Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jangan Nekat, Puncak Merapi Belum Aman
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Jangan Nekat, Puncak Merapi Belum Aman

Nugroho P.
Last updated: Juli 17, 2026 7:26 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
ilustrasi Merapi. ist
SHARE

BACAAJA, YOGYAKARTA – Keinginan mendaki Gunung Merapi sebaiknya ditahan dulu. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menegaskan kondisi gunung api aktif tersebut masih belum aman untuk aktivitas pendakian.

Peringatan itu disampaikan karena Merapi masih memiliki potensi mengalami erupsi eksplosif yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Risiko tersebut dinilai cukup tinggi untuk membahayakan siapa pun yang berada di sekitar puncak.

Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso mengatakan hingga sekarang rekomendasi lembaganya belum berubah. Area dalam radius tiga kilometer dari puncak Merapi masih masuk kawasan berbahaya dan tidak boleh dimasuki.

Menurut Agus, erupsi eksplosif bisa melontarkan material batu berukuran sekitar 20 sentimeter. Bongkahan sebesar itu tentu sangat berbahaya jika mengenai manusia.

Karena alasan keselamatan itulah BPPTKG belum memberikan lampu hijau untuk membuka jalur pendakian menuju puncak Merapi.

Selain ancaman letusan eksplosif, aktivitas guguran awan panas juga masih terpantau cukup tinggi. Dalam sehari, jumlahnya bahkan bisa mencapai ratusan kali.

Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas vulkanik Merapi masih sangat aktif. Karena itu, peluang terjadinya erupsi eksplosif masih tetap harus diwaspadai.

Agus menjelaskan, letusan eksplosif berbeda dengan guguran lava yang biasanya mengarah ke sektor tertentu. Material letusan bisa terlontar ke berbagai arah sehingga ancamannya bersifat melingkar.

Artinya, tidak ada sisi gunung yang bisa dianggap benar-benar aman jika masih berada dalam radius tiga kilometer dari kawah.

Ia juga mengingatkan bahwa erupsi eksplosif atau erupsi freatik sudah beberapa kali terjadi sejak 2012. Dalam sejumlah kejadian, lontaran material pernah mengarah ke sisi utara Merapi.

Salah satu contohnya terjadi pada 2013, ketika batu hasil letusan terlontar hingga kawasan Pasar Bubar yang berada sekitar satu kilometer dari puncak.

Karena itu, anggapan bahwa jalur tertentu lebih aman dinilai tidak tepat. Arah lontaran material sangat dipengaruhi kondisi letusan dan arah angin saat kejadian berlangsung.

Menanggapi maraknya aktivitas pendakian ilegal belakangan ini, Agus menegaskan BPPTKG hanya memberikan rekomendasi teknis terkait tingkat bahaya gunung.

Adapun keputusan pembukaan maupun penutupan jalur pendakian menjadi kewenangan instansi pengelola dengan mempertimbangkan rekomendasi tersebut.

Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) T Heri Wibowo memastikan pihaknya tetap mengacu pada hasil pemantauan BPPTKG.

Untuk mencegah pendakian ilegal, BTNGM akan memperbanyak patroli di lapangan, memperkuat penjagaan di pos-pos masuk, serta memasang kembali papan larangan di sejumlah titik.

Langkah tersebut diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak nekat mendaki saat kondisi Merapi masih berpotensi membahayakan.

Bagi para pencinta alam, menunda pendakian memang mungkin terasa mengecewakan. Namun keselamatan tetap menjadi prioritas utama, sebab aktivitas Gunung Merapi hingga kini masih belum cukup aman untuk dijelajahi. (*)

You Might Also Like

Cerita Densus 88 Gagalkan Aksi Anak SMP di Jateng Mau Serang Teman

Data KK Diduga Dimanipulasi, Bansos Lansia Ikut Terhenti, Bengkulu Geger

Gaji Driver di Jepang Tembus Rp50 Juta! JIDS Gandeng LPK Hiro & Kamisora Buka Akademi

Bus Besar Masih Nekat Belok ke Prof Hamka

Utang Pinjol RI Tembus Rp100 Triliun, Gen Z dan Milenial Paling Banyak Terjerat

TAGGED:merapipendakian gunung
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Honor Mandek, Petugas Sensus Mulai Gelisah
Next Article Bocah Boyolali Bikin NASA Kasih Salut

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK).

Tangkap Hamenang dan Luthfi, OTT KPK di Klaten Sita Rp1 Miliar

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Prasetyo. (ist)

KPK Konfirmasi Tangkap Bupati Hamenang dan Ahmad Luthfi dalam OTT di Klaten

MINTA MAAF - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatupkan tangan, tanda meminta maaf kepada warga Klaten, atas kasus yang menjeratnya. Hamenang terjaring OTT KPK di Klaten pada Kamis (15/10/2026).

Terjaring OTT KPK, Bupati Hamenang Minta Maaf kepada Warga Klaten

UAH Ungkap Hikmah Ajal Dirahasiakan Allah

Gus Baha Sebut Haji Punya Kekuatan Ekonomi Luar Biasa

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Siswa SDN 1 Banjarejo Buat Totebag Jadi Karya Ecoprint

Agustus 10, 2026
Bupati Pati Sudewo dilempari massa saat menemui massa aksi.
Politik

DPRD Setuju Gulirkan Hak Angket dan Bentuk Pansus, Proses Pemakzulan Bupati Pati Dimulai

Agustus 13, 2025
Pakar hukum tata negara Mahfud MD.
Hukum

Mahfud MD Ungkap Mark-up Proyek Kereta Cepat Whoosh, Singgung Jokowi

Oktober 16, 2025
Hukum

Dokter PPDS Ditemukan Meninggal Dekat Area RSUD

Juli 14, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jangan Nekat, Puncak Merapi Belum Aman
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?