Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Khawatir Penilaian Negatif, 7 Warga Binaan Lapas Semarang Hapus Tato
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Khawatir Penilaian Negatif, 7 Warga Binaan Lapas Semarang Hapus Tato

R. Izra
Last updated: Juli 30, 2026 7:40 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
HAPUS TATO--Napi Lapas Semarang menghapus tato mereka lewat program penghapusan tato di dalam penjara, Rabu (29/7/2026). (ist)
HAPUS TATO--Napi Lapas Semarang menghapus tato mereka lewat program penghapusan tato di dalam penjara, Rabu (29/7/2026). (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Niat berubah jadi lebih baik, beberapa warga binaan Lapas Kelas I Semarang memilih menghapus tato yang selama ini melekat di tubuh mereka. Sebagian dari mereka khawatir, tato menambah penilaian negatif.

Program hapus tato itu digelar dalam lapas bekerja sama dengan Lembaga Mualaf Center Indonesia, Rabu (29/7/2026). Sebelum proses dimulai, puluhan warga binaan muslim mengikuti tausiyah tentang pentingnya memperbaiki diri.

Kepala Lapas Semarang Ahmad Tohari mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kepribadian bagi warga binaan.

Bacaaja: Nusakambangan Tak Cuma Penjara, Kini Panen Udang, Telur hingga Harapan
Bacaaja: Ahli Bongkar Hasil Audit Janggal, Bella Minta Bebas dari Penjara

“Dari 58 warga binaan, ada sekitar tujuh orang ikut program hapus tato. Hal tersebut mereka lakukan sebagai bentuk komitmen memperbaiki diri,” kata Tohari.

Ia menjelaskan proses penghapusan tato tidak bisa dilakukan sekaligus. Karena itu, program direncanakan berlangsung lima tahap agar hasilnya maksimal.

“Rencana akan dilaksanakan lima kali secara bertahap karena memang untuk menghapus tato memerlukan kesabaran. Alhamdulillah warga binaan sangat antusias,” ujarnya.

Salah satu peserta, Sudrajat, mengaku sudah lama ingin menghapus tato di tubuhnya. Keinginan itu baru bisa terwujud setelah Lapas membuka program tersebut.

Pria yang sedang menjalani hukuman 15 tahun dalam kasus narkotika itu kini telah menjalani masa pidana selama 10 tahun. Ia berharap bisa benar-benar meninggalkan masa lalunya saat bebas nanti.

“Saya berharap pengin hilang tatonya, cuma enggak ada jalan. Akhirnya di Lapas mengadakan hapus tato, dan saya langsung tergerak untuk ikut,” ucap Sudrajat.

Sudrajat bercerita memiliki lima tato yang dibuat sejak usia 17 tahun. Dua tato berada di kaki, sedangkan tiga lainnya di tangan. Saat itu ia mengaku terpengaruh pergaulan dengan anak-anak jalanan.

Seiring bertambah usia, ia mulai menyesali keputusannya. Menurutnya, tato kerap membuat orang memberi penilaian negatif sehingga ia khawatir akan sulit diterima kembali di masyarakat setelah bebas. (bae)

You Might Also Like

Langkah Bareng Muhammadiyah dan Bulog Jaga Pangan Negeri

Jateng Perkuat Pencegahan HIV Lewat Edukasi dan Konseling Gratis

Ribuan Pelajar Papua Kembali Demo Tolak MBG, Serempak Bilang Setuju!

Truk Sembako MBG Terguling, Warung Kopi Hancur

Tambah Ramai, Sepanjang Tahun 2025 Ada 2,3 Juta Orang Terbang via Bandara Ahmad Yani

TAGGED:hapus tatolapas semarangpenjarawarga binaan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi dokter sedang melayani pasien. (net) Kematian Dokter PPDS Ramai Lagi, IDI Jateng Bilang Sudah Punya Jalur Aduan Rahasia
Next Article Gubernur Jateng Ahamd Luthfi. (dul) 5 Bupati Jateng Terjaring OTT KPK, Luthfi: Apa Lagi yang Kurang?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Posbankum Desa Plumbon Siap Jadi Tempat Curhat Hukum

KONFERENSI PERS - PB Porprov Jawa Tengah 2026 menggelar konferensi pers di Co Work Space Gubernuran Jateng, Kamis (29/10/2026). (dul)

Dua Atlet Porprov Jateng Meninggal, SOP Pertandingan dan Layanan Medis Jadi Sorotan

Gagal Pertahankan Juara Porprov, Tinju Fokus Regenerasi Atlet

Benarkah Ari-ari Bayi Perlu Ritual Khusus? Ini Kata UAS dan Buya Yahya

Ketua Seksi Kesehatan PB Porprov Jateng, Elhamangto Zuhdan, saat memberi keterangan kepada awak media, Kamis (29/10/2026). (dul)

Ada Ratusan Kasus Medis selama Penyelenggaraan Porprov Jateng 2026

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi konten rekayasa kecerdasan buatan atau deepfake AI.
Hukum

Petir Ungkap 7 Mahasiswi Jadi Korban Konten Cabul, Terduga Pelaku Teman SMA

Juli 28, 2026
Info

Eh..Surabaya Mulai Siaga, Virus Tikus Ini Bikin Banyak Warga Curiga

Mei 9, 2026
Hukum

Tujuh Juta Batang Rokok Ilegal & Ribuan Liter Miras Dimusnahkan Bea Cukai Semarang

Agustus 20, 2025
Sepak Bola

Jafri Out, Alfredo Vera Mulai Disebut-sebut

Februari 2, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Khawatir Penilaian Negatif, 7 Warga Binaan Lapas Semarang Hapus Tato
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?