Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pasar Raya Jateng 2026 Dibuka, 12 Hari Surakarta Disulap Jadi Panggung Seni
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Pasar Raya Jateng 2026 Dibuka, 12 Hari Surakarta Disulap Jadi Panggung Seni

Kalau ingin melihat wajah Jateng dalam satu tempat, datang saja ke Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) di Surakarta. Selama 12 hari ke depan, ratusan karya seni, pertunjukan budaya, permainan tradisional, hingga bazar UMKM bakal menyatu dalam Pasar Rakyat dan Budaya (Pasar Raya) Jateng 2026.

T. Budianto
Last updated: Juli 21, 2026 4:47 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
RESMI DIBUKA: Gelaran Pasar Rakyat dan Budaya (Pasar Raya) Jawa Tengah 2026 resmi dibuka di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Kota Surakarta, Senin, (20/7/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SURAKARTA- Pasar Rakyat dan Budaya (Pasar Raya) Jawa Tengah 2026 resmi dibuka di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Surakarta, Senin (20/7/2026).

Ajang yang berlangsung hingga 31 Juli mendatang ini menjadi ruang besar bagi para seniman, budayawan, pelaku ekonomi kreatif, hingga masyarakat untuk merayakan kekayaan budaya Jateng.

Ratusan karya seni ditampilkan dalam gelaran tersebut. Mulai dari pertunjukan seni multidisiplin yang melibatkan 61 penyaji seni lintas daerah, penampilan 24 grup band, pameran 100 karya seni lukis, 15 instalasi seni, hingga tiga karya patung.

Tak hanya itu, pengunjung juga disuguhi berbagai pertunjukan seni tradisional seperti sepuluh kelompok seni lesung, lima grup reog, lima kelompok barongsai, serta bazar UMKM yang diikuti 50 pelaku usaha lokal. Beragam permainan rakyat pun dihadirkan untuk melengkapi pengalaman wisata keluarga selama festival berlangsung.

Baca juga: Pemprov Kembali Gelar Pasar Rakyat dan Budaya, Gratis dan Terbuka untuk Umum

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan Pasar Raya 2026 menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah sekaligus wadah bagi para seniman untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.

“Harapannya bisa dilihat dan dinikmati masyarakat, sehingga muncul rasa cinta terhadap budaya. Karena kunci dari pelestarian adalah rasa cinta terhadap budaya itu sendiri,” ujar Sumarno saat membuka acara mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Menurutnya, dipilihnya TBJT sebagai lokasi penyelenggaraan bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi rumah bersama yang inklusif bagi seluruh seniman dan budayawan Jawa Tengah untuk berkarya, berlatih, sekaligus berkolaborasi.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang datang sehingga kesenian tradisional tetap hidup dan tidak tergerus perkembangan zaman. “Kami berharap masyarakat bisa hadir di sini, menikmati kekayaan budaya dan seni yang dimiliki Jawa Tengah. Mari kita lestarikan bersama-sama,” katanya.

Kolaborasi Budaya

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, menambahkan Pasar Raya menjadi momentum memperkuat kolaborasi antar pelaku budaya sekaligus mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif.

“Pasar Raya ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kolaborasi lintas pihak. Apabila ekosistem budaya tumbuh, dampaknya akan jauh lebih luas bagi ekonomi dan kearifan lokal,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Jawa Tengah. Kepala Sub Bagian Umum BPK Jawa Tengah, Marlia Yulianti Rosyidah, menyebut pemerintah pusat terus mendukung penguatan ekosistem kebudayaan melalui revitalisasi ruang budaya, Dana Indonesiana, hingga Fasilitas Pemajuan Kebudayaan.

Dalam kesempatan itu, Marlia juga mengumumkan kabar menggembirakan bahwa sebanyak 38 Warisan Budaya Takbenda (WBTB) asal Jawa Tengah berhasil lolos pada tahapan penilaian nasional. Ia berharap warisan budaya tersebut tidak hanya mendapat pengakuan, tetapi juga terus dipraktikkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Baca juga: PRPP Jateng Konsisten Catatkan Kerugian, Pemprov Ungkap Faktor Ini

Sementara itu, salah seorang pengunjung asal Surakarta, Rebecca Dian, mengaku menikmati suasana Pasar Raya yang dinilainya ramah untuk keluarga. “Permainan anak-anaknya keren dan tempatnya bersih. Yang penting itu areanya bersih. Kalau buat anak-anak jadi nyaman,” tuturnya.

Selama hampir dua pekan ke depan, Pasar Raya Jawa Tengah diproyeksikan menjadi salah satu magnet wisata budaya sekaligus ruang pertemuan antara tradisi, kreativitas, dan ekonomi masyarakat.

Budaya sebenarnya tak pernah hilang. Yang sering terjadi, panggungnya yang mengecil dan penontonnya yang sibuk. Pasar Raya 2026 menjadi pengingat, bahwa ketika seni diberi ruang, bukan hanya senimannya yang hidup, tetapi juga identitas sebuah daerah. (tebe)

You Might Also Like

Kota Semarang Bawa Pulang Penghargaan Pendidikan dari Kemendagri

Perbaikan Jalan Kalipancur Dikebut

Duka Makassar! Korban Tewas Gedung DPRD Dibakar Jadi 4 Orang

Jaksa: Eksepsi Nadiem Nggak Masuk Akal

PWI: Bencana Bukan Cuma Angka, Ada Manusia di Baliknya

TAGGED:headlinepasar rakyat jateng 2026pemkot surakartapemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Semarang Pasang Target Jadi Kota Sport Tourism
Next Article BERANGKAT KE JAKARTA - Ratusan petani tembakau dari Temanggung bertolak ke Jakarta untuk mengikuti aksi demonstrasi menolak aturan pembatasan tar dan nikotin. Tolak Keras Rencana Pembatasan Tar dan Nikotin, Ratusan Petani Tembakau Temanggung Geruduk Jakarta

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Megawati: “Kudatuli Bukan Debu Sejarah, Itu Luka Demokrasi yang Belum Selesai”

PB Ismapeti Pilih Turun ke Panti Demi Gizi Tepat Sasaran

Ribuan Atlet Muda Siap Adu Gengsi di POPDA

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Pasang Alarm buat Proyek Kipas Kopdes

Ilustrasi desa tertinggal di Jateng, tak mempunyai akses jalan yang layak dilintasi.

Tak Ada Lagi Desa Sangat Tertinggal di Jateng, Tapi Rob dan Akses Masih Jadi PR

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

47 Pejabat Pemkot Semarang Geser Posisi

Juli 9, 2026
Ekonomi

Jelang Iduladha, Pertamina Tambah Pasokan Elpiji 3 Kg

Mei 26, 2026
Pendidikan

Anak Papua Merantau Demi Ilmu, Puan Datang Dengar Cerita

Desember 11, 2025
Unik

Renovasi Sekolah Gagal, Anggaran Dialihkan Demi Penuhi Permintaan Suami Wali Kota

Juli 10, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pasar Raya Jateng 2026 Dibuka, 12 Hari Surakarta Disulap Jadi Panggung Seni
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?