Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Rektor SCU Soroti Dana MBG: Jangan Sampai Besar Anggaran, Kecil Dampaknya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Rektor SCU Soroti Dana MBG: Jangan Sampai Besar Anggaran, Kecil Dampaknya

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap didukung, tetapi cara mengelola anggarannya dinilai perlu dibenahi. Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memisahkan anggaran MBG dari anggaran pendidikan pun disambut positif oleh kalangan akademisi.

T. Budianto
Last updated: Agustus 6, 2026 3:52 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
BERI KETERANGAN: Rektor SCU Robertus Setiawan Aji Nugroho (paling kanan), Ketua Dies Natalis ke-44 SCU Fidelis Aggiornamento Saintio (tengah), Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama SCU Gregorius Yoga Panji Asmara (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan di Kampus Bendan, Kota Semarang, Rabu (5/8/2026). (Foto: Eka Setiawan)
SHARE

SEMARANG, BACAAJA- Rektor Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang Robertus Setiawan Aji Nugroho menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dipisahkan dari anggaran pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada tahun-tahun berikutnya.

Aji melihat problem besar MBG hari ini adalah persoalan target dan operasionalnya. “Diharapkan dana pendidikan ini tidak muspro karena pengelolaan yang acak adut, karena itu dananya besar sekali sampai sekitar Rp300triliun. Jangan-jangan dua pertiganya itu tidak perlu (kalau dikelola dengan baik tepat sasaran,” kata Aji usai kegiatan puncak Dies Natalis ke-44 SCU di Kampus Bendan, Kota Semarang, Rabu (5/8/2026) didampingi Wakil Rektor Gregorius Yoga Panji Asmara.

Dia berargumen memang sudah selayaknya program seperti itu dipisahkan dari anggaran pendidikan. Dia mempertanyakan, jika program itu salah satunya untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, mengapa anggaran kesehatan tidak diambil untuk mendukung program tersebut.

Baca juga: Ketika Pemanfaatan Anggaran Negara Menjauh dari Kepentingan Rakyat

“Saya bersyukur itu dikeluarkan, tapi bukan karena MBG-nya, bukan saya menolak MBG, sudah masuk Undang-Undang jadi tidak mungkin tidak didukung. Semua Presiden pasti punya project besarnya dengan dukungan dana yang besar, seperti Pak Jokowi dengan IKN-nya, Pak SBY, Pak Habibie. Problem besar MBG (saya melihatnya) target dan operasionalnya,” lanjutnya.

SCU sendiri menggelar puncak Dies Natalis ke-44 pada Rabu (5/8/2026). Berbagai rangkaian acara, termasuk bakti sosial digelar sebagai peringatan dan wujud rasa syukur.

Diskusi Kritis

Aneka kegiatan diskusi juga digelar dengan menghadirkan pembicara-pembicara yang kritis. Sebut saja; mantan Wali Kota Semarang sekaligus mantan Kepala LKPP dan Alumni FEB SCU Hendrar Prihadi, Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Lingkungan (FITL) sekaligus dosen Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) SCU, Benny Danang Setianto, yang jadi pembicara kegiatan Sarasehan Kebangsaan, Senin (3/8/2026).

Hari ini, di puncak Upacara Dies Natalis ke-44 Akademisi RM. Y. Fery Kurniawan dan Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira Adhinegara membawakan orasi ilmiah.

Ketua Dies Natalis ke-44 SCU Fidelis Aggiornamento Saintio mengatakan puncak acara kali ini lebih hening, lebih banyak reflektif dan kritis. “Tapi tidak negatif. Kami mengambil posisi tidak terlalu optimis karena situasinya seperti ini,” tambah Gio, sapaannya. 

Dia mengatakan di tengah dinamika sosial ekonomi nasional maupun global yang tidak bisa dibilang baik-baik saja, akan menjadi naif jika hanya membicarakan optimisme tanpa berbuat sesuatu.

Baca juga: BGN Ajukan Anggaran MBG 2026 ke DPR Sebesar Rp 335 Triliun

“Kalau turun ke jalan nggak bisa, tularkan api-api semangat kepada mahasiswa, kepada masyarakat,” kata dia.   Rektor menambahkan, capaian-capaian akademik maupun prestasi anak didiknya tidak hanya yang jadi refleksi peringatan.

Namun, tak kalah penting, bagaimana kampus, dosen, memposisikan dirinya bisa menemani mahasiswa baik di jam kuliah maupun di luar kuliah. Melalui unit-unit yang ada, kampus setia mendampingi mahasiswanya, mulai dari persoalan asmara hingga memastikan lulusan mendapatkan pekerjaan. 

Mengelola anggaran ratusan triliun memang butuh lebih dari sekadar niat baik. Sebab program sebesar apa pun tak akan terasa manfaatnya kalau yang kenyang hanya angka di atas kertas, sementara yang benar-benar membutuhkan masih sibuk antre harapan. (eks)

You Might Also Like

Murid Tak Naik Kelas pada 2027, DPR Minta Dikaji Ulang

Dikecam soal Pengusiran Jurnalis, Undip Minta Maaf tapi sambil Berkilah

Korupsi MBG! Selain Dadan, 2 Purnawirawan Jenderal Ikut Ditahan Kejagung

Megawati Main Kartu Uno, Hasto Balik Jadi Sekjen

Tampang Intel TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Cuma Dijerat Pasal Penganiayaan

TAGGED:anggaran pendidikanbgnheadlineMBGsppg
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article JALANI SIDANG--Dua terdakwa kasus pencucian uang, Gus Yazid dan Andhi Nur Huda menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (5/8/2026). (bae) Dituntut 6 Tahun Penjara, Gus Yazid Minta Dibebaskan dari Kasus Pencucian Uang Libatkan Letjen Widi
Next Article Sekolah Rakyat Disiapkan Jadi Jalan Keluar Kemiskinan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jangan Asal Klik! Anak SMP Temanggung Diingatkan, Radikalisme Bisa Menyelinap Lewat Medsos dan Gim Online

Jelang Penetapan UMP-UMK 2027, Buruh Curhat ke Ahmad Luthfi

DWS Soroti Penyadapan Prabowo, Sebut Mengarah ke Makar jika Unsur Pidana Terpenuhi

Ilustrasi upah buruh yang belum mencukupi kebutuhan hidup layak (KHL).

Buruh Jateng Desak Perubahan Kebijakan 2027: Upah Layak Bukan Bonus!

Kader Posyandu Diminta Bantu Deteksi Stunting dan Anak Putus Sekolah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Halalbihalal Pemprov Jateng Jadi Ajang Konsolidasi Kepala Daerah

Maret 25, 2026
Siswa menyeberang arus sungai yang deras.
Info

Viral! Siswa di Pandeglang Bertaruh Nyawa Lintasi Sungai ke Sekolah

Oktober 27, 2025
Aksi demonstrasi menuntut penetapan status bencana nasional di Aceh.
Info

MaTA Kritik ‘Uang Lelah’ TNI di Lokasi Bencana, Bisa Bikin APBN Jebol?

Januari 6, 2026
Ekonomi

Putar Lagu Buat Bisnis? Sekarang Wajib Punya Lisensi, Nggak Bisa Asal Play Lagi

Agustus 1, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Rektor SCU Soroti Dana MBG: Jangan Sampai Besar Anggaran, Kecil Dampaknya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?