BACAAJA, BADUNG – Video dua perempuan yang adu fisik di kawasan Canggu, Kabupaten Badung, Bali, ramai beredar di media sosial. Bersamaan dengan itu muncul narasi yang menyebut perkelahian dipicu rebutan antrean jagung bakar.
Namun, polisi memastikan cerita yang beredar itu tidak sesuai fakta. Dugaan bahwa keduanya bertengkar karena berebut membeli jagung bakar dipastikan keliru.
Dalam video viral tersebut terlihat dua perempuan saling baku hantam di depan sebuah lapak jagung bakar. Sejumlah orang di sekitar lokasi tampak menyaksikan kejadian itu sebelum akhirnya beberapa di antaranya mencoba melerai.
Pejabat Sementara Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengatakan insiden sebenarnya terjadi di depan sebuah bar di kawasan Jalan Pantai Batu Bolong, Canggu.
Menurutnya, peristiwa itu bukan kejadian baru. Bentrokan tersebut berlangsung sekitar dua pekan sebelum videonya ramai beredar di media sosial.
Polisi juga meluruskan informasi lain yang ikut viral. Tidak benar jika kedua perempuan yang terlibat sama-sama warga negara asing.
Berdasarkan informasi sementara, salah satu perempuan merupakan warga negara asing (WNA), sedangkan perempuan lainnya adalah warga negara Indonesia (WNI).
Meski begitu, identitas keduanya hingga kini masih belum diketahui secara pasti.
Untuk mengungkap duduk perkara, polisi telah meminta keterangan dari Safarudin, pedagang jagung bakar yang berada tepat di sekitar lokasi kejadian.
Dari keterangan saksi, perkelahian terjadi secara mendadak di depan lapak dagangannya. Tidak ada tanda-tanda keributan sebelumnya.
Safarudin juga menegaskan peristiwa tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan antrean pembelian jagung bakar seperti yang ramai dibicarakan di media sosial.
Saat melihat kedua perempuan saling serang, saksi mengaku hanya berusaha melerai tanpa mengetahui penyebab mereka bertengkar.
Polisi menyebut perkelahian berlangsung dalam waktu singkat dan tidak sampai menimbulkan korban luka yang diketahui.
Hingga kini belum ada laporan resmi yang masuk dari kedua perempuan tersebut maupun pihak lain yang merasa dirugikan.
Karena belum ada laporan, polisi juga belum bisa memastikan apa yang menjadi pemicu utama perkelahian tersebut.
Aparat masih melakukan pengumpulan bahan keterangan untuk mencocokkan informasi yang beredar dengan fakta di lapangan.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai narasi yang viral di media sosial sebelum ada kepastian hasil penyelidikan.
Menurut kepolisian, informasi yang belum terverifikasi sering kali berkembang lebih cepat dibanding fakta sebenarnya.
Sampai saat ini, penyebab pasti duel dua perempuan di kawasan Canggu itu masih menjadi tanda tanya. Polisi memastikan penyelidikan terus dilakukan meski belum ada pihak yang melapor sebagai korban.(*)

