyarakat tidak bisa diselesaikan secara instan. Dibutuhkan program yang dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan.

Di sektor kesehatan, misalnya, Pemprov Jateng terus menjalankan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling).

Kedua program tersebut disebut telah menjangkau masyarakat dalam jumlah besar dan terus diperluas hingga tingkat desa.

Sementara di sektor pendidikan, Pemprov Jateng menjalankan program Sekolah Kemitraan yang memberikan kuota sekolah gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan kurang mampu di sekolah swasta. Setiap tahun, sekitar 5.004 anak mendapatkan akses melalui program tersebut.

Baca juga: Atasi RTLH, Jateng Pilih Gotong Royong

Persoalan tempat tinggal juga menjadi perhatian. Pemprov Jateng terus melakukan perbaikan ribuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di berbagai daerah.

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan pembangunan tidak hanya terlihat dalam bentuk proyek fisik, tetapi juga terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Apa yang disampaikan Luthfi ternyata sejalan dengan harapan masyarakat yang hadir menyaksikan upacara kemerdekaan di Simpanglima. Salah satunya Sukarno (64), pedagang kaki lima di kawasan Simpanglima.

Menurutnya, kemerdekaan memiliki makna yang luas. Bukan hanya soal terbebas dari penjajahan, tetapi juga kehidupan masyarakat yang tenteram, rukun dan damai.

“Harapan saya masalah ekonomi ini ditata dengan rapi. Kita sambut kemerdekaan ini dengan gembira, rukun, damai,” ujar warga Kebonharjo, Kota Semarang tersebut.

Pada akhirnya, kemerdekaan memang bukan sekadar tanggal merah di kalender atau upacara yang selesai ketika pasukan dibubarkan. Bagi rakyat, kemerdekaan terasa ketika biaya hidup tidak bikin kepala berasap, pekerjaan tersedia, anak bisa sekolah, berobat tidak bikin dompet ikut sakit, dan rumah tidak lagi masuk kategori “butuh diselamatkan”.

Karena kalau Merah Putih sudah berkibar tinggi tetapi urusan hidup rakyat masih terasa berat, berarti pekerjaan rumah kemerdekaan memang belum selesai. (tebe)

You Might Also Like

Saat Difabel Boyolali Minta Akses, Bukan Iba

Anak Muda Semarang Kreatif, tapi Minim “Panggung”

Pengacara Korban Endus Aroma Tuntutan Ringan untuk AKBP Basuki, Kasus Dosen Untag Tewas

OJK Jelaskan Nasib Peserta DPLK DPPK Jiwasraya Sekarang

Dari Tongkrongan ke Dunia Digital, Dialek Semarang Kembali Dirindukan

TAGGED:ahmad luthfiheadlinekemerdekaan RIpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dua Sekolah di Wonoplumbon Satukan Barisan Rayakan Kemerdekaan
Next Article Lita Raih ASN of The Year Purbalingga, Hadiah Umrah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Dari Jateng untuk NTT: 16 Relawan dan Ribuan Paket Bantuan Dikirim

Bromo Tutup, Omzet Jeep Wisata Malang Ikut Ambyar

Kemensos Gercep Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Lita Raih ASN of The Year Purbalingga, Hadiah Umrah

Luthfi: Kemerdekaan Harus Terasa di Meja Makan Rakyat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Fokus

Enam Warisan Budaya Semarang Diakui Nasional

April 22, 2026
Info

Dari Pembersih Akuarium Jadi Penguasa Sungai, Sapu-Sapu Bikin Resah

April 14, 2026
Info

Bos Baru BGN Diuji Janji Benahi Program MBG

Juli 26, 2026
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Hilman Mufidi dalam Rapat Kerja dengan Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, Selasa (26/8/2025). DPR sepakat menambah anggaran untuk kesejahteraan guru dalam anggaran di Kemendikdasmen. Foto: dok.
Pendidikan

DPR Dukung Tambahan Tunjangan Guru Non-ASN, Dorong Pemerataan Revitalisasi Sekolah

Agustus 26, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Luthfi: Kemerdekaan Harus Terasa di Meja Makan Rakyat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?