SEMARANG, BACAAJA- Rektor Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang Robertus Setiawan Aji Nugroho menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dipisahkan dari anggaran pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada tahun-tahun berikutnya.
Aji melihat problem besar MBG hari ini adalah persoalan target dan operasionalnya. “Diharapkan dana pendidikan ini tidak muspro karena pengelolaan yang acak adut, karena itu dananya besar sekali sampai sekitar Rp300triliun. Jangan-jangan dua pertiganya itu tidak perlu (kalau dikelola dengan baik tepat sasaran,” kata Aji usai kegiatan puncak Dies Natalis ke-44 SCU di Kampus Bendan, Kota Semarang, Rabu (5/8/2026) didampingi Wakil Rektor Gregorius Yoga Panji Asmara.
Dia berargumen memang sudah selayaknya program seperti itu dipisahkan dari anggaran pendidikan. Dia mempertanyakan, jika program itu salah satunya untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, mengapa anggaran kesehatan tidak diambil untuk mendukung program tersebut.
Baca juga: Ketika Pemanfaatan Anggaran Negara Menjauh dari Kepentingan Rakyat
“Saya bersyukur itu dikeluarkan, tapi bukan karena MBG-nya, bukan saya menolak MBG, sudah masuk Undang-Undang jadi tidak mungkin tidak didukung. Semua Presiden pasti punya project besarnya dengan dukungan dana yang besar, seperti Pak Jokowi dengan IKN-nya, Pak SBY, Pak Habibie. Problem besar MBG (saya melihatnya) target dan operasionalnya,” lanjutnya.
SCU sendiri menggelar puncak Dies Natalis ke-44 pada Rabu (5/8/2026). Berbagai rangkaian acara, termasuk bakti sosial digelar sebagai peringatan dan wujud rasa syukur.
Diskusi Kritis
Aneka kegiatan diskusi juga digelar dengan menghadirkan pembicara-pembicara yang kritis. Sebut saja; mantan Wali Kota Semarang sekaligus mantan Kepala LKPP dan Alumni FEB SCU Hendrar Prihadi, Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Lingkungan (FITL) sekaligus dosen Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) SCU, Benny Danang Setianto, yang jadi pembicara kegiatan Sarasehan Kebangsaan, Senin (3/8/2026).
Hari ini, di puncak Upacara Dies Natalis ke-44 Akademisi RM. Y. Fery Kurniawan dan Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira Adhinegara membawakan orasi ilmiah.
Ketua Dies Natalis ke-44 SCU Fidelis Aggiornamento Saintio mengatakan puncak acara kali ini lebih hening, lebih banyak reflektif dan kritis. “Tapi tidak negatif. Kami mengambil posisi tidak terlalu optimis karena situasinya seperti ini,” tambah Gio, sapaannya.
Dia mengatakan di tengah dinamika sosial ekonomi nasional maupun global yang tidak bisa dibilang baik-baik saja, akan menjadi naif jika hanya membicarakan optimisme tanpa berbuat sesuatu.
Baca juga: BGN Ajukan Anggaran MBG 2026 ke DPR Sebesar Rp 335 Triliun
“Kalau turun ke jalan nggak bisa, tularkan api-api semangat kepada mahasiswa, kepada masyarakat,” kata dia. Rektor menambahkan, capaian-capaian akademik maupun prestasi anak didiknya tidak hanya yang jadi refleksi peringatan.
Namun, tak kalah penting, bagaimana kampus, dosen, memposisikan dirinya bisa menemani mahasiswa baik di jam kuliah maupun di luar kuliah. Melalui unit-unit yang ada, kampus setia mendampingi mahasiswanya, mulai dari persoalan asmara hingga memastikan lulusan mendapatkan pekerjaan.
Mengelola anggaran ratusan triliun memang butuh lebih dari sekadar niat baik. Sebab program sebesar apa pun tak akan terasa manfaatnya kalau yang kenyang hanya angka di atas kertas, sementara yang benar-benar membutuhkan masih sibuk antre harapan. (eks)

