BACAAJA, BOYOLALI – Setelah dua pekan menggenjot fisik dan taktik dalam pemusatan latihan di Yogyakarta, PSIS Semarang akhirnya menguji hasil latihannya di lapangan. Lawannya bukan sembarangan, yakni Persik Kediri yang musim ini berlaga di Super League.
Bermain di Lapangan Boyolali, Senin (3/8/2026), Laskar Mahesa Jenar sukses mengamankan kemenangan tipis 1-0. Satu-satunya gol dalam pertandingan itu dicetak Miftahul Hamdi pada babak kedua.
Meski hanya berstatus laga uji coba, pelatih PSIS Widodo Cahyono Putro menegaskan kemenangan tetap menjadi target di setiap pertandingan. “Menang itu penting dan saya selalu menanamkan kepada pemain bahwa setiap pertandingan harus menang. Tetapi yang lebih penting adalah melihat kesiapan individu dan kesiapan tim secara keseluruhan,” ujar Widodo.
Baca juga: Widodo Buka Jalan Talenta Lokal Masuk PSIS
Menurut pelatih yang akrab disapa WCP itu, pertandingan ini bukan sekadar mencari hasil akhir. Ia ingin melihat bagaimana respons para pemain ketika diberi kesempatan tampil, baik sebagai starter maupun pemain pengganti.
Widodo meminta seluruh pemain menunjukkan kualitas terbaiknya. Baginya, pemain yang turun sejak menit awal wajib bekerja keras, sedangkan mereka yang masuk dari bangku cadangan harus mampu mengubah jalannya pertandingan.
Warna Baru
Strategi itu terbukti berjalan sesuai harapan. Pergantian pemain di babak kedua memberi warna baru dalam permainan PSIS hingga akhirnya Miftahul Hamdi sukses memecah kebuntuan dan memastikan kemenangan Mahesa Jenar.
Meski puas dengan hasil tersebut, Widodo mengakui kondisi fisik anak asuhnya belum mencapai level terbaik. Maklum, mereka baru saja menyelesaikan training camp intensif selama lebih dari sepekan.
Namun justru itulah yang ingin diuji. “Anak-anak mungkin masih merasakan kelelahan setelah training camp. Ini juga menjadi laga uji coba pertama kami. Saya melihat ini sebagai ujian yang bagus, bagaimana mereka tetap mampu bermain konsisten meski dalam kondisi lelah,” katanya.
Baca juga: Gabung PSIS, Syahrian Abimanyu Kirim Pesan untuk Suporter
Kemenangan atas Persik menjadi modal positif bagi PSIS untuk melanjutkan persiapan menuju Championship 2026/2027. Bagi Widodo, hasil pertandingan memang penting, tetapi yang lebih berharga adalah menemukan komposisi tim yang siap bersaing ketika kompetisi resmi dimulai.
Uji coba memang tidak menghadirkan trofi. Tapi dari laga seperti ini, pelatih bisa membedakan mana pemain yang cuma ikut latihan, dan mana yang benar-benar siap mengubah pertandingan. Karena di sepak bola, seperti hidup, kesempatan kedua hanya berarti kalau mampu membuat perbedaan. (tebe)

