BACAAJA, SEMARANG – 30,95 juta orang nyerbu area wisata di Jawa Tengah (Jateng) selama triwulan II 2026 atau tiga bulan terakhir.
Dari hampir 40 juta wisatawan yang membanjiri Jateng, turis lokal atau wisatawan nusantara (wisnus) masih mendominasi.
Angka kunjungan wisatawan pada triwulan II ini naik tipis dibanding periode yang sama tahun lalu. Pada Triwulan II 2025, jumlah kunjungannya tercatat 30,66 juta orang.
Artinya, kunjungan wisata tumbuh sekitar 0,93 persen secara tahunan.
Bacaaja: Jateng Bidik Wisatawan Timur Tengah
Bacaaja: Wisatawan Jateng Udah Lumayan, Tembus 53 Juta, tapi…
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengatakan sektor pariwisata Jateng masih menunjukkan tren positif.
“Peningkatan, peningkatan. Sekitar 11 persen berapa gitu. Nanti datanya ada,” ujar Hanung saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2026).
Kalau dilihat dari asalnya, wisatawan domestik masih jadi pemain utama. Dari total 30,95 juta kunjungan, sekitar 30,77 juta di antaranya merupakan wisatawan nusantara.
Jumlah wisnus bahkan mencapai lebih dari 99 persen dari total kunjungan. Naik sekitar 0,95 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Menurut Hanung, momentum libur panjang ikut bikin destinasi wisata di Jateng makin ramai.
Lebaran jadi salah satu pemicunya. Pada Maret 2026, jumlah kunjungan ke daya tarik wisata di Jateng mencapai 7,74 juta orang.
Beberapa bulan kemudian, libur sekolah juga ikut bikin angka kunjungan melonjak. Pada Juni 2026, tercatat sekitar 7,38 juta orang berwisata ke berbagai destinasi di Jateng.
“Kalau kita lihat pergerakannya, wisatawan nusantara memang masih menjadi yang terbesar. Momentum libur Lebaran dan libur sekolah juga ikut mendorong kunjungan ke destinasi wisata,” kata Hanung.
Buat Pemprov Jateng, tingginya angka ini jadi sinyal kalau minat masyarakat buat jalan-jalan masih kuat.
“Ini menunjukkan bahwa pariwisata Jawa Tengah masih cukup kuat. Masyarakat tetap memiliki minat untuk melakukan perjalanan dan berwisata, terutama ketika ada momentum liburan,” ujarnya.
Wisnus dominan, wisman menurun
Tapi, ada satu catatan. Saat wisatawan lokal lagi ramai-ramainya datang, jumlah wisatawan mancanegara justru sedikit turun.
Pada Triwulan II 2026, jumlah kunjungan wisman ke Jateng tercatat 180.141 orang.
Angka itu turun 1,80 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 183.443 kunjungan.
Hanung mengakui pasar wisatawan asing masih jadi pekerjaan rumah. Promosi ke luar negeri perlu terus digenjot. Bukan cuma lewat iklan, tapi juga event dan kerja sama dengan pelaku industri pariwisata.
“Untuk wisatawan mancanegara memang masih perlu kita dorong. Pasar internasional belum sepenuhnya pulih, sehingga promosi dan pemasaran destinasi Jawa Tengah ke luar negeri harus terus diperkuat,” jelasnya.
Dengan lebih dari 30 juta kunjungan dalam tiga bulan, wisatawan lokal jelas masih jadi tulang punggung pariwisata Jateng.
Sekarang tinggal bagaimana menjaga wisatawan domestik tetap datang, sambil bikin turis asing ikut kepincut buat mampir.
“Wisatawan nusantara masih menjadi kekuatan utama pariwisata Jawa Tengah. Ini yang harus terus kita jaga, sekaligus kita dorong agar pasar wisatawan mancanegara juga kembali tumbuh,” pungkas Hanung. (dul)

