Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Cegah Bullying PPDS dan Internship, Dinkes Jateng Siapkan Lima Langkah Pengamanan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Cegah Bullying PPDS dan Internship, Dinkes Jateng Siapkan Lima Langkah Pengamanan

R. Izra
Last updated: Juli 30, 2026 9:47 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Kepala Dinkes Jawa Tengah, dr. Zulfachmi Wahab, Sp.PD, Subsp.H.Onk.M(K), FINASIM, saat ditemui di kantornya, Kamis (30/6/2026). (bae)
Kepala Dinkes Jawa Tengah, dr. Zulfachmi Wahab, Sp.PD, Subsp.H.Onk.M(K), FINASIM, saat ditemui di kantornya, Kamis (30/6/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Kasus dugaan perundungan yang beberapa kali mencuat di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan internship mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah menyiapkan kerangka pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Kepala Dinkes Jawa Tengah, dr. Zulfachmi Wahab, mengatakan pihaknya menggagas “Jateng Safe PPDS Framework”, sebuah kerangka kerja yang menitikberatkan pada pencegahan, deteksi dini, hingga perlindungan bagi korban dugaan bullying.

“Yang paling penting adalah prevent dulu, mencegah. Lebih bagus mencegah terjadinya perundungan sebelum terjadi daripada setelah terjadi baru ditindaklanjuti,” kata Zulfachmi, Kamis (30/6/2026).

Bacaaja: Kematian Dokter PPDS Ramai Lagi, IDI Jateng Bilang Sudah Punya Jalur Aduan Rahasia
Bacaaja: Kemenkes: Sistem Kasta Senioroitas Tak Hanya di PPDS Undip

Menurutnya, kerangka tersebut dibangun di atas lima pilar, yakni prevent, detect, report, protect, dan respond.

Pada tahap pencegahan, Dinkes mendorong fakultas kedokteran dan rumah sakit pendidikan terus menguatkan edukasi serta budaya anti-perundungan. Ia menyebut sebagian besar institusi pendidikan dokter di Jawa Tengah sebenarnya sudah memiliki tim khusus untuk menangani persoalan tersebut.

“Fakultas Kedokteran (FK) UNS, FK Undip, maupun FK Unsoed sudah punya tim zero bullying. Rumah sakit pendidikan juga memiliki kanal pengaduan. Tugas kita memastikan tim itu benar-benar berjalan,” ujarnya.

Tak hanya mengandalkan laporan, Dinkes juga ingin memperkuat sistem deteksi dini. Salah satunya melalui survei anonim dan early warning system agar dugaan bullying bisa diketahui sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Katanya ada bullying itu harus dipastikan benar atau tidak. Jangan hanya berdasarkan selentingan. Makanya perlu survei anonim dan sistem deteksi dini,” katanya.

Zulfachmi menjelaskan, rumah sakit maupun fakultas juga perlu menyediakan kanal pelaporan yang aman dan menjaga kerahasiaan identitas pelapor. Menurutnya, banyak korban enggan melapor karena khawatir mendapat tekanan atau perlakuan yang lebih buruk.

“Harus ada kanal pengaduan yang aman. Yang melapor dan yang dilaporkan tidak saling mengetahui identitas sehingga korban merasa nyaman untuk menyampaikan laporan,” ujarnya.

Selain itu, pelapor maupun saksi juga harus mendapat perlindungan. Jangan sampai, kata dia, seseorang justru mengalami tekanan lebih besar setelah melaporkan dugaan perundungan.

“Kalau ada laporan bullying, kita harus proaktif melindungi pelapor. Jangan sampai setelah melapor justru menjadi korban lagi,” katanya.

Pilar terakhir adalah respons. Zulfachmi menegaskan setiap laporan harus ditindaklanjuti melalui investigasi, pemberian sanksi bila terbukti terjadi pelanggaran, pemulihan korban, hingga evaluasi agar sistem pencegahan terus diperbaiki.

“Percuma kalau ada laporan tapi tidak ada respons. Harus ada investigasi, kalau memang terbukti ada sanksi, kemudian pemulihan dan evaluasi supaya kita tahu program ini berjalan sesuai tujuan atau tidak,” imbuhnya. (bae)

You Might Also Like

Di Tengah Bencana, Mendagri Janjikan ‘Hadiah’ Rp 1 Triliun untuk Daerah, Begini Syaratnya

Klitih Beraksi di Klaten, Ini yang Dilakukan Bupatinya

Bikin Geger! Baru Sehari Diresmikan, Koperasi Merah Putih Percontohan di Tuban Langsung Tutup

Lulusan Kampus dan Gen Z Nyumbang Pengangguran Paling Banyak pada 2025

Pemprov Warning Pengusaha Tambang Nakal

TAGGED:dinkes jatengdokter residendr. Zulfachmi WahabheadlinePPDS
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PROSES AKREDITASI - RS Samsoe Hidajat tercatat telah meraih akreditasi LAM-KPRS Paripurna, predikat tertinggi dalam sistem akreditasi rumah sakit di Indonesia. LAM-KPRS Paripurna: Standar Mutu Tertinggi yang Dimiliki RS Samsoe Hidajat
Next Article PILOT ASING DITANGKAP - Kolase foto pilot asing dengan kartu identitas Malaysia ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) karena ketahuan selundupkan narkoba berupa 70.000 butir ekstasi. Pilot Asing Ditangkap di Bandara Soetta, Bawa 70 Ribu Butir Ekstasi dalam Koper

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Lokasi Strategis RS Samsoe Hidajat, Dekat Bandara Ahmad Yani Semarang

Pengamat politik dari Universitas Diponegoro, Nur Hidayat Sardini. (bae)

Banyak Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, Pengamat Undip Sorot Lemahnya Pengawasan Internal

PILOT ASING DITANGKAP - Kolase foto pilot asing dengan kartu identitas Malaysia ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) karena ketahuan selundupkan narkoba berupa 70.000 butir ekstasi.

Pilot Asing Ditangkap di Bandara Soetta, Bawa 70 Ribu Butir Ekstasi dalam Koper

Kepala Dinkes Jawa Tengah, dr. Zulfachmi Wahab, Sp.PD, Subsp.H.Onk.M(K), FINASIM, saat ditemui di kantornya, Kamis (30/6/2026). (bae)

Cegah Bullying PPDS dan Internship, Dinkes Jateng Siapkan Lima Langkah Pengamanan

PROSES AKREDITASI - RS Samsoe Hidajat tercatat telah meraih akreditasi LAM-KPRS Paripurna, predikat tertinggi dalam sistem akreditasi rumah sakit di Indonesia.

LAM-KPRS Paripurna: Standar Mutu Tertinggi yang Dimiliki RS Samsoe Hidajat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ketua Dewan Pertimbangan Apindo Jateng, Frans Kongi, memberi pemaparan dalam diskusi publik “Titik Kumpul 2 SKS” bersama perwakilan organisasi buruh dan Peradi SAI Semarang, yang di selenggarakan bacaaja.co, Rabu (29/4/2026). (dul)
Info

Jelang May Day, Buruh Jateng Angkat Suara: Upah Belum Layak, Outsourcing Makin Ngeri

April 30, 2026
InfoPendidikan

Wisudawan Terbaik SCU Raina Ghina ternyata Atlet Menembak: Sabet Medali Kapolri, Jaksa Agung hingga Danjen Kopassus

April 10, 2026
Pelatih fisik asal Spanyol, Alberto Garcia,
Sepak Bola

PSIS ‘Karam’, Pelatih Fisik Asal Spanyol Tinggalkan Mahesa Jenar

Mei 7, 2025
Senin (25/8/2025), jalanan Pati rame lagi. Ratusan orang turun ke jalan pergi ke kantor pos, surati KPK agar segera tangkap Bupati Sudewo.
Politik

Ratusan Warga Pati Jalan Kaki dari Alun-alun ke Kantor Pos: Surati KPK, Jangan Masuk Angin!

Agustus 25, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Cegah Bullying PPDS dan Internship, Dinkes Jateng Siapkan Lima Langkah Pengamanan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?