BACAAJA, JAKARTA – Wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda masih ramai diperbincangkan di berbagai kalangan. Meski begitu, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meminta semua pihak tidak larut dalam polemik yang belum memiliki keputusan resmi.
Menurut Cucun, usulan yang muncul dari DPRD Jawa Barat saat ini masih sebatas gagasan awal. Karena itu, ia menilai perhatian pemerintah sebaiknya tetap diarahkan pada pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Ia mengatakan setiap usulan yang berkaitan dengan identitas daerah memang wajar memunculkan pro dan kontra. Perbedaan pandangan dianggap sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat.
Namun di tengah perdebatan tersebut, Cucun berharap pemerintah daerah tidak kehilangan fokus. Program yang berdampak langsung bagi masyarakat dinilai jauh lebih mendesak untuk diselesaikan.
Politikus PKB itu menegaskan hasil kerja nyata akan lebih dirasakan manfaatnya dibanding sekadar membahas perubahan nama daerah. Menurutnya, warga saat ini lebih membutuhkan pelayanan publik yang terus membaik.
Jika memang ada alasan kuat di balik usulan pergantian nama menjadi Tatar Sunda, Cucun meminta hal itu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat. Penjelasan yang lengkap dinilai penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Ia juga mengingatkan bahwa hingga kini usulan tersebut belum memasuki tahapan pembahasan resmi. Karena itu, masyarakat diminta tidak terburu-buru menyimpulkan arah kebijakan pemerintah.
Cucun menilai komunikasi kepada publik menjadi faktor penting dalam setiap kebijakan yang menyangkut identitas daerah. Transparansi akan membantu masyarakat memahami tujuan dari setiap usulan yang berkembang.
Menurutnya, warga berhak mengetahui manfaat, latar belakang, hingga dampak apabila perubahan nama benar-benar diwacanakan lebih lanjut. Informasi yang utuh akan membuat diskusi berlangsung lebih sehat.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga dinilai perlu dilakukan agar pembahasan tidak hanya berhenti pada isu pergantian nama. Publik perlu memahami arah kebijakan yang sedang dibahas.
Di sisi lain, Cucun mengingatkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, hingga kesejahteraan masyarakat disebut sebagai prioritas utama.
Ia berharap energi pemerintah lebih banyak diarahkan untuk menghadirkan program-program yang manfaatnya benar-benar dirasakan warga Jawa Barat. Dengan begitu, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah juga akan semakin meningkat.
Meski identitas budaya memiliki nilai penting, Cucun menegaskan pembangunan daerah tetap harus menjadi fokus utama. Menurutnya, kemajuan daerah akan lebih ditentukan oleh kualitas pelayanan dan hasil kerja yang nyata.
Sementara itu, wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda masih berada pada tahap usulan dari DPRD Jawa Barat. Hingga kini belum ada keputusan resmi terkait perubahan nama tersebut, sehingga pembahasannya masih akan terus bergulir. (*)

