Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Festival Literasi Jateng Bukan Sekadar Jual Buku
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Festival Literasi Jateng Bukan Sekadar Jual Buku

Kalau selama ini festival buku identik dengan diskon dan tumpukan novel, Festival Literasi Jawa Tengah 2026 mau naik kelas. Penulis best seller Tere Liye dijadwalkan hadir, manuskrip langka karya KH Bisri Mustofa bakal dipamerkan.

T. Budianto
Last updated: Juli 17, 2026 7:18 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
TERIMA AUDIENSI: Bunda Literasi Jateng, Nawal Arafah Yasin menerima audiensi Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jateng, Rahmah Nur Hayati di Semarang, Kamis (16/7/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemprov Jateng tengah menyiapkan Festival Literasi Jawa Tengah 2026 yang akan digelar pada September mendatang di Kota Semarang. Festival ini dikemas bukan sekadar sebagai pameran buku, melainkan ruang kolaborasi yang mempertemukan penulis, akademisi, santri, penerbit, hingga masyarakat dalam satu perayaan literasi.

Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengatakan festival tahun ini bakal melibatkan pegiat literasi dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Salah satu nama yang dipastikan menjadi magnet pengunjung adalah penulis best seller Tere Liye. “Insyaallah akan dihadiri oleh penulis Tere Liye,” kata Nawal saat menerima audiensi Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jateng, Rahmah Nur Hayati di Semarang, Kamis (16/7/2026).

Baca juga: Dua Pelajar Banjarnegara Bikin Heboh Panggung Literasi Nasional

Menurut Nawal, konsep festival kali ini dibuat lebih dekat dengan masyarakat. Literasi tidak lagi dipandang sebagai aktivitas yang hanya berlangsung di perpustakaan, tetapi menjadi ruang terbuka untuk belajar, berdiskusi, bertukar gagasan, sekaligus berkarya.

“Kami ingin mendekatkan kegiatan literasi kepada masyarakat. Jadi bukan hanya kegiatan di perpustakaan, tetapi benar-benar menjadi ruang bersama untuk belajar, berdiskusi, dan berkarya,” ujarnya.

Koleksi Terbaru

Panitia menyiapkan sekitar 65 stan. Sebanyak 35 stan akan diisi oleh perwakilan kabupaten dan kota se-Jawa Tengah, sementara sisanya ditempati penerbit, percetakan, serta pelaku industri buku. Sejumlah penerbit nasional juga dijadwalkan hadir membawa koleksi buku terbaru.

Tak hanya buku-buku baru, festival ini juga menghadirkan kekayaan intelektual masa lampau. Salah satu yang paling dinanti adalah pameran manuskrip kitab klasik karya KH Bisri Mustofa, ulama kharismatik asal Rembang sekaligus ayah dari budayawan KH Mustofa Bisri atau Gus Mus. Manuskrip berbahasa Arab tersebut menjadi bagian penting sejarah keilmuan Islam di Indonesia.

Rangkaian acara lainnya juga dibuat beragam agar bisa dinikmati semua kalangan. Mulai dari bedah buku, seminar, pentas seni mahasiswa, kompetisi literasi santri, debat mahasiswa, hingga lomba drum band untuk anak-anak PAUD.

Baca juga: Nawal Yasin Ajak Pesantren Hidupkan Lagi “DNA Literasi”

Melalui festival ini, Pemprov berharap budaya membaca semakin tumbuh dan ekosistem literasi makin kuat. Harapannya, festival tidak hanya melahirkan masyarakat yang gemar membaca, tetapi juga memunculkan lebih banyak penulis, pemikir, dan inovator dari berbagai daerah di Jateng.

Di era ketika orang lebih hafal isi kolom komentar daripada isi buku, Festival Literasi Jateng 2026 datang membawa pengingat sederhana: kadang, halaman yang paling mengubah hidup bukan yang ada di media sosial, melainkan yang ada di dalam buku. (tebe)

You Might Also Like

Pariwisata Jateng Naik Level, Komisi VII Kasih Standing Applause

Mohammad Saleh Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan

PSIS Tambah Pemain Baru di Ujung Bursa

DPR Gaspol Dorong Energi Terbarukan Buat Wilayah 3T, Biar Gak Gelap Terus!

Soal Ketahanan Pangan, Semarang Bawa Solusi ke Panggung Nasional

TAGGED:bunda literasipemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Soroti OTT Kepala Daerah, Tito Usulkan Pembatasan Dana Kampanye
Next Article Honor Mandek, Petugas Sensus Mulai Gelisah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

MINTA MAAF - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatupkan tangan, tanda meminta maaf kepada warga Klaten, atas kasus yang menjeratnya. Hamenang terjaring OTT KPK di Klaten pada Kamis (15/10/2026).

Terjaring OTT KPK, Bupati Hamenang Minta Maaf kepada Warga Klaten

UAH Ungkap Hikmah Ajal Dirahasiakan Allah

Gus Baha Sebut Haji Punya Kekuatan Ekonomi Luar Biasa

Buya Yahya Tegas soal Manipulasi Data di Tempat Kerja

UAH Ingatkan Jangan Tunggu Tua untuk Bertaubat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

KEMBALIKAN MAHAR--Kades Kayen, Agus Riyanto (baju batik dan berpeci) menjelaskan pengembalian mahar seleksi perangkat desa, saat bersaksi dalam sidang dugaan korupsi Bupati Pati nonaktif Sudewo di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (22/7/2026). (bae)
Hukum

Seusai OTT Sudewo, Kades di Pati Bergegas Kembalikan Mahar Seleksi Perangkat Desa

Juli 23, 2026
Daerah

Dana Rp25 Juta per RT, Kejari Semarang Siap Pasang Mata

Agustus 17, 2025
Info

Muhammadiyah Gelar Puluhan Titik Shalat Idulfitri di Semarang, Ini Lokasinya

Maret 19, 2026
Olahraga

Jelang Turnamen Percasi, BMCC Gelar Pembekalan Tim

September 11, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Festival Literasi Jateng Bukan Sekadar Jual Buku
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?