Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bukan Gaya, Ini Alasan Kelelawar Gemar Tidur Menggantung Terbalik Terus
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Bukan Gaya, Ini Alasan Kelelawar Gemar Tidur Menggantung Terbalik Terus

Nugroho P.
Last updated: Juli 7, 2026 4:05 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Kelelawar saat sedang tidur menggantung.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Kelelawar dikenal sebagai satu-satunya mamalia yang mampu terbang. Hewan dari ordo Chiroptera ini punya sayap yang terbentuk dari selaput tipis yang membentang di antara jari-jari depannya.

Selain aktif saat malam, kelelawar juga punya kebiasaan yang selalu menarik perhatian. Saat beristirahat, hampir semua spesies memilih bergelantungan dengan posisi kepala berada di bawah.

Sekilas kebiasaan itu terlihat aneh. Banyak orang mengira kelelawar sengaja tidur terbalik hanya karena merasa lebih nyaman. Padahal, ada alasan ilmiah di balik perilaku unik tersebut.

Posisi menggantung ternyata menjadi cara paling efektif bagi kelelawar untuk memulai penerbangan. Berbeda dengan burung, hewan ini tidak bisa begitu saja mengepakkan sayap dari tanah lalu langsung mengudara.

Burung memiliki otot kaki dan sayap yang memungkinkan mereka meloncat sekaligus mengepakkan sayap hingga bisa lepas landas dengan cepat. Kelelawar tidak dibekali kemampuan seperti itu.

Struktur tubuh kelelawar memang dirancang berbeda. Sayap mereka lebih lentur, tetapi tidak menghasilkan dorongan yang cukup kuat jika harus terbang dari permukaan tanah.

Karena itulah, evolusi membuat kelelawar memilih tempat bertengger yang tinggi, seperti dahan pohon, langit-langit gua, atau celah bebatuan.

Saat bergelantungan, tubuh kelelawar sudah berada dalam posisi ideal untuk terbang. Mereka hanya perlu melepaskan cengkeraman kaki, membiarkan tubuh jatuh sejenak, lalu mengepakkan sayap.

Gravitasi membantu proses tersebut sehingga kelelawar bisa langsung meluncur ke udara tanpa harus mengeluarkan tenaga besar untuk lepas landas.

Cara ini justru lebih efisien dibanding memulai penerbangan dari permukaan datar. Bahkan, dalam kondisi tertentu, kelelawar bisa terbang lebih cepat karena mendapat dorongan alami dari gaya gravitasi.

Keunikan lainnya ada pada struktur kaki kelelawar. Otot, tulang, dan tendon di bagian kaki dirancang khusus agar mampu mengunci cengkeraman secara otomatis saat bergantung.

Menariknya lagi, mereka tidak perlu terus-menerus mengeluarkan tenaga untuk tetap mencengkeram dahan atau langit-langit gua.

Saat tubuh menggantung, berat badan kelelawar justru membuat tendon pada kaki semakin mengencang sehingga jari-jarinya terkunci dengan sendirinya.

Itulah sebabnya kelelawar bisa tidur dalam waktu lama tanpa mudah terjatuh, meski dilakukan berjam-jam bahkan sepanjang siang.

Ketika tiba waktunya berburu makanan, mereka cukup melonggarkan cengkeraman kaki. Setelah tubuh terlepas, sayap langsung terbuka dan penerbangan pun dimulai.

Strategi ini menjadi hasil adaptasi yang berkembang selama jutaan tahun sehingga kelelawar mampu bertahan di berbagai habitat.

Selain dikenal sebagai hewan nokturnal, kelelawar juga memiliki kemampuan navigasi yang luar biasa melalui sistem ekolokasi untuk menemukan arah saat kondisi gelap.

Kombinasi antara kemampuan terbang, ekolokasi, dan cara bertengger yang unik membuat kelelawar menjadi salah satu mamalia dengan adaptasi paling menarik di dunia.

Jadi, posisi menggantung terbalik bukan sekadar kebiasaan atau gaya hidup kelelawar. Cara itu merupakan solusi alami agar mereka bisa terbang lebih mudah, hemat energi, sekaligus tetap aman saat beristirahat. (*)

You Might Also Like

Korban Ledakan Amunisi Garut Bukan Pemulung, Mereka Dipekerjakan TNI

80 Tahun Merdeka: Bukan Lagi Angkat Senjata, Tapi Kerja Bareng Biar Indonesia Makin Keren

Anggota Polda Jateng Dipecat karena Berzina dan Main Judol, Ajukan Banding ke Propam

Bukan Sekadar Senjata, Keris Jadi Simbol Identitas yang Mulai Dilupakan, Selalu Dianggap Mistis

99 Lodong dan Gunungan Sayur Bikin Slamet Fest Makin Guyub

TAGGED:faktafakta unikkelelawarunik
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Nekat Bikin Terowongan Rahasia, Kisah Selingkuh Ini Bikin Geleng Kepala
Next Article Minta Maaf Pun Bisa Diwakilkan, Jasa Unik Jepang Ini Bikin Melongo Banget

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Mahasiswa KKN Jadi Mitra Pemprov Bangun Desa

Bandara Ahmad Yani Kini Dilengkapi Penunjuk Digital

Sobo Roworejo, Cara Warga Wonolopo Rawat Tradisi Kampung

Borong Penghargaan, Jateng Ngebut Bangun Kawasan Industri Halal

Masalah Bangsa Sering Berawal dari Rumah yang Rapuh

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Duduk Lama Saat Mudik Bikin Badan Protes, Ini Solusinya

Maret 18, 2026
Presiden Prancis Emmanuel Macron saat di Borobudur. Borobudur merupakan salah satu destinasi wisata andalan di Jateng.
Unik

Momen Langka di Borobudur: Presiden Macron Sentuh Patung Buddha di Puncak Candi

Mei 30, 2025
Unik

Dua Pesilat Jateng Sumbang Emas

Juni 2, 2025
Viral

Deddy Corbuzier dan Sabrina Chairunnisa Pisahan! Aduh Pak Letkol

Oktober 30, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bukan Gaya, Ini Alasan Kelelawar Gemar Tidur Menggantung Terbalik Terus
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?