Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Lipstick Effect, Saat Belanja Kecil Menopang Jalannya Ekonomi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Lipstick Effect, Saat Belanja Kecil Menopang Jalannya Ekonomi

Dompet memang nggak selalu ramah, tapi anehnya keranjang belanja masih suka terisi. Bukan barang mewah, melainkan hal-hal kecil yang bikin hati sedikit lebih lega.

T. Budianto
Last updated: Juli 7, 2026 3:42 pm
By T. Budianto
5 Min Read
Share
Foto: Ilustrasi
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, muncul fenomena yang cukup menarik di masyarakat. Meski daya beli melemah dan pengeluaran harus lebih dihemat, sebagian orang justru tetap menyisihkan uang untuk membeli barang-barang kecil yang memberi rasa senang, mulai dari kosmetik, pakaian, hingga makanan favorit. Fenomena inilah yang dalam ilmu ekonomi dikenal sebagai lipstick effect.

Wahyu Widodo, Pengamat Ekonomi Dosen FEB Universitas Diponegoro. Menjelaskan bahwa istilah lipstick effect pertama kali mencuat setelah krisis ekonomi yang mengikuti tragedi serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat.

Saat itu, masyarakat cenderung mengurangi pembelian barang mahal, tetapi tetap membeli barang-barang yang harganya lebih terjangkau untuk memberikan kepuasan bagi diri sendiri.

“Secara ekonomi, ketika kondisi sedang menurun, masyarakat cenderung membeli hal-hal yang masih terjangkau. Dulu yang banyak dibeli adalah lipstik, sehingga kemudian muncul istilah lipstick effect.

Baca juga: Purbaya Bilang Anggaran MBG akan Dipangkas hingga Kurang dari Rp200 Triliun, Beneran Pak?

Namun dalam praktiknya bukan hanya lipstik, melainkan berbagai barang yang diinginkan konsumen untuk memberikan kepuasan di tengah tekanan ekonomi,” jelas Wahyu. Selasa (7/7/2026).

Ia menegaskan, fenomena tersebut berbeda dengan tren self reward yang marak dilakukan saat kondisi ekonomi normal. Menurutnya, lipstick effect memiliki kaitan erat dengan situasi ekonomi yang sedang tertekan.

“Kalau perekonomian baik-baik saja, itu lebih kepada perilaku konsumsi biasa atau sekadar memberikan kepuasan diri. Lipstick effect muncul ketika ada tekanan ekonomi, daya beli menurun, tetapi masyarakat tetap membeli barang-barang kecil yang dianggap mampu memberikan rasa senang,” katanya.

Wahyu menyebut terdapat tiga faktor utama yang memengaruhi munculnya lipstick effect, yakni tekanan ekonomi, faktor emosional, dan faktor sosial budaya. Ketiganya mendorong konsumen tetap melakukan konsumsi meski lebih selektif dalam memilih barang.

Dampak Positif

Di sisi lain, ia menilai fenomena tersebut justru memberikan dampak positif bagi perekonomian. Meski konsumsi terhadap barang bernilai tinggi menurun, permintaan terhadap produk-produk tertentu tetap tercipta sehingga roda ekonomi terus bergerak.

“Permintaan tetap ada meskipun ekonomi sedang tertekan. Itu baik bagi perekonomian karena permintaan akan mendorong aktivitas ekonomi,” ujarnya.

Namun, Wahyu mengingatkan bahwa dampaknya terhadap individu sangat bergantung pada kemampuan masing-masing dalam mengelola keuangan. Selama pengeluaran masih sesuai anggaran, perilaku tersebut tidak menjadi persoalan.

“Kalau masih bisa memanage anggaran, saya kira tidak masalah. Tetapi kalau sampai memaksakan diri, apalagi harus berutang hanya untuk memenuhi keinginan konsumtif, itu yang berbahaya karena bisa mengganggu kondisi keuangan pribadi,” tegasnya.

Menurutnya, kepuasan tidak selalu harus diperoleh melalui aktivitas belanja. Masih banyak cara lain yang tidak membutuhkan biaya besar, bahkan tanpa mengeluarkan uang sama sekali.

Baca juga: Trans Semarang Masuk Johar, Yakin Bisa Ngeramain Pasar Lagi? Ini Kata Akademisi

“Kalau memang ingin mencari kepuasan, tidak harus selalu dengan belanja. Kalaupun membeli sesuatu, tidak harus mahal. Yang perlu dihindari adalah memaksakan diri sampai mengambil pinjaman dengan bunga tinggi hanya demi memenuhi keinginan sesaat,” katanya.

Menutup pembicaraan, Wahyu mengimbau masyarakat untuk menjadi konsumen yang rasional, terutama di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan. Menurutnya, setiap orang memiliki kemampuan finansial yang berbeda sehingga keputusan belanja tidak bisa disamaratakan.

“Jadilah konsumen yang rasional. Maksimalkan kepuasan yang ingin dicapai, tetapi tetap sadar bahwa kita memiliki keterbatasan anggaran. Jangan sampai gaya hidup atau keinginan menjaga status sosial membuat pengeluaran melampaui kemampuan,” ucapnya

Di tengah tekanan ekonomi, membeli secangkir kopi, kosmetik, atau barang kecil lain mungkin terlihat sepele. Namun di balik keputusan sederhana itu, tersimpan gambaran tentang cara masyarakat bertahan, mencari kebahagiaan, sekaligus menjaga roda perekonomian tetap berputar. Meski demikian, kepuasan sesaat tetap perlu diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang bijak agar tidak berubah menjadi beban di kemudian hari.

Kadang yang menyelamatkan suasana hati memang cuma segelas kopi atau sebatang lipstik. Tapi kalau demi secangkir kebahagiaan harus menggadaikan ketenangan finansial, mungkin yang benar-benar sedang “diskon” bukan barangnya, melainkan logika saat berbelanja. (dul)

You Might Also Like

Pemprov Dorong Penggunaan Bioplastik

Buru THR Lebaran? Ini Spot ATM Pecahan Kecil di Semarang

Puan-Anindya Ngobrol Serius Tapi Santai: Yuk, Bisnis Jalan, Program Negara Aman

Potensi Menggiurkan Usaha Ternak Sapi hingga Ayam Pedaging di Jateng

Banyak Gerai Indomaret Tutup, Wah Ada Apa Ini?

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Skuad PSIS Jalani Medical Check-Up
Next Article Glowing Alami Bukan Mimpi, Delapan Makanan Ini Wajib Dicoba Sekarang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SERU - Ilustrasi nonton bareng (nobar) partai final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia melawan Thailand di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (5/10/2026) malam

Gila! Parkir Motor Nobar di Gubernuran Digetok Rp10.000, Pemprov Jateng Angkat Bicara

MBG Prasmanan Diuji, Siswa Bisa Nambah Sesuai Selera

DIGIRING PETUGAS: Seorang dosen, Mei Sulistyoningsih (kerudung putih), digirimg petugas dari ruang tahanan PN Semarang ke mobil tahanan, Selasa (6/10/2026). (bae)

Dosen Semarang Diadili dalam Kasus Penipuan Lomba Tari Piala Gubernur

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Bidik Dugaan Pungli di Lapas Cibinong

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Bongkar Joki Skripsi di Banyak Kampus

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Anggota Komisi XII DPR RI, Sigit Karyawan Yunianto, saat mengikuti pertemuan bersama perguruan tinggi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), PT PLN (Persero) dan stakeholder di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (30/8/2025)
Sirkular

DPR Gaspol Dorong Energi Terbarukan Buat Wilayah 3T, Biar Gak Gelap Terus!

September 2, 2025
Earnings Call Triwulan II Tahun Buku 2026 yang dihadiri investor dan analis pasar modal di Menara bank bjb, Bandung, Rabu (29/7). Foto: Dok. bjb
Ekonomi

Semester I 2026 Bank BJB Bukukan Kinerja Positif: Aset Tembus Rp228,2 Triliun, Laba Tumbuh 58,8 Persen

Juli 30, 2026
Ilustrasi gelombang PHK massal. (wahyu/grafis)
Ekonomi

Gelombang PHK Massal Mengintai, 2 Pabrik Otomotif di Jatim Berencana Pindah ke Vietnam

Juni 22, 2026
Ekonomi

Sembiz 2025, Langkah Semarang Nge-boost Investasi

November 19, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Lipstick Effect, Saat Belanja Kecil Menopang Jalannya Ekonomi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?