Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: ‘Gak Ada Titip-titip, No Jastip!’ Kesbangpol Ngaku Tegas soal Seleksi Paskibraka
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

‘Gak Ada Titip-titip, No Jastip!’ Kesbangpol Ngaku Tegas soal Seleksi Paskibraka

R. Izra
Last updated: Agustus 5, 2026 10:46 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Tengah, Harso Susilo. (dul)
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Tengah, Harso Susilo. (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Kesbangpol Jateng ngaku tegas soal seleksi Paskribraka. Gak ada namanya titip-titip nama. Seleksi Paskibraka bukan jastip.

Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Jawa Tengah ternyata tak lepas dari berbagai “atensi”. Ada saja yang mencoba menghubungi panitia. Tapi satu hal dipastikan Kesbangpol Jateng, tidak ada ruang buat titip nama.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Tengah, Harso Susilo, menegaskan seluruh peserta yang lolos dipilih murni berdasarkan hasil penilaian dewan juri.

Bacaaja: Paskibraka Bukan Cuma Kibarkan Bendera, 45 Anak Muda Digembleng Jadi Duta Pancasila
Bacaaja: Polemik Pendirian Gereja di Leyangan sampai Komnas HAM, PJ Kades Bantah Persulit Perizinan

“Memang ada yang menghubungi, minta tolong atau memberi atensi. Tapi saya abaikan. Kami tetap berpegang pada hasil penilaian juri. No titip-titip, no jastip,” kata Harso, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, proses seleksi berlangsung ketat. Bukan cuma soal tinggi badan atau postur, tapi juga kemampuan fisik, kesehatan, psikologi, wawasan kebangsaan, hingga kedisiplinan.

Penilaian akhir pun berada di tangan tim juri dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Harso bahkan punya analogi unik saat menggambarkan sosok Paskibraka yang dicari.

“Saya maunya ayam Bangkok, siap bertarung. Jangan cuma kelihatan besar, tapi ketika dilepas tidak siap bersaing,” ujarnya.

Artinya, peserta yang dipilih bukan sekadar punya penampilan meyakinkan, tetapi juga benar-benar siap menjalankan tugas dengan mental dan kemampuan terbaik.

Harso juga mengungkapkan, di tingkat nasional tidak selalu peserta dengan nilai tertinggi yang dipilih menjadi wakil daerah.

Ia mencontohkan Dimas Putra asal Salatiga yang berhasil lolos ke tingkat pusat meski bukan berada di peringkat pertama seleksi Jawa Tengah.

Sebab, tim nasional juga mempertimbangkan keserasian postur seluruh anggota dari berbagai provinsi agar formasi pengibaran bendera terlihat ideal.

“Kalau terlalu tinggi sendiri nanti malah seperti tiang listrik di tengah barisan. Jadi ada banyak pertimbangan di tingkat nasional,” katanya sambil tersenyum.

Tak hanya itu, pemeriksaan kesehatan juga dilakukan sangat detail. Bahkan ada peserta asal Kota Semarang yang harus gugur karena tidak memenuhi syarat kesehatan gigi.

“Semuanya diperiksa. Kesehatan gigi pun menjadi syarat penting. Jadi memang tidak hanya fisik dan tinggi badan,” jelasnya.

Di sisi lain, Harso mengakui pelaksanaan Paskibraka tahun ini ikut terdampak efisiensi anggaran.

Jika kebutuhan ideal mencapai lebih dari Rp1 miliar, anggaran yang tersedia hanya sekitar Rp500-600 juta.

Akibatnya, masa pemusatan latihan harus dipersingkat dan peserta tetap menjalani karantina di asrama BPSDMD, bukan di hotel.

Meski begitu, Harso memastikan kualitas pembinaan tidak akan dikorbankan.

“Yang kami kurangi hanya durasi pemusatan. Latihan tetap maksimal, makan, kesehatan, hingga pembinaan tetap kami utamakan. Jangan sampai kualitas anak-anak ini turun hanya karena efisiensi anggaran,” pungkasnya. (dul)

You Might Also Like

Shin Tae-yong Dipecat di Indonesia, Kini Melatih Lagi

Dapur Marhaen Keluar Kandang, Makanan Gratis Dibagikan ke Pinggiran Kota

Pelarian Sopir Bank Jateng Gondol Duit Rp 10 Miliar Berakhir di Gunung Kidul

Libur Sekolah Makin Dekat, Aturan Baru Resmi Turun

WFH ASN Jateng Mulai “Diungkit”, yang Masih Rebahan Jumat Bisa Jadi Tinggal Kenangan

TAGGED:jastipkesbangpol jatengseleksi paskibrakatitipan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sinaran Semarang Cari Bibit Ilmuwan Masa Depan
Next Article Nyaris Batal Berangkat, Tim POTBI Jateng Pulang Bawa Gelar Juara

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jangan Asal Klik! Anak SMP Temanggung Diingatkan, Radikalisme Bisa Menyelinap Lewat Medsos dan Gim Online

Jelang Penetapan UMP-UMK 2027, Buruh Curhat ke Ahmad Luthfi

DWS Soroti Penyadapan Prabowo, Sebut Mengarah ke Makar jika Unsur Pidana Terpenuhi

Ilustrasi upah buruh yang belum mencukupi kebutuhan hidup layak (KHL).

Buruh Jateng Desak Perubahan Kebijakan 2027: Upah Layak Bukan Bonus!

Kader Posyandu Diminta Bantu Deteksi Stunting dan Anak Putus Sekolah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Dua Jari Siswa Putus: Sekolah Bilang Kecelakaan, Keluarga Yakin Ada Bully

Agustus 3, 2026
Info

Rudal Iran Bikin Kapal Perang AS Terancam

September 6, 2026
Hukum

Viral Dugaan Pelecehan Seksual Online, Kampus Undip Bergerak

Juli 16, 2026
Hukum

Ditolak Balikan Lagi, Suami di Temanggung Bacok Istrinya

Mei 19, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: ‘Gak Ada Titip-titip, No Jastip!’ Kesbangpol Ngaku Tegas soal Seleksi Paskibraka
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?