Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kekeringan Mengintai, Ada Wilayah Jateng Dua Bulan Nggak Hujan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Kekeringan Mengintai, Ada Wilayah Jateng Dua Bulan Nggak Hujan

Kalau biasanya orang berharap akhir bulan turun gajian, sebagian wilayah di Jateng justru masih menunggu sesuatu yang lebih sederhana: hujan. Sayangnya, yang datang justru langit cerah berkepanjangan.

T. Budianto
Last updated: Juni 30, 2026 8:08 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
TANPA HUJAN: Data hari tanpa hujan wilayah Jateng yang dirilis BMKG per Selasa (30/6/2026). Titik warna cokelat dan merah muda menunjukkan wilayah dengan durasi tanpa hujan panjang antara 21-60 hari. (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Musim kemarau mulai terasa di Jateng. Sejumlah daerah kini sudah berhari-hari tak diguyur hujan, bahkan ada yang nyaris dua bulan mengalami cuaca kering.

Berdasarkan pemantauan BMKG, hingga 30 Juni 2026 Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen menjadi wilayah dengan hari tanpa hujan terpanjang di Jateng.

Baca juga: Kekeringan Mengintai: Kota dan Desa Sama-Sama Terancam

“Hari tanpa hujan terpanjang terjadi di Kecamatan Masaran, 58 hari,” jelas  Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jateng, Goeroeh Tjiptanto. Tak hanya Masaran, BMKG juga mencatat beberapa titik di Cilacap, Magelang, Semarang, Demak, Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Blora, Grobogan, Sragen, Karanganyar, Wonogiri, Sukoharjo, dan Klaten sudah masuk kategori sangat panjang, yakni mengalami 31-60 hari tanpa hujan.

Sementara itu, analisis curah hujan pada dasarian ketiga Juni atau periode 21-30 Juni menunjukkan sebagian besar wilayah Jateng hanya menerima curah hujan kategori rendah hingga menengah.

Hujan Tinggi

Hanya sebagian kecil wilayah Kabupaten Jepara yang masih masuk kategori curah hujan tinggi.  Kondisi kering ini diperkirakan belum akan berubah dalam waktu dekat.

BMKG memprediksi seluruh wilayah Jateng pada dasarian pertama Juli memiliki peluang lebih dari 90 persen mengalami curah hujan rendah, yakni kurang dari 50 milimeter per dasarian. Prediksi tersebut juga berlanjut hingga dasarian pertama Agustus 2026.

Baca juga: Langganan Bencana Kekeringan, Kini Jabungan Siapkan Strategi Baru Hadapi Kemarau

Seluruh wilayah Jateng diperkirakan masih berada pada kategori curah hujan rendah, sehingga masyarakat di sejumlah daerah perlu mulai mewaspadai potensi kekeringan seiring menguatnya musim kemarau.

Kemarau memang datang setiap tahun. Bedanya, yang sering terlambat justru kesiapan menghadapi dampaknya. Jangan sampai saat langit benar-benar berhenti berbagi air, kita baru sibuk mencari ember.  (bae)

You Might Also Like

Upah Naik, Buruh dan Pengusaha Jateng Sama-sama Kecewa

Wow! Biaya Pelatihan Calon Manajer KDMP Rp45 Juta per Orang, Paling Gede untuk Latsarmil

Dari Lawang Sewu Sampai Borobudur dalam Satu Kayuhan

PSIS Tambah Bek, Alarm Belanja Belum Dimatikan

Solo Gaspol Health Tourism! Respati Pastikan Proses Take Over RS KEI Tanpa Drama

TAGGED:bmkgheadlinekekeringan jatengpemkot semarangpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Widodo Buka Jalan Talenta Lokal Masuk PSIS
Next Article Sumarno Ingin Trail Run Menyebar ke Seluruh Jateng

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

RESMIKAN PONPES--Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, merangkul santri tunanetra dalam acara peresmian Pondok Pesantren Sahabat Mata di Semarang, Selasa (29/9/2026). (ist)

Pesantren Khusus Tunanetra di Semarang, Santri Dibekali Keterampilan

DITUNTUT BERALAH: Bupati Cilacap nonaktif Syamsul Auliya Rachman dituntut bersalah dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (29/9/2026). (bae)

Bupati Cilacap Dituntut 7 Tahun Penjara, Hak Dipilih Dicabut 3 Tahun

Lisa Punya Bayi Lagi, Anak Gajah Lahir Sehat

Siswa Sekolah Rakyat Tak Kuat Tinggal di Asrama, Pilih Mundur

172 PPDS Unair Tumbang Usai Santap Makanan Pradik

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Dorong Ekonomi Lokal, Pansus RPJMD Serap Masukan dari Kota Pekalongan

Juli 9, 2025
KOLASE--Kakek Prabowo Subianto, Margono Djojohadikusumo (kiri) dan ulama besar KH Sholeh Darat.
Info

Kakek Prabowo Disandingkan dengan Ulama Besar KH Sholeh Darat, Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Agustus 19, 2026
Daerah

Upacara HUT RI di Balai Kota Semarang Hadirkan Sosok Istimewa, Siapa?

Agustus 18, 2025
Info

Bukan Sekadar Aspal, Ini Sebab Jalan Majapahit Cepat Rusak

Agustus 12, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kekeringan Mengintai, Ada Wilayah Jateng Dua Bulan Nggak Hujan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?