Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Saleh Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Tantangan Komunikasi Publik Era Digital
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Saleh Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Tantangan Komunikasi Publik Era Digital

Di era ketika satu video berdurasi 30 detik bisa mengalahkan rapat berjam-jam, pemerintah tak lagi cukup hanya bekerja di balik meja. Kini, kecepatan merespons, keterbukaan informasi, dan kemampuan menjelaskan kebijakan menjadi "mata uang" baru untuk menjaga kepercayaan publik.

T. Budianto
Last updated: Juli 6, 2026 6:10 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
BERI SAMBUTAN: Wakil Ketua DPRD, Mohammad Saleh memberikan sambutan pada acara Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Sekretariat DPRD Provinsi Jateng di Hotel Pandanaran Simpang Lima, Semarang, Senin (6/7/2026). (Foto: dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemerintah dituntut tidak hanya mampu bekerja, tetapi juga harus cepat, terbuka, dan adaptif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.

Pesan itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk  “Transformasi Komunikasi Publik di Era Digital: Penguatan Transparansi, Akuntabilitas, dan Kepercayaan Publik” yang digelar Sekretariat DPRD Provinsi Jateng di Hotel Pandanaran Simpang Lima, Semarang, Senin (6/7/2026).

Wakil Ketua DPRD Jateng, Muhammad Saleh mengatakan, perkembangan teknologi telah mengubah lanskap komunikasi publik secara drastis. Jika dulu masyarakat harus menunggu berita di televisi atau koran keesokan harinya, kini informasi dapat tersebar dalam hitungan detik melalui berbagai platform media sosial.

“Setiap orang sekarang bisa menjadi sumber informasi. Ada siaran langsung di TikTok, Instagram, Facebook, dan berbagai platform lainnya. Informasi bergerak secara real time dan bisa diakses siapa saja dari mana pun,” ujarnya. Senin (6/7/2026).

Baca juga: Pemekaran Brebes, DPRD Jateng Mulai Susun Peta Jalan

Menurut Saleh, perubahan tersebut turut memengaruhi cara pemerintah mengambil kebijakan. Di tengah derasnya arus informasi, opini publik kini terbentuk jauh lebih cepat dan kerap menjadi salah satu pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan.

Ia menyinggung munculnya istilah no viral, no justice, yang menggambarkan bagaimana isu yang ramai diperbincangkan di media sosial sering kali mendapat perhatian lebih cepat dari pemerintah.

“Informasi sekarang bergerak jauh lebih cepat dibandingkan proses birokrasi. Di sinilah tantangannya, bagaimana pemerintah tetap bekerja sesuai mekanisme, tetapi juga mampu menjawab ekspektasi masyarakat yang menginginkan respons cepat,” katanya.

Saleh menjelaskan, setiap kebijakan pemerintah, termasuk pembangunan infrastruktur, harus melalui proses yang panjang. Mulai dari tahap perencanaan, pembahasan anggaran, hingga pengesahan sebelum akhirnya dapat direalisasikan. Namun, masyarakat sering kali berharap pembangunan segera dilakukan setelah aspirasi disampaikan.

“Kadang masyarakat mengira setelah aspirasi dicatat, pembangunan akan langsung dikerjakan. Padahal ada tahapan panjang yang harus dilalui. Karena itu komunikasi publik menjadi penting agar masyarakat memahami proses tersebut,” jelasnya.

Pemahaman Utuh

Ia menambahkan, komunikasi pemerintah saat ini tidak cukup hanya sebatas menyampaikan kegiatan yang telah dilakukan. Yang lebih penting adalah menjelaskan alasan, proses, dan tujuan di balik setiap kebijakan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh.

“Kalau hanya melaporkan kegiatan, itu belum cukup. Yang dibutuhkan masyarakat adalah penjelasan mengenai proses, alasan, dan tujuan dari setiap kebijakan yang diambil,” ucapnya.

Menurut Saleh, media sosial telah menghapus batas ruang dan waktu. Sebuah informasi dapat dengan cepat mengangkat citra seseorang maupun sebuah institusi, tetapi dalam waktu yang sama juga dapat menjatuhkannya.

Baca juga: Komisi B DPRD Jateng Dorong Digitalisasi Koperasi

Karena itu, ia menilai kolaborasi antara pemerintah, media massa, dan Komisi Informasi menjadi semakin penting dalam menghadirkan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami ingin membangun parlemen yang semakin terbuka dan semakin dekat dengan masyarakat. Sinergi dengan media menjadi bagian penting agar setiap kebijakan dapat dipahami publik secara utuh, bukan hanya dari potongan-potongan informasi yang beredar di media sosial,” pungkasnya.

Di era digital, yang paling berbahaya bukan hanya hoaks yang menyebar cepat, tetapi juga penjelasan yang datang terlambat. Sebab ketika ruang kosong informasi dibiarkan terlalu lama, media sosial hampir selalu siap mengisinya, entah dengan fakta, opini, atau sekadar asumsi. (dul)

You Might Also Like

Pemuda Banjarnegara Tampil Berani, Suarakan Harapan hingga Senja di Gedung DPRD

BSU Rp900 Ribu Cair Sekaligus Kuartal IV 2026

Begni Suara DPRD Banyumas Soal Kacang Rebus Jadi Menu MBG Gunung Lurah

LSSFF 2025 Resmi Meluncur! Bareng Hanung Bramantyo, Wali Kota Semarang Gas Bikin Kota Sineas

452 Desa Sudah Didampingi, Pemprov Jateng: Nggak Cuma Kota yang Boleh Maju

TAGGED:dprd jatengFGDheadlinemohammad saleh
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Balik Lagi! Thaufan Hidayat Pilih Tetap Berseragam PSIS
Next Article SAKSI SIDANG--Mantan Pangdam IV/Diponegoro, Letjen TNI Widi Prasetijono (layar monitor, tengah) jadi saksi sidang kasus pencucian uang hasil korupsi lahan BUMD Cilacap, Senin (6/7/2026). (bae) Jadi Saksi Sidang, Eks Pangdam Widi Pakai Loreng dan Baret Merah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PENANGKAPAN TERDUGA TERORIS - Ilustrasi anggota Densus 88 Polri tangkap terduga pelaku tindak pidana terorisme.

Densus Tangakap 11 Terduga Teroris di Jateng dan 5 Provinsi Lain, Diduga Terafiliasi DI

Prabowo Minta TNI Adaptif Hadapi Perang Modern, Enam Kodam Baru Diresmikan

KEPULAN ASAP - Asap masih mengepul di lokasi kebakaran TPA Jatibarang, Semarang, Senin (5/10/2026). (bae)

Hari Ke-6 Kebakaran, Bara TPA Jatibarang Belum Juga Padam

Puluhan Mercedes-Benz Lintas Generasi Susuri Jalur Merah Putih

Dede Sunandar Blackout Usai Dipukul Vicky Prasetyo, Ini Tanda Bahayanya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi keracunan MBG. (wahyu/grafis)
Info

2 Kali Dikasih Makanan Basi, SD Muhammadiyah 1 Temanggung Kapok: Tak Terima MBG Lagi

Februari 27, 2026
Daerah

850 Anak dari Keluarga Miskin di Jateng Mulai Tempuh Pendidikan Berasrama

Juli 14, 2025
Fokus

Kemarau Datang, BPBD Jateng Siaga Salurkan Air Bersih ke Warga

Juni 30, 2026
Daerah

Begini Nasib Anggota DPRD Jember yang Ngrokok dan Main Game saat Sidang

Mei 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Saleh Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Tantangan Komunikasi Publik Era Digital
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?