Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Saat SD Negeri Mulai Kehilangan Siswa
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Saat SD Negeri Mulai Kehilangan Siswa

Dulu rebutan masuk SD negeri jadi cerita tiap tahun ajaran baru. Sekarang, di beberapa daerah, yang datang ke kelas satu justru bisa dihitung dengan jari.

T. Budianto
Last updated: Juli 17, 2026 11:21 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti akhirnya buka suara soal makin banyaknya sekolah dasar negeri (SDN) yang kekurangan murid baru.

Menurut Mu’ti, persoalan tersebut sudah disampaikannya secara langsung kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Pemerintah pun bakal menggelar rapat khusus untuk mencari jalan keluar atas fenomena yang mulai terjadi di berbagai daerah.

“Secara nonformal saya sudah menyampaikan masalah menurunnya jumlah murid SD kepada Bapak Mendagri,” kata Mu’ti, Kamis (16/7/2026). Saat ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sedang memetakan sekolah-sekolah yang memiliki jumlah siswa sangat minim, terutama yang total muridnya bahkan belum mencapai 60 orang.

Baca juga: SDN Purwoyoso 1 Cuma Terima 3 Murid Baru, MPLS Tetap Dibikin Serasa Pesta

“Kementerian sedang mendata sekolah yang jumlah muridnya kurang dari 60. Nanti akan diadakan rapat khusus membahas fenomena tersebut,” ujarnya. Fenomena itu terlihat nyata di SD Negeri Purwoyoso 1 Semarang.  Pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026), sekolah tersebut hanya menerima tiga siswa baru kelas I.

Pemandangan yang biasanya dipenuhi anak-anak berseragam baru dan orang tua yang mengantar, kali ini berubah sunyi. Tak ada antrean panjang, tak ada halaman sekolah yang penuh riuh suara murid baru.

Datangkan Badut

Meski begitu, para guru di sekolah tetap menyambut dua murid baru dengan penuh semangat. Bahkan, sekolah mendatangkan seorang badut untuk memeriahkan acara. Bagi mereka, sedikitnya peserta didik bukan alasan untuk mengurangi kualitas pelayanan maupun perhatian kepada siswa.

Fenomena sekolah negeri yang kehilangan peminat belakangan menjadi sorotan di berbagai daerah. Selain dipengaruhi penurunan angka kelahiran, kondisi ini juga diduga berkaitan dengan persebaran penduduk, pilihan orang tua terhadap sekolah swasta, hingga perubahan sistem penerimaan murid baru.

Baca juga: Soal Sekolah Minim Siswa, DPRD Minta Jangan Asal Digabung

Hasil pendataan yang tengah dilakukan pemerintah nantinya diharapkan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan agar sekolah-sekolah dengan jumlah siswa minim tetap dapat memberikan layanan pendidikan yang optimal.

Kalau dulu sekolah sibuk menyeleksi murid karena bangkunya kurang, sekarang justru bangku yang menunggu murid datang. Ironisnya, bukan ruang kelas yang mengecil, melainkan jumlah anak yang mengisinya. (tebe)

You Might Also Like

Banjir Sumatera: Dua Bupati di Aceh Nyerah, Tak Sanggup Tangani Bencana

Puan Maharani di Tengah. Penerus Ketum PDI Perjuangan?

Yusril Ungkap Prabowo Perintah Gibran Berkantor di Papua, Juru Bicara OPM Langsung Merespons

Warung Madura Menjamur di Semarang, Buka 24 Jam hingga Pelosok Permukiman

Ngeri! Detik-detik Bangunan Ponpes Al Adalah Ambruk Ditelan Tanah Gerak di Tegal

TAGGED:agustina wilujengdinas pendidikan kota semarangdprd kota semarangheadlinemendikdasmenpemkot semarangspmb kota semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article CEK KESEHATAN RUTIN - PLN Icon Plus memperkuat budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) melalui pelaksanaan Daily Health Checking yang dilakukan secara rutin sebelum aktivitas kerja dimulai, agar semua lini dapat memberikan layanan yang andal kepada masyarakat. Daily Health Checking Jadi Rutinitas, PLN Icon Plus Perkuat Budaya HSSE demi Layanan Andal
Next Article DUKUNG SENSUS--Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengajak masyarakat mendukung Sensus Ekonomi 2026, Kamis (16/7/2026). (ist) Sensus Ekonomi Seret! Pendataan Baru 38 Persen, Ini yang Dilakukan Wali Kota Agustina

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PERIKSA KESEHATAN RUTIN - Pemeriksaan kesehatan harian merupakan implementasi nyata budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang terus ditanamkan di lingkungan PLN Icon Plus.

Personel Sehat, Layanan Hebat: PLN Icon Plus Konsisten Perkuat Budaya HSSE melalui Daily Health Checking

NAIK KERETA--Turis asing sedang bertanya dengan petugas saat mau menaiki kereta sebagai moda transportasi. (ist)

Kereta Makin Diminati, 51 Ribu Turis Tercatat Naik KA Daop 4 Semarang

Murid SD Negeri Makin Sedikit, Komisi X DPR: “Jangan Langsung Salahkan Sekolah”

DUKUNG SENSUS--Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengajak masyarakat mendukung Sensus Ekonomi 2026, Kamis (16/7/2026). (ist)

Sensus Ekonomi Seret! Pendataan Baru 38 Persen, Ini yang Dilakukan Wali Kota Agustina

Saat SD Negeri Mulai Kehilangan Siswa

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Banyak Jalan Ambyar: DPRD Minta Pemkot Gercep Perbaiki

Januari 29, 2026
JALANI SIDANG: Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.
Unik

Hasto Diampuni Tak Jadi Dihukum, Prabowo Beri Amnesti Sekjen PDIP

Juli 31, 2025
ISI BBM - Ilustrasi pelanggan mengisi BBM di SPBU.
Ekonomi

BBM di Malaysia Lebih Murah tapi Keuntungan Petronas Lebih Gede dari Pertamina, Kok Bisa?

September 24, 2025
BSB Industrial Park, kawasan industri berdiri di atas lahan BSB City. (Citra satelit Google)
Info

Alih Fungsi Lahan di Kawasan BSB Masif, Jadi Biang Kerok Banjir Semarang

Maret 1, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Saat SD Negeri Mulai Kehilangan Siswa
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?